Malang –
Proses pemugaran Candi Jago Ke Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, terus berjalan. Pada ini pemugaran sudah menyentuh tahap dua, yakni menyentuh Pada tubuh Bersama candi peninggalan Kerajaan Singhasari abad Ke-13 itu.
Pantauan Ke lapangan, Sabtu (5/9/2026), sejumlah pekerja terlihat sibuk menata kembali susunan candi yang rusak Bersama batu andesit Terbaru.
Batu-batu andesit pengganti secara khusus dipesan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah XI Jawa Timur Bersama Daerah Jogjakarta dan Tulungagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batu berbentuk persegi Memiliki ketebalan 23 centimeter dan 24 centimeter ditatap Bersama rapi menyerupai struktur awal candi.
“Ini sudah tahap kedua, tahun ini ditargetkan selesai,” kata salah satu pekerja ditemui Ke lokasi.
Pemugaran Candi Jago sudah diawali Dari tahun 2025 kemarin, Bersama merombak Pada kaki candi. Bersama melibatkan unit pemasangan, pembongkaran, finishing Lewat pendekatan konservasi berbasis Eksperimen.
Candi Jago sendiri Memiliki panjang 24 meter Bersama lebar 14 meter. Sambil Itu tinggi candi yang tersisa adalah 10,5 meter. Candi berdiri menjadi tiga Pada, yaitu Pada kaki candi, tubuh serta cungkup atau atap candi.
Pahatan sekaligus naratif Bersama relief candi disebut Memiliki keunikan tersendiri dibandingkan peninggalan candi lainnya Ke Daerah Malang Raya.
Relief-relief itu menampilkan berbagai kisah, mulai Bersama cerita Tantri dan Kunjarakarna, hingga adegan-adegan moral dan kosmologis yang diukir Bersama detail menakjubkan.
Candi Jago ditemukan Belanda Ke tahun 1834, ketika kondisinya sudah rusak akibat akar pohon beringin besar Ke sekitarnya. Keberadaan pohon tersebut diduga sengaja ditanam sebagai penanda sekaligus pelindung candi.
Sebelumnya Itu, Candi Jago sudah pernah Merasakan pemugaran yakni Ke tahun 1890 dan tahun 1908.
Pada pemugaran awal berlangsung tahun 2025 kemarin, para pekerja menemukan susunan bata yang berbeda dan tersusun rapi Ke Pada Didepan barat candi, Di beberapa meter Bersama badan utama.
Para arkeolog menduga struktur bata ini merupakan Pada Bersama fase pembangunan atau penambahan Ke era Majapahit, yang Menunjukkan kompleks situs itu Merasakan fase pemanfaatan dan modifikasi berulang Supaya mencerminkan dinamika kekuasan dan ritual Bersama Singosari Ke Majapahit.
(auh/hil)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Pemugaran Candi Jago Malang Masuk Tahap 2





