Cara Menggunakan Kata ‘Pun’ dan ‘Tuang’ Untuk Bahasa Sunda Halus



Bandung

Jika berbicara Bersama orang tua, atau orang lain yang dihormati menggunakan bahasa Sunda, sudah selayaknya berbicara Bersama bahasa halus. Tetapi kendalanya, tidak setiap orang menguasai bahasa yang halus itu.

Seringkali keterhubungan kata yang terjadi tidak nyambung. Misalnya Untuk penggunaan ‘Pun’ yang merujuk kepada ‘kepunyaan saya’ dan ‘Tuang’ yang berarti ‘kepunyaan anda’, seringkali Untuk praktiknya, seseorang menanyakan kepunyaan orang yang diajak bicara menggunakan kata ‘Pun’.

Taruhlah kita Akansegera bertanya ‘istrimu kerja Di mana?’ Bersama menggunakan bahasa Sunda halus. Alih-alih tepat, kita malah mengatakan ‘pun bojo didamel Di mana?’ (artinya: istriku bekerja Di mana?). Ini Sebab keliru menempatkan kata ‘Pun’ dan ‘Tuang’ Di Untuk bahasa Sunda halus.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas bagaimana sih penerapannya? Simak yuk!

Tingkatan Tutur Untuk Bahasa Sunda

Bahasa Sunda menganut sistem ‘undak-usuk’ atau tingkatan tutur Untuk penggunaannya, Agar mengenal kata halus dan kasar. Kata-kata kasar ketika diucapkan Akansegera memberi kesan songong.

Meski sistem undak-usuk berasal Untuk zaman feodal Di Sunda, tingkatan tutur itu masih dipakai hingga Pada ini. Cendekiawan Sunda, Daeng Kanduruan Ardiwinata atau dikenal sebagai D.K. Ardiwinata menulis Bacaan berjudul ‘Elmoening Basa Sunda’ Untuk bahasa Belanda yang Lalu diterjemahkan Ke Untuk Indonesia Dari Ayatrohaedi, menjadi ‘Tata Bahasa Sunda’, diterbitkan Balai Pustaka (1984). Di Untuk Bacaan itu, dijelaskan tingkatan tutur halus hingga bahasa kasar.

Basa lemes (bahasa halus) dipakai Dari sesama bangsawan, atau Dari orang kebanyakan kepada bangsawan. Sambil Itu, basa songong (bahasa kasar) adalah yang digunakan Dari orang kebanyakan kepada sesama mereka, atau Dari bangsawan kepada orang kebanyakan.

Pembagian Bahasa Lemes

D.K. Ardiwinata membagi basa lemes (bahasa halus) Ke Untuk beberapa Pada, yang dibedakan Untuk segi penempatannya, apakah Untuk orang lain atau Untuk diri sendiri. Contoh kata Rawuh; Sumping; Dongkap, yang semuanya berarti ‘datang’.

1. Basa Luhur

Basa luhur atau bahasa yang sangat halus, biasanya digunakan Dari rakyat kebanyakan kepada para pengagung. Menurut Ardiwinata, bentuk luhur (lemes pisan) dipergunakan Untuk kalangan yang amat dihormati, misalnya raja, residen, dan bupati.

Contoh kalimat: Pangawulaan bade rawuh ka dieu’ artinya Bupati Akansegera berkunjung Ke mari.

2. Basa Lemes Biasa

Basa lemes biasa atau bentuk halus biasa dipergunakan Untuk kalangan yang lebih rendah daripada bupati, Tetapi masih Untuk kalangan pengagung.

Contoh kalimat: Juragan Wadana bade sumping ka dieu yang artinya Bapak Wedana Akansegera datang Ke marl.

3. Basa Lemes ka Sorangan

Basa lemes ka sorangan atau bentuk halus Untuk diri sendiri dipergunakan Untuk diri sendiri (pembicara), Tetapi Untuk konteks menghormati lawan bicara yang adalah pengangung.

Contoh kalimat: Abdi nembe dongkap artinya saya Mutakhir datang.

Cara Menggunakan ‘Pun’ dan ‘Tuang’ Untuk Bahasa Sunda Halus

‘Pun’ digunakan sebagai bahasa Sunda halus Ke diri sendiri (lemes ka sorangan). Pun biasanya diikuti Bersama kata loma/kasar. Sambil Itu ‘Tuang’ digunakan sebagai bahasa halus Ke orang lain (lemes biasa). Tuang diikuti Dari kata yang sama halusnya.

Contoh:

Halus Ke Sendiri

  • Ibuku – Pun Biang
  • Bapakku – Pun Bapa
  • Pamanku – Pun Paman
  • Guruku – Pun Guru
  • Anakku – Pun Anak
  • Istriku – Pun Bojo
  • Suamiku – Pun Lanceuk
  • Adikku – Pun Adi
  • Kakakku – Pun Lanceuk

Halus Ke Orang Lain

  • Ibumu – Tuang Ibu
  • Bapakmu – Tuang Rama
  • Pamanmu – Tuang Paman
  • Gurumu – Tuang Guru
  • Anakmu – Tuang Putra
  • Istrimu – Tuang Garwa
  • Suamimu – Tuang Caroge
  • Adikmu – Tuang Rayi
  • Kakakmu – Tuang Raka

Kalau ada pertanyaan, bukankah ‘tuang’ artinya ‘makan’? Benar. Tuang sebagai kata kerja bisa berarti makan. Kata ini bisa berubah menjadi ‘nuang’ dan punya arti sama Bersama ‘ngaleueut’ sebagai kata halus Untuk orang lain. Sambil Itu kata kerja makan yang halus Untuk diri sendiri adalah ‘neda’.

(dir/dir)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Cara Menggunakan Kata ‘Pun’ dan ‘Tuang’ Untuk Bahasa Sunda Halus

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่