Pawai Ogoh-ogoh Warnai Perayaan Nyepi Hingga Surabaya



Surabaya

Pawai ogoh-ogoh digelar Untuk rangka menyambut Hari Raya Nyepi Hingga Pura Segara Kenjeran, Surabaya. Empat ogoh-ogoh diarak keliling. Salah satu yang mencuri perhatian adalah ogoh-ogoh Suro dan Boyo.

Pantauan detikJatim Hingga lokasi, selain ogoh-ogoh Suro dan Boyo, ada tiga ogoh-ogoh lainnya yakni ogoh-ogoh bermata satu, bertaring panjang, serta ogoh-ogoh berwarna merah.

Antusiasme Kelompok juga terlihat tinggi, warga memadati area pura Untuk Merasakan arak-arakan, Malahan banyak Hingga antaranya mengabadikan momen Di Smart Phone mereka.


Rangkaian pawai diawali Di penampilan Tari Sekar Jagad sebagai pembuka. Tarian ini dibawakan Di anak-anak muda sebagai wujud ungkapan rasa syukur. Suasana Lebih semarak Di penampilan Tari Barong dan Rangda, yang penarinya didatangkan langsung Untuk Bali.

Ogoh-ogoh Lalu diarak sore ini Di melewati rute Untuk Pura Segara Kenjeran, Lalu melintasi Jalan Bambang Sutoro, Jalan Wiratno, hingga Pantai Mentari dan kembali Hingga Pura Segara.

Setibanya Hingga pura, seluruh ogoh-ogoh Lalu dibakar sebagai Dibagian Untuk ritual. Prosesi ini berlangsung khidmat, meski hujan deras mengguyur kawasan pura.

Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat, Prof. I Nyoman Sutantra menjelaskan makna Hingga balik prosesi ogoh-ogoh tersebut.

“Artinya kita Memberi, mengembalikan hutang kita dan salah-salah kita kepada Ibu Pertiwi kita Untuk alam semesta. Telah banyak kita ngambil Untuk alam semesta kan?,” ujar Nyoman kepada detikJatim, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, manusia harus Mengetahui pentingnya menjaga Kesejajaran alam dan tidak bersikap serakah.

“Sekarang kalau tidak berkeadilan diambil Di keserakahan, Di diambil Di sendiri, itulah dosa-dosa kita. Sekaranglah kita sadar betul bahwa hentikan jangan Membahas sesuatu tanpa kearifan dan kebijaksanaan. Itu yang sangat penting,” tambahnya.

Menurutnya, ogoh-ogoh merupakan simbol sifat buruk manusia yang harus dihilangkan.

“Kita sadar betul keserakahan, kejahatan itu adalah simbol Untuk ogoh-ogoh itu. Maka ogoh-ogoh kita jalan, kita usir, Lalu kita praline. Praline kita habiskan, bakar. Artinya kita membakar semua musuh-musuh yang ada Untuk diri kita,” pungkasnya.

Untuk informasi, pawai ogoh-ogoh ini merupakan Dibagian Untuk rangkaian perayaan Nyepi Tahun Terbaru Saka 1948. Sebelumnya Itu, umat telah melaksanakan ritual melasti Hingga THP Kenjeran, disusul Tawur Agung yang digelar Sebelum pagi hingga siang hari ini sebagai upaya menjaga Kesejajaran bhuana alit dan bhuana agung serta keharmonisan Untuk Prototipe Tri Hita Karana.

Seluruh rangkaian berlangsung lancar, Di Disekitar 1.000 orang turut ambil Dibagian Untuk pawai ogoh-ogoh Hingga kawasan Pura Segara Kenjeran hari ini.

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Pawai Ogoh-ogoh Warnai Perayaan Nyepi Hingga Surabaya

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่