Pameran ROOTED, Padukan Seni Adat Istiadat Lukis dan Bonsai Hingga ZIN Cafe Canggu



Badung -

Keindahan tanaman bonsai dan jejeran lukisan Hingga atas Lukisan terlihat berpadu cantik Hingga ZIN Cafe, Canggu, Badung. Hingga tempat ini, selain menikmati Konsumsi dan minuman, para pelanggan juga dapat menikmati pameran Seni Adat Istiadat imersif bertajuk ROOTED.

Melewati perpaduan karya Seni Adat Istiadat visual, bonsai, dan instalasi yang dikurasi secara khusus, ROOTED mengajak pengunjung mengeksplorasi hubungan mendalam Antara alam, Imajinasi, dan kehidupan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terinspirasi Dari ketangguhan alam yang tumbuh Untuk keheningan, pameran ini merefleksikan perjalanan kehidupan layaknya sebuah benih kecil yang berakar Hingga Untuk tanah Sebelumnya akhirnya bertumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar. Setiap proses Kemajuan membutuhkan waktu, kesabaran, dan Kesejaganan.

Pameran ini Menampilkan karya Bersama Jefa, Bonsai D’Uma, Kendisan, dan Naken Wijaya. Masing-masing seniman menyuguhkan interpretasi unik mengenai identitas, transformasi, dan harmoni kehidupan Melewati medium yang berbeda.

Pameran Seni Adat Istiadat ROOTED memadukan Seni Adat Istiadat tanaman bonsai dan karya lukis Hingga ZIN Cafe, Canggu, Badung, Sabtu (11/7/2026). (Fabiola Dianira)

Founder Bonsai D’Uma Bali, Thomas Agus Satika, mengungkapkan bahwa pihaknya membawa 10 pohon bonsai Hingga pameran ini Bersama jenis tanaman cemara, ficus beringin, kaliage atau sisir, dan barbados cherry atau sianci. Ia menjelaskan salah satu jenis, cemara, Dikatakan sebagai salah satu jenis klasik Hingga dunia bonsai.

“Hingga dunia bonsai, cemara itu Dikatakan sebagai ‘nenek moyangnya bonsai’ Lantaran merupakan jenis pohon yang paling umum dan klasik Bagi dijadikan bonsai, sama seperti ficus kimeng. Lalu kami juga bawa sianci Lantaran jenis ini berbuah,” ujarnya Pada ditemui Hingga sela pembukaan pameran ROOTED, Sabtu (11/7/2026).

Melewati pameran ini, Bonsai D’Uma juga mengemban misi Pelatihan. Mereka ingin memberi tahu Komunitas bahwa bonsai tidak melulu soal dedaunan hijau, melainkan ada juga jenis yang bisa berbunga dan berbuah. Berbeda Bersama karya Seni Adat Istiadat lain yang sekali Karena Itu, pembuatan bonsai membutuhkan komitmen waktu yang luar biasa panjang.

“Kalau bonsai, kita mengerjakan satu pohon itu seumur hidup. Di pohonnya hidup, kita Berencana terus bekerja menjaga ukurannya, kesehatannya, dan bentuknya. Contohnya pohon cemara yang ini, umurnya sudah Di 20 tahunan dan Di itu pula terus dirawat bentuknya,” jelasnya.

Bonsai D’Uma menampilkan beberapa style atau gaya bonsai Untuk pameran ini, mulai Bersama gaya twin (kembar), natural, bunjin, hingga cascade yang bentuknya menjuntai Hingga bawah layaknya air terjun.

“Harapan kami, lewat pameran ini bonsai bisa diterima Dari Komunitas yang lebih luas dan Dikatakan sebagai salah satu karya Seni Adat Istiadat living art yang bisa dinikmati Dari segala kalangan,” harap Thomas.

Selain keindahan tanaman hidup, pameran ini diperkuat Dari salah satu kehadiran seniman kontemporer berbasis Tabanan, Naken Wijaya. Untuk pameran ini, Naken memamerkan sembilan lukisan serta satu karya patung atau sculpture unik yang memanfaatkan media papan seluncur (skateboard). Karya-karya lukisan Naken tersebar Hingga beberapa titik ZIN Cafe, mulai Bersama lantai atas, area kafe, hingga Hingga area toko.

Seniman kelahiran Palembang ini dikenal Memperoleh ciri khas tarikan garis yang tegas Bersama balutan warna-warna pop yang lumayan terang Untuk karya-karyanya. Ia mengungkapkan bahwa karyanya merupakan manifestasi Bersama perjalanan spiritual dan personalnya sendiri.

Mostly aku membuat karya Bersama semua Pengalaman Hidup pribadi aku, tentang kehidupan. Karena Itu, intinya apa yang apa yang kehidupan kasih Hingga aku, Berencana aku balikkan lagi Hingga kehidupan Untuk bentuk karya, lukis maupun karya yang lain,” jelasnya.

Bersama deretan karya yang dipajang,Naken menyebut ada satu karya yang paling spesial Bagi dirinya yang ditempatkan Hingga area bawah. Lukisan tersebut diberi judul “Smile is Mystery”.Naken bercerita bahwa ide tersebut datang Setelahnya ia membaca sebuah Bacaan Bersama judul yang sama.

Pameran seni ROOTED memadukan seni tanaman bonsai dan karya lukis di ZIN Cafe, Canggu, Badung, Sabtu (11/7/2026). (Fabiola Dianira)Pameran Seni Adat Istiadat ROOTED memadukan Seni Adat Istiadat tanaman bonsai dan karya lukis Hingga ZIN Cafe, Canggu, Badung, Sabtu (11/7/2026). (Fabiola Dianira)

“Kamu enggak Berencana pernah tahu Hingga balik senyuman orang Hingga kamu atau kamu senyum Hingga orang itu. Hingga baliknya itu apakah kamu lagi sedih, atau kamu memang bener-bener senang, atau ada suatu hal yang lain,” cerita pelukis 32 tahun itu.

Melewati pameran ini, Naken berharap ruang Bagi para perupa bisa Lebih luas dan inklusif. “Semoga Hingga Di lebih banyak lagi kontribusi Seniman yang ikut dan lebih beragam. Karena Itu, Mungkin Saja ada painting artist, ada pematung, ada bonsai juga, atau yang lain, Karena Itu banyak seperti ini,” harapnya.

Selain sebagai ajang pameran visual, ROOTED merupakan Pada Bersama komitmen nyata ZIN Group Untuk Menampilkan ruang komunal yang mempertemukan Seni Adat Istiadat, komunitas, Masakan, dan Life Style urban Hingga Bali.

Pengalaman Hidup para pengunjung pameran pun dipastikan Berencana Lebih lengkap Bersama hadirnya Heven & Sin, restoran terbaru Bersama ZIN Group. Restoran ini menawarkan Konsep elevated dining Bersama panorama rooftop yang menghadap langsung keindahan kawasan Canggu.

Menampilkan perpaduan Antara hidangan berkelas, koktail khas, serta suasana matahari terbenam (sunset) yang ikonik, Heven & Sin menjadi destinasi ideal Bagi pengunjung Bagi bersantai Setelahnya selesai menikmati pameran.

Karya-karya ini bisa dilihat mulai Sabtu (11/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026) dan terbuka secara gratis Bagi umum.


(hsa/hsa)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Pameran ROOTED, Padukan Seni Adat Istiadat Lukis dan Bonsai Hingga ZIN Cafe Canggu

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่