Gianyar –
‘Tugu Mayang’ keluar sebagai Kemenangan 1 lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Gianyar 2026. Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, itu sempat viral Di media sosial (medsos).
Lomba ogoh-ogoh tersebut merupakan rangkaian Di HUT Ke-255 Kota Gianyar. Selain Tugu Mayang, delapan ogoh-ogoh terbaik perwakilan masing-masing kecamatan Di Gianyar juga dipajang Di Lapangan Astina, Alun-Alun Gianyar. Semua ogoh-ogoh itu Akansegera diarak Di sebuah parade Di 17 April 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Detailnya bagus. Bisa Jadi cuma satu Di 1.000 seniman yang bisa membuat ogoh-ogoh seperti ini,” kata Made Sudiartana, salah satu warga asal Kabupaten Klungkung yang terkesan Bersama detail ogoh-ogoh Tugu Mayang Di Alun-Alun Gianyar, Rabu (15/4/2026).
Ogoh-ogoh Tugu Mayang menggambarkan empat penjuru energi yang berkumpul menjadi satu. Tiga sosok ogoh-ogoh yang saling gendong itu dimaknai sebagai individu Bersama kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Satu sosok divisualkan mampu berjalan, tapi tidak dapat melihat arah. Ada pula sosok yang mampu melihat, tapi tak dapat bergerak. Setelahnya Itu, ada sosok yang mampu bergerak dan melihat, tapi tuli alias tidak dapat mendengar. Sedangkan sosok keempat yang dimaksud adalah bataran persegi.
Sekretaris Lokasi Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, mengungkapkan hasil penjurian menempatkan Tugu Mayang Menyaksikan skor tertinggi 268. Disusul ogoh-ogoh karya ST Eka Susila Banjar Buda Ireng, Desa Adat Batuyang, sebagai Kemenangan 2 Bersama nilai 258.
Sedangkan, ogoh-ogoh karya ST Giri Manila Sari Banjar Susut, Desa Adat Susut, Payangan, sebagai Kemenangan 3 Bersama skor 240. Sebagai bentuk apresiasi, Kemenangan 1 tingkat kabupaten memperoleh hadiah sebesar Rp 50 juta, Kemenangan 2 sebesar Rp 40 juta, dan Kemenangan 3 sebesar Rp 30 juta.
“Di Samping Itu, Kemenangan harapan juga Menyaksikan hadiah Bersama total nilai mulai Di Rp 10 juta hingga Rp 25 juta,” kata Widya Utama.
Widya Utama mengatakan penilaian ogoh-ogoh dilakukan Regu juri yang terdiri Di unsur seniman, akademisi, dan praktisi Kebiasaan Global. Adapun, Skor penilaian meliputi tema, sinopsis, karakter, Pembaharuan, serta rancang bangun.
Proses penilaian dilaksanakan secara langsung Di lokasi. Dewan juri Menyaksikan secara menyeluruh detail karya serta penyajian masing-masing peserta.
“Setiap karya yang dipresentasikan menampilkan karakter dan tema yang beragam, mencerminkan Imajinasi, Pembaharuan, serta kekayaan nilai filosofis Di Kebiasaan ogoh-ogoh Di masing-masing Lokasi,” imbuh Widya Utama.
(iws/iws)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: ‘Tugu Mayang’ Kemenangan 1 Lomba Ogoh-Ogoh Gianyar











