Ketika Puluhan Wanita Mengarak Ogoh-ogoh Manusia Setengah Gagak


Gianyar

Ogoh-ogoh diarak pemuda atau anak-anak banjar, sudah biasa. Kini, para perempuan atau teruni Untuk Sekaa Teruna-teruni (STT) Putra Sesana Ubud Kelod yang turut ambil Pada mengarak ogoh-ogoh Pada malam pengerupukan. Walhasil, Unjuk Rasa mereka menjadi pusat perhatian para penonton.

“Itu memang sesuatu yang Mutakhir (Untuk Unjuk Rasa mengarak ogoh-ogoh) yang kami tawarkan Hingga penonton,” kata Ketua STT Putra Sesana Ubud Kelod I Kadek Pandhu Sunarya ditemui detikBali Hingga lapangan Astina Ubud, Kamis (19/23/2026) dini hari.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikBali, ogoh-ogoh bartajuk Manuk Dewata karya STT Putra Sesana Ubud Kelod Untuk tampil Hingga catus pata atau perempatan Puri Agung Ubud-Pasar Seni Kearifan Lokal Gianyar. Ogoh-ogoh berupa manusia setengah burung cenderawasih itu tampil pukul 22.00 Wita.

Sekira 15 menit Sesudah Itu, beberapa pemuda STT Putra Sesana Ubud Kelod membelah keramaian Hingga Jalan Suweta. Ternyata, mereka memberi jalan kepada 30 teruni yang sudah bersiap Di ogoh-ogoh manusia setengah burung gagak.

“Itu tidak ada namanya. Ceritanya manusia setengah burung gagak,” kata Pandhu.

Pada beraksi mengarak ogoh-ogoh, puluhan teruni itu langsung berteriak histeris, mirip orang kesurupan. Mereka mendadak beringas, lalu mengangkat dan menggotong ogoh-ogohnya Hingga mulut pertigaan Jalan Suweta-Jalan Raya Ubud.

Sontak, puluhan cewek yang Untuk berteriak histeris sambil menggotong ogoh-ogoh itu Karena Itu pusat perhatian. Tak hanya para penonton pria yang, penonton perempuan juga langsung Mengintroduksi ponselnya Sebagai merekam Unjuk Rasa para teruni STT Putra Sesana Ubud Kelod itu.

“Itu ogoh-ogoh kecil. Tingginya cuma 2,5 meter, tapi lumayan berat. Dan rekan teruni kami yang memang menawarkan diri,” katanya.

Pandhu mengatakan Unjuk Rasa para teruni mengarak ogoh-ogoh itu bentuk kebersamaan. Para teruni yang biasanya hanya bertugas Karena Itu penari pengiring, kini ada sebagian teruni lain yang ditugaskan mengarak ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh manusia setengah burung gagak itu sendiri tidak berhubungan langsung Di penampilan Manuk Dewata. Pandhu mengatakan, Unjuk Rasa para teruni itu hanya penggembira saja.

“Tidak ada hubungannya Di Manuk Dewata. Hanya Sebab Untuk pemudi bikin ogoh-ogoh burung, dan sama-sama burung (Di Manuk Dewata) Karena Itu kami atraksikan bersama saja,” katanya.

“Kami ingin Menunjukkan kekompakan,” katanya.

(hsa/hsa)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ketika Puluhan Wanita Mengarak Ogoh-ogoh Manusia Setengah Gagak

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่