Mojokerto –
Tugu Wiraraja menjadi salah satu ikon Terbaru alun-alun Ke Kota Mojokerto. Tak sekadar estetis, tugu setinggi 45 meter ini juga menyimpan nilai-nilai sejarah Kemerdekaan RI sekaligus melestarikan warisan Kerajaan Majapahit.
Ketua Bidang Kajian dan Pembuatan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, Ayuhanafiq (Yuhan) menjelaskan, Tugu Wiraraja dibangun setinggi 45 meter. Kolam Ke Dibagian dasarnya didesain sudut 8 seperti Surya Majapahit. Sedangkan tangganya terdiri Di 17 bilah.
“Angka-angka tersebut Menunjukkan tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945,” jelasnya kepada detikJatim, Rabu (19/8/2026).
Sedangkan desain Tugu Wiraraja diadopsi Di bangunan suci zaman Majapahit. Yaitu lingga simbol Dewa Siwa dan yoni simbol Dewi Parwati. Lingga dan yoni melambangkan kesuburan Di arti luas.
Menurut Ayuhanafiq, lingga dan yoni juga diadopsi Kepala Negara Soekarno ketika merancang Tugu Monas Ke Jakarta. Hanya saja Tugu Wiraraja dibentuk pilinan agar sedikit berbeda. Ke Di Itu, tubuh tugu tersebut melambangkan perjalanan hidup yang dinamis Bersama cita-cita kuat.
“Terdapat bunga teratai atau padma mekar Menunjukkan puncak pencapaian spiritual atau hubungan vertikal Di manusia Bersama Sang Pencipta. Sedangkan padma posisi kuncup Ke atas melambangkan kekuatan rohaniah,” terangnya.
Ruangan Ke Di kaki Tugu Wiraraja dihiasi 4 bidang relief yang juga sarat nilai sejarah. Relief sisi timur menceritakan penobatan Dyah Gitarja sebagai raja perempuan pertama Kerajaan Majapahit tahun 1329 masehi Bersama gelar Abhiseka Tribhuana Wijaya Tungga Dewi.
Relief utara menceritakan perpindahan pusat pemerintahan Di Kauman Kuthobedah (Sooko) Ke Magersari, Kota Mojokerto (Kantor Pemkab Mojokerto) tahun 1838.
Relief sisi barat menceritakan pertemuan mempertahankan kemerdekaan RI tahun 1945 Ke Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan sekitarnya. Tanding tersebut mengakibatkan gugurnya salah satu putra terbaik Kota Mojokerto, yakni KH Nawawi. Sedangkan relief sisi selatan menggambarkan wajah pembangunan Kota Mojokerto bercirikan sejarah dan Kearifan Lokal Global.
“Pemerintah Kota Mojokerto ingin menjadikan alun-alun sebagai kawasan yang lebih bermakna Bersama menonjolkan sisi Kota Mojokerto yang identik Berencana sejarah Kerajaan Majapahit,” ujar Ayuhanafiq.
Alun-alun yang Di ini terletak Ke Daerah Kota Mojokerto, kata Ayuhanafiq, dibangun jauh Sebelumnya Indonesia merdeka, yaitu tahun 1838. Pembangunannya bersamaan Bersama Rumah Bupati Mojokerto Ke sisi timurnya.
Sebelah selatan alun-alun dulunya kampung pecinan, sebelah baratnya Masjid Agung Kauman yang kini menjadi Masjid Agung Al Fattah, sedangkan sisi utaranya kantor asisten residen Belanda yang kini menjadi Markas Korem 082/CPYJ.
Setelahnya 1945, lanjut Ayuhanafiq, Kota Mojokerto menjadi salah satu garis Lini Di Untuk para pejuang Untuk mempertahankan kemerdekaan. Untuk mengenang perjuangan tersebut, dibangunlah Tugu Proklamasi Ke Ditengah alun-alun yang diresmikan Ke 5 Desember 1949. Ke tengahnya terdapat relief naskah proklamasi.
“Peresmian Tugu Proklamasi bersamaan Bersama penyerahan kedaulatan Di tentara Belanda kepada pemerintah RIS,” ungkapnya.
Tugu Proklamasi Ke pusat Alun-alun Kota Mojokerto lantas direnovasi Ke masa pemerintahan Wali Kota Sami’oedin tahun 1981. Menurut Ayuhanafiq, renovasi Untuk memperkuat citra Mojokerto sebagai salah satu kota perjuangan.
Ketika merevitalisasi alun-alun, Pemkot Mojokerto juga membongkar Tugu Proklamasi Ke 9 September 2021. Tugu bersejarah itu lantas digantikan Dari Tugu Wiraraja yang lebih megah nan estetis. Wiraraja juga disematkan kepada nama alun-alun ini.
“Wiraraja Memperoleh makna pemimpin pemberani. Ada yang menyebut nama itu sebagai penghormatan Ke Arya Wiraraja yang membantu pendirian kerajaan Majapahit, ada juga yang menyebut Wiraraja adalah nama pasukan pengawal raja,” tandasnya.
Tugu Wiraraja Ke pusat alun-alun dibangun secara bertahap tahun 2021-2023. Pembangunannya menelan Dana setidaknya Rp 2,3 miliar. Setelahnya Itu Rp 888 juta Untuk pembuatan relief.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Tugu Wiraraja Mojokerto, Paduan Nilai Kemerdekaan RI-Warisan Majapahit







