Di Ditengah hiruk-pikuk pusat kota Ciamis, Jawa Barat, Situs Jambansari berdiri Tenteram menyimpan jejak sejarah panjang Tatar Galuh. Di tempat inilah Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat dimakamkan. Selain dikenal sebagai situs bersejarah yang sakral, Jambansari juga lekat Di berbagai kisah yang hidup Di Ditengah Komunitas, mulai Untuk cerita masa lalu hingga kisah mistis yang terus diwariskan Untuk generasi Hingga generasi.
Salah satu cerita yang paling dikenal adalah tentang Harimau Kembar, sosok gaib penjaga kawasan Jambansari. Untuk cerita yang berkembang, dua harimau tersebut konon merupakan peliharaan RAA Kusumadiningrat, atau yang akrab disebut Kanjeng Prebu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harimau itu dikenal Di nama Maneca dan Maneci. Warga menggambarkannya Memperoleh warna oranye kusam berpadu hitam dan selalu muncul berpasangan. Kehadiran keduanya dipercaya bukan sekadar mitos, melainkan simbol penjaga yang setia mengawal kawasan pusat pemerintahan Galuh Di masa lalu.
Konon, kedua harimau tersebut sering “berpatroli” Di Di Kadaton Galuh, termasuk lingkungan Jambansari, Tempattinggal dinas, hingga kawasan perkantoran. Untuk cerita yang beredar, mereka kerap menampakkan diri Di Di area pemandian Jambansari, terutama ketika ada tanda-tanda yang Dikatakan tidak wajar.
“Dulu orang tua sering bercerita, kalau ada yang berniat jahat, harimau itu bisa menampakkan diri Untuk wujud besar dan menakutkan. Tapi kalau tidak ada niat buruk, kadang hanya terlihat seperti kucing kecil,” ujar Ilham Purwa, pengurus Museum Galuh Pakuan sekaligus pegiat Kebiasaan Dunia Ciamis, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Ilham, kisah ini sangat populer Di kalangan Komunitas tempo dulu. Harimau kembar itu dipercaya sebagai penjaga gaib yang memastikan Keselamatan Daerah Jambansari dan sekitarnya tetap terjaga.
“Cerita ini sudah lama dikenal. Meski Kanjeng Prebu sudah tiada, pengabdian dua harimau itu masih ada. Mereka seperti penjaga yang tidak terlihat,” jelasnya.
Ilham mengatakan, kemunculan harimau tersebut sering dikaitkan Di pertanda tertentu, terutama jika Berencana terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Malahan, cerita tentang penampakan harimau kembar ini kerap terdengar Di Daerah Jambansari, Lembur Situ, hingga Rancapetir.
“Biasanya muncul malam hari. Orang dulu percaya, Sebelumnya ada kejadian buruk atau niat jahat, harimau itu muncul sebagai peringatan,” tambah Ilham.
Menariknya, kisah ini juga berkaitan Di Kearifan Lokal lama Komunitas. Untuk beberapa cerita, harimau kembar disebut kerap menampakkan diri Pada ritual turun mandi, sebuah Kearifan Lokal menjelang khitanan anak.
“Anak-anak yang Berencana dikhitan itu kadang melihat, tapi tidak merasa takut. Di mata mereka, wujudnya justru tidak menyeramkan,” katanya.
Hingga kini, kisah Harimau Kembar tetap hidup sebagai Dibagian Untuk cerita urban Ciamis. Jejaknya Malahan diabadikan Di Situs Jambansari, tepatnya Di Didepan makam RAA Kusumadiningrat, Melewati visualisasi dua harimau yang seolah berdiri menjaga.
Menurut Ilham, cerita ini Mungkin Saja sekadar legenda. Akan Tetapi Untuk Komunitas setempat, kisah Harimau Kembar adalah Dibagian Untuk warisan Kebiasaan Dunia yang memperkaya nilai sejarah dan spiritual Situs Jambansari.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Pada Munggahan Di Ciamis Berubah Di Sebab Itu Bersih-Bersih Sisa Bencana Alam“
(mso/mso)
–>
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Cerita Mistis Harimau Kembar, Sang Penjaga Gaib Situs Jambansari Ciamis









