Badung -
Aspal yang biasanya riuh Dari deru mesin kini dikuasai sekawanan burung. Mereka melompat, bercuit, dan seolah berbincang tanpa rasa takut. Tak ada klakson, tak ada kendaraan. Hari itu, jalanan benar-benar milik mereka.
Pulau Dewata kembali tenggelam Untuk penyepian. Di 24 jam, denyut Karya berhenti total. Umat melaksanakan Catur Brata Penyepian Di Hari Suci Nyepi.
Jalanan yang saban hari padat kini lengang bak kota mati. Sunyi tak sekadar terasa, tapi seperti menyelimuti setiap sudut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau ini seolah Menarik Perhatian napas panjang Setelahnya hari-hari yang padat Dari mobilitas manusia. Aspal Tol Bali Mandara tampak kering tanpa jejak kendaraan. Lampu lalu lintas padam. Bandara pun menjelma seperti bangunan tanpa penghuni.
Di kawasan bandara, ikon tulisan Bali Di Di terminal kedatangan domestik kehilangan pesonanya. Tak ada lagi wisatawan yang mengantre Sebagai berswafoto. Tulisan ‘Sugeng Rawuh’ pun seakan hanya menjadi penanda tanpa penyambut.
Pecalang Jaga Sunyi Nyepi
|
Pecalang berpatroli Di beberapa titik Di Bali, Kamis (19/3/2026). Foto: Rizki Setyo/detikBali
|
Di Di keheningan itu, hanya pecalang yang tetap berjaga. Hari ini, Kamis, 19 Maret 2026, mereka menjadi penjaga sunyi Bali. Waktu bersama keluarga ditukar Bersama tugas berpatroli, memastikan Catur Brata Penyepian berjalan tanpa cela.
Bersama udeng hitam terikat rapi, rompi bertuliskan ‘Pecalang’, dan Kacamata hitam yang melekat, para pecalang Desa Adat Di Tuban, Badung, bergerak menyisir titik-titik yang telah ditentukan Dari jauh hari.
Sekretaris Desa Adat Tuban, I Gede Agus Suyasa, menyebut total 113 pecalang diterjunkan Bersama sistem dua sif, menjaga Area tanpa henti Di 24 jam.
“Di mana Sebagai pecalang adat kita menjalankan tugas 24 jam penuh dan nanti sore jam 18.00 dibantu Bakamda Kedinasan,” ujar Agus, Kamis.
“Di Tuban ada 14 pos, setiap pos diisi ada enam pecalang,” imbuhnya.
Patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga disiplin bersama. Pecalang memastikan tak ada Komunitas maupun wisatawan yang keluar Di pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
“Hingga pagi ini tidak ada temuan Sebab saya yakin Komunitas Tuban sudah sangat tertib dan sangat mampu mengikuti kegiatan Nyepi,” tutur Agus.
(dpw/dpw)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Hening Penyepian Di Pulau Dewata











