Menyusuri Jejak Ciung Wanara Ke Situs Karangkamulyan Ciamis



Ciamis

Sebuah tempat yang rimbun Bersama pepohonan seperti hutan Ke Jalan Nasional Ciamis-Banjar, tepatnya Ke Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, selalu bikin penasaran Untuk pengendara yang melintas. Diketahui lokasi tersebut merupakan tempat bersejarah, konon Ke masa lalu, ini merupakan tempat berdirinya Kerajaan Galuh.

Lokasi ini juga kerap dijadikan rest area Untuk pengendara yang Ke Ke Lokasi Jawa Di, berwisata Ke Pangandaran atau pun Sebagai Gantinya Ke Ke arah Barat. Tapi kini rest area sudah dibangun terpisah Bersama Situs Bojong Galuh Karangkamulyan itu.

Ke Situs ini terdapat sejumlah peninggalan yang diyakini berasal Di petilasan Kerajaan Galuh. Justru beberapa Ke antaranya punya cerita mitos atau mistis yang bikin penasaran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pengendara yang berhenti Sebagai istirahat Ke rest area, beberapa Ke antaranya ada yang penasaran berkunjung masuk Ke Di area situs. Memang suasana dan aura Ke Di situs berbeda Bersama Ke luar, lebih sepi dan seperti masuk Ke suasana masa lalu.

Nur Hamzah (34) salah satu pengunjung, mengaku penasaran ingin mengetahui Situasi Ke Di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan. Padahal Hamzah tidak hanya sekali dua kali melintas dan istirahat Ke area Karangkamulyan.

Akan Tetapi Mutakhir kali ini ia bersama keluarganya memutuskan Sebagai Ke Di situs. Ia pun mendengar informasi Ke situs ini terdapat peninggalan Kerajaan Galuh beserta cerita mitos yang mengiringinya.

Diawali Bersama masuk Di pintu gerbang Bersama membayar tiket Rp6.500 per orang. Sesudah masuk, Hamzah beserta rombongan keluarganya berjalan kaki sesuai Bersama petunjuk arah. Ke Pada pertama, pengunjung Berencana melihat situs Pangcalikan atau konon merupakan Singgasana Raja.

Ke tempat ini biasa digelar Kebiasaan Ngikis setiap menjelang Bulan Ramadan. Kelompok bergotong royong mengganti pagar yang mengelilingi batu Pangcalikan.

Hamzah dan keluarganya Lagi menjajal mitos Sabung Ayam Ke Situs Bojong Galuh Karangkamulyan Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Dilanjutkan berjalan kali bertemu Bersama simpang empat, Nurhamzah Memutuskan jalur kiri Ke Situs Sabung Ayam sesuai petunjuk arah. Menurut cerita, Sabung Ayam merupakan tempat yang digunakan Sebagai sayembara. Ke masa Kerajaan Galuh, konon setiap memilih pemimpin selalu diadakan sabung ayam. Pemilik ayam yang Karena Itu Kampiun Berencana dijadikan seorang pemimpin.

Salah satu cerita yang terkenal ketika Sang Manarah atau Ciung Wanara juga menduduki tahta kerajaan Bersama cara sayembara. Makanya Ke lokasi sabung ayam tidak terdapat bebatuan, cuma berbentuk lapang atau arena.

Sabung Ayam merupakan tanah lapang dan padat, Ke Pada tengahnya terdapat pohon bungur yang konon sudah berumur ratusan tahun.

“Ini Mutakhir pertama kali Ke sini. Penasaran Ke lokasi Sabung Ayam. Mendengar cerita kalau berjalan sambil memejamkan mata lurus Ke pohon yang ada Ke Di katanya kalau pas keinginan bisa terkabul. Mencoba saja, ini kan cerita mitos, bukan soal percaya atau tidak percaya. Kita ambil hikmahnya aja Di cerita itu, seperti kalau ingin mencapai tujuan harus fokus dan Ke jalan yang lurus,” jelasnya Pada ditemui Ke Rest Area Karangkamulyan, Senin (25/5/2026).

Hamzah dan keluarganya sedang menjajal mitos Sabung Ayam di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan CiamisHamzah dan keluarganya Lagi menjajal mitos Sabung Ayam Ke Situs Bojong Galuh Karangkamulyan Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Usai menjajal Sabung Ayam, Hamzah melanjutkan perjalanan Ke beberapa situs lainnya, seperti Cikahuripan yanh merupakan sebuah lokasi sumber mata air yang sangat jernih. Konon Ke masa Kerajaan Galuh, Cikahuripan dipakai tempat mandinya permaisuri raja.

Cikahuripan merupakan salah satu lokasi yang Karena Itu tujuan para pengunjung. Mereka biasa mandi atau sekadar berwudhu dan membawa air Di mata air tersebut. Konon mata air itu dapat menyembuhkan Gangguan.

“Ke lokasi Cikahuripan juga, tapi ada pengunjung lagi mandi Karena Itu hanya Ke luar saja, lalu kembali Ke pintu gerbang dan keluar situs,” jelasnya.

Sebetulnya ada beberapa titik lainnya yang harus dikunjungi, seperti situs Pamangkonan. Situs ini konon merupakan tempat Ke mana dulu Ke masa kerajaan dijadikan uji prajurit. Apabila yang ingin Karena Itu prajurit atau penggawa kerajaan harus bisa mengangkat sebuah batu yang berukuran besar bola.

Lokasi ini pun menjadi salah satu daya tarik Sebagai dikunjungi. Para pengunjung pun kerap mencoba kekuatan Bersama mengangkat batu tersebut.

“Tadi hanya sampai Ke Cikahuripan, Lantaran sudah siang harus melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

(yum/yum)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Menyusuri Jejak Ciung Wanara Ke Situs Karangkamulyan Ciamis

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่