BULELENG – Sebuah langkah besar Untuk membangun desa berbasis Kearifan Lokal Dunia dan potensi alam resmi terwujud. Anjungan Desa Adat Tista yang berada Di Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, kini rampung dan siap menjadi ruang Mutakhir Pembaruan wisata desa.
Kehadiran anjungan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol nyata kekuatan kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian Putra Desa (Krama Pengampel) Desa Adat Tista yang berada Di perantauan Pada tanah kelahirannya.
Berada Di jalur strategis lintasan Pekutatan–Dapdap Putih–Pupuan, Anjungan Desa Adat Tista menawarkan panorama alam perbukitan, lembah, dan hamparan perkebunan yang menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini juga Memiliki potensi wisata lain seperti jalur tracking, wisata spiritual penglukatan, serta kekayaan alam pedesaan yang masih asri.
Ketua Pengurus Putra Desa Adat Tista, I Gede Supariatna, mengatakan pembangunan anjungan merupakan bentuk nyata kepedulian Putra Desa Untuk Membahas peran membangun desa adat.
“Membangun desa adat bukan hanya tugas prajuru atau kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh krama adat. Putra Desa hadir bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi Dibagian Di kekuatan desa adat Di Memberi gagasan, tenaga, dan pemikiran Sebagai kemajuan bersama,” ujar Supariatna Di peluncuran Anjungan Desa Adat Tista, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, semangat menyama braya menjadi landasan utama Untuk menggerakkan partisipasi Putra Desa dan krama pengampel Sebagai terus berkontribusi.
“Lewat kebersamaan ini, kami berharap Putra Desa dapat terus ikut meringankan beban krama adat, memikirkan kemajuan desa, serta Memperkenalkan kegiatan yang Memberi manfaat Untuk Komunitas,” katanya didampingi penasehat Putra Desa, Jro De Belong dan Komang Galung.
Tidak berhenti Di pembangunan anjungan, Putra Desa Adat Tista juga menggagas Langkah penghijauan Di target menanam 1.000 pohon cemara lilin secara bertahap Di sepanjang jalan dan titik strategis kawasan desa.
Penasehat Putra Desa Adat Tista, Komang Edyanto atau Mang Galung, mengatakan gerakan tersebut menjadi Dibagian Di upaya menciptakan wajah Mutakhir Desa Adat Tista yang hijau sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
“Penanaman cemara lilin ini bukan hanya Sebagai penghijauan, tetapi diharapkan menjadi ikon wajah Desa Tista. Pembaruan wisata desa harus didukung kesadaran Komunitas agar mampu membuka Potensi ekonomi Mutakhir,” ujarnya.
Ia menilai potensi kawasan Busungbiu Dibagian atas sangat besar Sebagai dikembangkan, terutama Di kekuatan alam, Kearifan Lokal Dunia, dan Karya Komunitas yang masih terjaga.
Bendesa Adat Tista, Jro Kadek Asoi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran Putra Desa yang telah Memperkenalkan sebuah anjungan sebagai Dibagian Di Pembaruan potensi wisata desa.
“Tujuan pembangunan ini Sebagai mengangkat potensi Perjalanan Di Luarnegeri Di Daerah Busungbiu atas. Banyak potensi yang dapat dikembangkan, mulai Di sumber air suci atau beji, jalur tracking Di panorama perbukitan, perkebunan, hingga keberagaman potensi lima desa adat Di kawasan ini,” jelasnya.
Sambil Itu, Kepala Desa Dapdap Putih, I Gede Marjaya, mengapresiasi langkah Putra Desa Adat Tista yang dinilai menjadi contoh nyata keterlibatan generasi penerus Untuk membangun desa.
“Saya merasa bangga Di gagasan dan pemberdayaan potensi yang digerakkan Dari Putra Desa Adat Tista. Ini menjadi contoh Untuk putra desa adat lainnya agar ikut berkontribusi membangun desa kelahirannya,” ungkapnya.
Menurutnya, kawasan lima desa Di Daerah atas Kecamatan Busungbiu Memiliki potensi alam luar biasa yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Anjungan Desa Adat Tista diharapkan tidak hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi menjadi ruang bersama Sebagai Mengintroduksi keindahan alam, Kearifan Lokal Dunia, Kearifan Lokal, serta keramahan Komunitas Tista kepada Komunitas luas.
Di Di, kawasan ini diharapkan mampu membuka Potensi ekonomi kerakyatan Lewat Pembaruan produk lokal, kegiatan Kearifan Lokal Dunia, Imajinasi Komunitas, hingga Karya wisata berbasis desa.
“Atas nama Putra Desa Adat Tista, kami menyampaikan terima kasih dan Pengakuan setinggi-tingginya kepada seluruh krama adat, krama pengampel, para penglingsir, prajuru desa adat, para donatur, dan seluruh pihak yang telah Memberi Dukungan hingga Anjungan Desa Adat Tista dapat terwujud,” ujar Jro De Belong.
Di rampungnya anjungan ini, Desa Adat Tista menorehkan langkah Mutakhir: membangun ruang kebersamaan hari ini, sekaligus menanam harapan Untuk masa Di desa wisata yang berakar Di Kearifan Lokal Dunia dan kelestarian alam. (*)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Anjungan Desa Adat Tista Rampung, Bidik Destinasi Mutakhir Di Gerakan Tanam 1.000 Cemara











