Bandung –
‘Bungur jalan ka Cianjur.
Gunung pangrango ngadago, teu weleh sono.
Jentreng kacapi gelikna suling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Geus deukeut ka Pajajaran.
Ceuk galindeng Cianjuran’ – Mang Koko
Demikian deskripsi maestro karawitan Koko Koswara atau akrab Di nama Mang Koko mengenai Cianjur, Daerah bekas ibu kota Karesidenan Priangan.
Cianjur telah lama dikenal sebagai Daerah yang subur Lantaran Dibagian utaranya merupakan kaki Gunung Gede-Pangrango, gunung api yang pernah beberapa kali meletus, dan letusan terakhirnya Ke 1957 mengharuskan ibu kota karesidenan pindah Di Bandung.
Ke utara Cianjur, tanah vulkanik jejak letusan gunung banyak dimanfaatkan sebagai lahan Pertanian. Tanahnya subur. Semua yang ditanam tumbuh. Sayuran, bunga-bunga hias, Malahan Ke masa silam Daerah Cibodas dipakai Sebagai aklimatisasi tanaman agar bisa hidup dan tumbuh Ke Nusantara.
Nama Cianjur Dari warganya sendiri sering ‘diputus-asakan’ menjadi ‘Katalanjuran’ yang artinya terlanjur. Padahal, Cianjur punya silsilah nama yang merekam bagaimana melimpahnya air Ke Daerah itu, Sebelum dahulu.
Sungai Cianjur
Jika Anda berkunjung Di Cianjur dan berjalan kaki Di arah barat Di Pendopo Bupati Cianjur, Akansegera ada sebuah jembatan Ke atas sungai. Itulah Sungai Cianjur. Sungai yang membelah kota.
Sungai itu berhulu Ke kaki Gunung Gede-Pangrango dan airnya Datang dan berakhir Ke DAS Citarum. Sungai itu meliuk-liuk, seolah-olah menjadi kekhasan tersendiri.
Menurut Saep Lukman Untuk sebuah tulisan Ke laman Info Cianjur (2026), Untuk Kebiasaan toponimi, kata ‘Anjur’ Untuk Cianjur merujuk Ke ‘arah atau karakter aliran tertentu’
Nama Sungai Cianjur disebut-sebut sebagai cikal bakal penamaan Daerah administratif ini. Banyak yang mengatakan, ‘anjur’ diambil Di kata ‘Anjuran’ yang merupakan titah pemimpin kepada rakyatnya. Akan Tetapi, apakah makna ini relevan?
Asal Usul Nama Cianjur
Sebagaimana Lokasi-Lokasi lainnya Ke Jawa Barat, penggunaan kata ‘Ci’ yang berarti cai atau air merupakan hal yang lazim Sebagai menamai suatu tempat. Juga Cianjur, yang merupakan gabungan dua kata, Cai dan Anjur.
Jika Ci adalah cair atau air, apa arti Anjur? detikJabar menelusuri kata itu Ke dua kamus: Sundadigi besutan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan A Dictionary of the Sunda Language of Java gubahan Jonathan Rigg.
Untuk Sundadigi, kata ‘Anjur’ bermakna ‘sabangsa Alatmakan keur ngarojok cai sangkan kaluar’ (semacam Alatmakan yang digunakan Sebagai mengorek lubang agar airnya keluar).
Makna tersebut mengindikasikan bahwa ‘anjur’ adalah sebuah alat Sebagai memperlancar aliran air. Alat itu ditusukkan Di Untuk lubang supaya air yang tersendat sedimen bisa kembali Datang. Mungkinkah pemaknaan nama Ci Anjur adalah air yang dikorek supaya terus Datang?
Ke Untuk kamus gubahan Jonathan Rigg, dikatakan bahwa ‘Anjur’ punya dua makna. Makna pertama adalah alat Sebagai membersihkan pohon pinang Di pelepahnya yang tua (upih). Kedua, yakni pelepah pinang atau kulit kayu lebar yang dipasang Ke Antara kayu bercabang yang digunakan Sebagai memperlancar aliran air Di sebuah lubang.
Makna kedua itu tampaknya senada Di apa yang diungkapkan Untuk kamus Sundadigi. Yaitu, berkaitan Di alat Sebagai memperlancar aliran air. Wallahu a’lamu.
(iqk/iqk)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Di Alat Pengalir Air hingga Titah Raja











