Bandung –
Sawah bukan hanya tempat menanam padi. Untuk Komunitas Sunda, sawah adalah ekosistem yang dipenuhi berbagai jenis hewan Didalam nama-nama khas yang Mungkin Saja terdengar unik Untuk sebagian orang.
Berikut ini beberapa hewan yang sering ditemukan Di sawah beserta namanya Untuk bahasa Sunda dan penjelasannya:
1. Bangkong (Katak)
Bangkong adalah sebutan Untuk bahasa Sunda Untuk katak atau kodok. Hewan ini sangat mudah ditemukan Di area sawah, terutama Di musim hujan atau Ke malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangkong berperan sebagai predator alami berbagai serangga yang dapat merusak tanaman padi. Suara khasnya yang nyaring sering menjadi Pada Didalam suasana malam Di pedesaan.
2. Oray (Ular)
Komunitas Sunda menyebut ular sebagai oray. Oray sendiri hidup Di berbagai tempat, termasuk sawah. Khusus oray sawah, umumnya berguna membantu petani mengendalikan Pertumbuhan tikus.
Meski demikian, petani tetap harus berhati-hati Lantaran beberapa jenis oray Memperoleh bisa yang berbahaya.
3. Simeut (Belalang)
Untuk bahasa Sunda, belalang dikenal Didalam nama simeut. Hewan ini banyak ditemukan Di Antara batang dan daun padi.
Kendati menjadi sumber Konsumsi Untuk berbagai hewan lain, jumlah simeut yang terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan Ke tanaman Lantaran memakan daun padi.
4. Papatong (Capung)
Orang Sunda menyebut capung Didalam sebutan papatong. Papatong sendiri menjadi salah satu hewan yang paling sering terlihat beterbangan Di atas sawah.
Papatong membantu mengendalikan Pertumbuhan nyamuk dan serangga kecil lainnya. Kehadirannya juga sering Disorot sebagai penanda lingkungan yang masih sehat.
5. Reungit (Nyamuk)
Area sawah yang banyak Memperoleh genangan air menjadi tempat Kandidatteratas Untuk reungit atau nyamuk Untuk berkembang biak.
Meski sering Disorot mengganggu, reungit tetap menjadi Pada Didalam rantai Konsumsi Lantaran menjadi santapan Untuk capung, katak, dan beberapa jenis burung.
6. Hileud (Ulat)
Hileud atau ulat sering ditemukan menempel Ke daun tanaman. Beberapa jenis hileud merupakan hama Lantaran memakan Pada tanaman padi.
Tetapi, hileud juga menjadi sumber Konsumsi Untuk burung dan serangga predator lainnya.
7. Lancah (Laba-laba)
Laba-laba atau lancah adalah sahabat petani yang sering tidak disadari keberadaannya. Hewan ini membuat jaring Di Disekitar tanaman Untuk Menyita serangga.
Lantaran memangsa banyak hama tanaman, lancah termasuk predator alami yang membantu melindungi padi.
8. Beurit (Tikus)
Salah satu hewan yang paling ditakuti petani adalah beurit atau tikus. Hewan ini dapat merusak tanaman padi Untuk jumlah besar.
Tak heran jika pengendalian beurit menjadi salah satu pekerjaan rutin para petani setiap musim tanam.
9. Laleur (Lalat)
Laleur atau lalat juga sering ditemukan Di lingkungan persawahan. Hewan ini biasanya berkumpul Di area yang lembap atau Didekat bahan organik yang membusuk.
Walaupun sering Disorot mengganggu, laleur Memperoleh peran Untuk proses penguraian alami.
10. Kukupu (Kupu-Kupu)
Kehadiran kukupu membuat area persawahan terlihat lebih hidup. Hewan ini sering hinggap Di bunga liar yang tumbuh Di Disekitar pematang.
Selain mempercantik pemandangan, kukupu juga membantu proses penyerbukan berbagai tanaman.
(orb/orb)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mengenal Papatong hingga Simeut yang Dari Sebab Itu Penghuni Sawah











