Alor –
Keindahan Pulau Alor Ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dapat diragukan lagi. Selain Memiliki keindahan alam, Alor Memiliki warisan Kearifan Lokal Global islam berupa Al-Quran tertua.
Kitab suci umat islam ini diduga telah berusia sekurang-kurangnya 500 tahun. Al-Quran ini berlokasi Ke Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut. Kampung pesisir ini memang banyak dihuni Bersama penduduk muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Quran ini begitu istimewa, meski sudah berabad-abad tetapi masih dapat dibaca secara jelas huruf-hurufnya Bersama hanya beberapa Dibagian yang telah lapuk. Bahan yang digunakan sebagai media Al-Quran adalah kulit kayu Bersama tinta alami berwarna hitam dan merah. Ukurannya berkisar 32 x 21 cm.
Keberadaan Al-Quran tertua Ke Alor ini menjadi bukti jejak peradaban Islam Ke provinsi yang terkenal Bersama pemeluk Kristen terbesar. Bagaimana kisah sejarah Al-Quran tertua ini? Simak ulasan selengkapnya!
Bagaimana Sejarah Al-Quran Tertua Bersama Alor?
Dikisahkan bahwa dahulu ada seorang bernama Iang Gogo bersama keempat saudaranya berangkat Ke Alor. Pelayaran ini Memiliki tujuan Sebagai menyebarkan ajaran Islam. Peristiwa ini diyakini terjadi Di 1528 sampai 1583 Masehi.
Perahu yang mereka gunakan sampai Ke Vetelei atau Tanjung Bota, Desa Alila. Perjalanan dilanjutkan Ke darat dan sampailah mereka Ke Daerah bernama Alat-Alat dan Di menjadi Desa Aimoli. Lima bersaudara tersebut menjumpai seorang raja bernama Baololong.
Terjadilah pertemuan yang Sesudah Itu menghasilkan kesepakatan mengenai izin menyebarkan Agama Islam Ke Daerah tersebut. Iang Gogo tinggal dan menikah Bersama putri Bersama salah satu bangsawan.
Salah satu tinggalannya adalah Al-Quran kulit kayu yang digunakan sebagai media menyebarkan dakwah Islam Ke Alor. Di ini, Al-Quran tersebut dijaga Bersama keturunan Iang Gogo.
Merawat Warisan Kearifan Lokal Global
Nurdin Gogo, menjadi keturunan Ke-14/15 Bersama Iang Gogo yang menjaga Al-Quran tersebut. Ia tidak merasa sebagai pemilik artefak kitab suci tersebut. Baginya, Al-Quran tua itu adalah kepunyaan Umat Muslim.
Al-Quran ini dijaga Di sebuah Wadah kayu yang dilindungi kubus kaca. Jika ada orang yang berkunjung, maka Berencana diperlihatkan tetapi tidak diperkenankan Sebagai menyentuhnya. Pengecualian Untuk orang-orang tertentu seperti peneliti maka Berencana diberikan izin khusus.
Di ini tidak ada Penanganan tertentu Di Al-Quran tersebut. Sebab dikhawatirkan malah merusak Kebugaran Al-Quran. Tidak ada Ide pemindahan keberadaan Al-Quran ini Ke museum.
Di momen tertentu, Al-Quran ini menjadi salah satu benda yang dipamerkan Ke Perayaan Seni Legu Gam Ke Ternate. Wisatawan juga dapat melihatnya sat Perayaan Seni “Gala Soro” yang diadakan Ke Alor, NTT. Al-Quran tertua ini pernah terjebak Di kebakaran Di tahun 1982 dan secara ajaib dapat selamat masih utuh hingga sekarang.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Al-Qur’an Tertua Ke Alor, Bersama Kulit Kayu Berusia 5 Abad









