Pangandaran –
Dua Seni Kekayaan Budaya tradisional asal Kabupaten Pangandaran resmi masuk Di daftar Warisan Kekayaan Budaya Dunia Tak Benda (WBTb) Jawa Barat. Kedua Seni Kekayaan Budaya tersebut Di antaranya adalah Lebon Di Desa Selasari dan Nampaling Di Desa Cikalong.
Seni Kekayaan Budaya Lebon dan Nampaling merupakan Kearifan Lokal yang lahir Dari ratusan tahun silam. Masing-masing Memperoleh nilai historis yang mendalam dan berbeda satu sama lain.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Perjalanan Di Luarnegeri dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Sugeng mengatakan penetapan dua Seni Kekayaan Budaya tersebut dilakukan Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Ditetapkanya awal bulan Februari kemarin, bersama 66 WBTb Di Daerah lain Di Provinsi Jawa Barat,” kata Sugeng, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Sesudah ditetapkan sebagai WBTb tingkat provinsi, Seni Kekayaan Budaya dan Kearifan Lokal ini Akansegera menjadi identitas resmi milik Pangandaran yang telah dipatenkan. “Karena Itu tidak bisa diakui Dari kota dan kabupaten lain Di Jawa Barat atau provinsi lain, intinya ada perlindungan Untuk Seni Kekayaan Budaya dan Kearifan Lokal itu,” terangnya.
Nantinya, Seni Kekayaan Budaya Lebon dan Nampaling Akansegera ditampilkan Di berbagai Kegiatan dan Perayaan Seni Kekayaan Budaya Dunia sebagai upaya nyata Untuk melestarikan Seni Kekayaan Budaya tersebut. “Ya seperti kegiatan-kegiatan pemerintah atau Di Kegiatan Perayaan Seni Kekayaan Budaya Dunia, kedepan pasti Akansegera sering tampil, sebagai bentuk pelestarian Kekayaan Budaya Dunia,” katanya.
Ia menambahkan, keduanya disetujui menjadi WBTb tingkat provinsi Sebab seluruh persyaratan dan dokumen pendukungnya telah dinyatakan lengkap. “Untuk ditetapkan Karena Itu WBTb kan harus ada kajian, maestronya, Sesudah Itu usia Kearifan Lokal atau Seni Kekayaan Budaya itu harus Di atas 60 tahun, dan lain-lain,” ucapnya.
Di ini, terdapat Disekitar 83 Kearifan Lokal dan Kekayaan Budaya Dunia Di Kabupaten Pangandaran yang Akansegera didaftarkan menjadi WBTb tingkat provinsi secara bertahap. Sambil yang sudah ditetapkan Di ini berjumlah kurang lebih lima Kearifan Lokal. “Yang sudah ditetapkan Karena Itu WBtb tingkat nasional itu ada satu, yakni ronggeng amen,” bebernya.
Untuk tingkat provinsi, beberapa yang sudah masuk Di antaranya Hajat Laut (kategori adat istiadat atau ritus), Seni Kekayaan Budaya Lebon, Kearifan Lokal Nampaling, alat Tampaling, Genjang Batok, hingga Masakan Pindang Gunung.
Sambil Itu, Terowongan Juliana, Terowongan Hendrik, Terowongan Wilhelmina, dan Batu Kalde Di Cagar Alam, menurut Sugeng, sudah ditetapkan sebagai Cagar Kekayaan Budaya Dunia.
Mengenal Nampaling
Nampaling merupakan Seni Kekayaan Budaya Kearifan Lokal menyambut musim panen padi jika merujuk Ke sejarahnya. Akan Tetapi seiring berjalannya waktu, Kegiatan Nampaling berkembang menjadi Seni Kekayaan Budaya pertunjukan umum.
Budayawan Cikalong, Ruspandi menyebutkan bahwa Nampaling merupakan cara atau Kegiatan petani Di Daerah Cikalong Untuk Menyita belalang sawah. “Sesudah Itu Kegiatan ini menjadi Seni Kekayaan Budaya dikolaborasikan Di Bunyi-Bunyi gamelan,” ucap Ruspandi.
Di Di itu, belalang sawah atau simeut tersebut nantinya bisa dikonsumsi atau diolah menjadi kebutuhan Ketahanan Pangan Rumah tangga. “Simeutna Di bisa dipasak digoreng diolah (belalangnya nanti bisa dimasak digoreng),” kata Ruspandi.
Ia menjelaskan bahwa Nampaling memang sudah ada Dari ratusan tahun lalu, tepatnya Di Kelompok mulai mengenal sistem Pertanian. “Untuk tanggal pastinya tidak tahu, cuman Kearifan Lokal tutur Di mulut Di mulut sudah ada Sebelumnya penjajahan masuk sini?” ucapnya.
Adu Ketangkasan Bernama Lebon
Sambil Itu, Budayawan Pangandaran, Erik Krisna Yudha mengatakan Seni Kekayaan Budaya Kearifan Lokal Lebon Memperoleh nilai historis yang kuat sebagai ajang pertarungan para jawara. “Sebab Lebon itu lahir Di perjuangan dua kesatria yang bertarung,” ucap Erik.
Sosok kesatria yang dimaksud, kata Erik, adalah dua pria yang mempertaruhkan reputasi serta kegagahannya Untuk memperebutkan rasa hormat. “Biasanya, kalo Lebon itu dulu menjadi salah satu cara menyelesaikan sengketa/masalah Di penumpahan darah, siapa yang mati itu yang kalah,” katanya.
Akan Tetapi, seiring perkembangan zaman, Lebon bertransformasi menjadi Seni Kekayaan Budaya Kearifan Lokal yang dimasukkan unsur Bunyi gamelan. “Agar Di ini merepresentasikan simbol perjuangan dua kesatria,” ucapnya.
(iqk/iqk)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Lebon dan Nampaling Pangandaran Resmi Karena Itu Warisan Kekayaan Budaya Dunia Jabar











