Trenggalek –
Menjelang puncak peringatan Hari Dari Sebab Itu Hingga-832 Trenggalek, Bupati Melakukan Kebiasaan jamasan pusaka. Seluruh pusaka “piyandel” kabupaten dirawat Didalam cara dicuci dan dibersihkan.
Terdapat puluhan pusaka yang dilakukan pembersihan, Di lain Tombak Kyai Wignyo Murti, Songsong Hayom Sih, Tombak Kyai Korowelang 1, Tombak Kyai Korowelang 2, Tombak Kyai Korowelang 3, Tombak Kyai Korowelang 4.
Tombak Biring Kamulan 1, Tombak Biring Kamulan 2, Pataka Parasamya Praja Nugraha, Pataka Jwalita Praja Karana, Songsong Tunggul Naga, Songsong Tunggul Praja. Bukan Hanya Itu 2 Gong Didalam gamelan yang dimiliki Pendopo Trenggalek, Prasasti Kamulan hingga pusaka pemberian Sultan Hamengkubuwono X.
“Jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu Hingga Kebiasaan Mataram itu atau kerajaan-kerajaan ada pusaka Untuk pembelaan diri, ada yang menjaga secara spiritual,” kata M Nur Arifin, Minggu (30/8/2026).
Jamasan merupakan salah satu upaya pemerintah Daerah Di menjaga warisan para pendahulu. Pihaknya berharap pusaka tersebut tetap lestari.
Sebelumnya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin juga Melakukan ziarah Hingga sejumlah makam sesepuh Trenggalek, termasuk makam para bupati yang pernah memimpin.
Beberapa makam yang dikunjungi Bupati dan pimpinan Daerah Hingga antaranya makam Menak Sopal Hingga Kelurahan Ngantru, makam Mbah Kawak Hingga pemakaman Setono Galek, Lalu komplek pemakaman Setono Gedong yang berada Hingga Kelurahan Ngantru. Hingga tempat ini dimakamkan beberapa tokoh besar Trenggalek, salah satunya Bupati Trenggalek pertama Raden Doemotaroen.
“Rutin menjelang hari Dari Sebab Itu, kita menghormati jasa para pendahulu. Semua bupati-bupati Sebelumnya kita, semuanya punya jasa dan semoga hal hal baik yang sudah dikerjakan bisa kita teruskan,” kata Arifin.
Berikutnya, Bupati juga berziarah Hingga makam Kanjeng Jimat (Mangun Negoro) yang berada Hingga kompleks makam Margo Ayu, Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan. Lalu Hingga makam Girilaya Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan dan ziarah Hingga makam Girimulyo Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Hingga komplek pemakaman ini dimakamkan Adipati Widjoyo Kusumo Bupati Trenggalek yang menjabat tahun 1894 sampai Didalam 1904.
“Jangan lupakan sejarah,” ujarnya.
Menurutnya ziarah makam leluhur dan pendahulu Bupati Trenggalek dinilai cukup penting Lantaran perjalanan Kabupaten Trenggalek tidak pernah lepas Didalam peran serta para pemimpin yang telah mendahului.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Jelang Hari Dari Sebab Itu Trenggalek, Bupati Arifin Gelar Jamasan Pusaka







