Pemandangan alam yang asri tampak menyejukkan Hingga Ditengah hamparan sawah yang menghijau. Hembusan udara sejuk menjadi simbol alam raya yang masih terjaga Di semestinya.
Hamparan perbukitan dan rimbunnya pepohonan tumbuh bersahaja. Indahnya alam itu memantik inspirasi Kelompok Untuk melahirkan karya-karya cemerlang.
Area persawahan Batu Gajah menjadi ruang kreatif kolektif Untuk seniman lukis Hingga Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Sebuah mahakarya lukisan berukuran 11×4 meter dipamerkan Hingga area tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukisan pemandangan alam itu dikerjakan Di 60 seniman lokal Di menyatukan 112 karya lukisan. Hasilnya menjadi sebuah karya indah Di sentuhan tangan-tangan andal Hingga atas Kain.
“Kegiatan ini merupakan ‘panen raya’ Imajinasi sekaligus pembuktian eksistensi Kampung Karyaseni Jelekong,” ujar Ketua Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia (YBJI), Arya Sudradjat, Pada ditemui Hingga lokasi, Sabtu (11/4/2026).
|
Penampakan lukisan raksasa karya 60 seniman lukis Hingga Area Persawahan Batu Gajah, Kelurahan Jelekong (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
|
Pihaknya mengungkapkan, lukisan raksasa yang dipamerkan tersebut Memiliki keunikan Di materialnya. Para seniman menggunakan media daur ulang karung terigu sebagai pengganti Kain konvensional.
“Tinta yang digunakan merupakan racikan resep turun temurun pelukis Jelekong yang mencampur Pewarna mentahan, Pewarna besi, serbuk sinquit,” kata Arya.
Pameran atau pajang karya itu bertajuk Ngabaladahan. Konsep tersebut merujuk Di tahap awal mengolah Kain kosong Untuk dialek lokal, sekaligus menyimbolkan kebersamaan Kelompok.
“Istilah Ngabaladahan istilah ini bermakna lebih Untuk sebagai metafora praktik Karyaseni komunal yang menitikberatkan Di proses kebersamaan Kelompok. Menghidupkan Jelekongism sebagai identitas nusantara,” katanya.
Menurutnya, pameran lukisan megah tersebut menjadi manifestasi Untuk gagasan “Jelekongism”. Gagasan itu merupakan sebuah gerakan Sebagai memposisikan Karyaseni rupa Indonesia agar tidak lagi melulu berkiblat Di sejarah Karyaseni Barat.
“Jelekongism adalah pembacaan kembali Kebiasaan visual nusantara yang diadaptasi Hingga konteks sosial Kebiasaan Global Pada ini,” jelasnya.
Arya menjelaskan, Kampung Jelekong Memiliki sejarah panjang yang dipelopori Abah Odin Sebelum tahun 1970-an. Jelekong bertransformasi Untuk Kelompok agraris menjadi komunitas pelukis mandiri.
“Hingga kini, berbagai Cara autentik seperti gaya sebring, beludru, spon hingga gaya kontemporer terus berkembang secara dinamis,” ucapnya.
Selain pajang karya lukisan raksasa, Pengakuan pun diberikan kepada tokoh pelukis legendaris Jelekong, Abah Odin. Sang maestro tersebut mentransformasi disiplin bela diri silat Hingga Untuk Karyaseni lukis, mengubah jurus menjadi goresan.
“Untuk tangan dinginnya lah lahir generasi pelukis yang menjaga Cara sekaligus jiwa karya Jelekong,” ungkapnya.
Pengurus sekaligus pendiri YBJI, Susrinah Sanyoto, berharap yayasan tersebut bisa menjadi jembatan Untuk pelukis Jelekong Di pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, Mutu karya pelukis Jelekong terus Merasakan peningkatan setiap tahun.
“Peningkatan Mutu karya ini sangat penting agar Memiliki nilai jual tinggi, yang Di akhirnya Akansegera Meningkatkan taraf hidup para seniman itu sendiri,” kata Susrinah.
Susrinah melihat adanya potensi besar Untuk ekosistem ekonomi kreatif Hingga Jelekong. Ia meyakini kelurahan tersebut bisa berkembang Melewati berbagai aspek.
“Kita juga mengenalkan Masakan lokal, pertunjukan wayang golek, Karya Seni lainnya, hingga produksi mandiri Pewarna, bingkai kayu, serta Kain Di warganya,” tuturnya.
Salah satu pengunjung asal Jakarta, Indah Permata (52), mengaku mengetahui pameran ini Untuk salah satu pelukis Jelekong langganannya. Karenanya, ia bersama keluarga menyempatkan diri Sebagai melihat secara langsung.
“Iya saya langganan suka beli lukisan Hingga sini (Jelekong). Terus dikasih tahu ada Kegiatan ini, saya dan keluarga langsung menyempatkan hadir,” kata Indah.
Indah mengaku takjub Di adanya lukisan raksasa tersebut. Apalagi lukisan itu dipajang Hingga area persawahan yang menyajikan pemandangan alam menakjubkan.
“Pas lihat lukisannya, luar biasa bagus sekali. Terus dipajang Hingga sawah, sekalian melihat pemandangan alam juga saya datang Hingga sini tuh,” pungkasnya.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Lukisan Untuk Abad 17 Ini Bakal Dilelang Rp 45 M Hingga Prancis“
(mso/mso)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Lukisan Raksasa Hingga Ditengah Sawah









