Sukabumi –
Pemerintah Indonesia terus menggenjot proses repatriasi atau pengembalian benda-benda bersejarah yang berada Hingga luar negeri. Pembantu Kepala Negara Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan, proses pemulangan ribuan koleksi fosil temuan paleoantropolog asal Belanda, Eugene Dubois, Pada ini masih terus berjalan dan ditargetkan segera tiba.
“Masih jalan, masih jalan terus, masih kita lakukan. Ini Eugene Dubois masih Untuk perjalanan, mudah-mudahan ada 28 ribu fosil Setelahnya Itu masih banyak yang lain-lain. Karena Itu dikembalikan yang diambil Bersama kolonial secara tidak sah, illegitimate, ini Berencana kita kembalikan,” ujar Fadli Zon usai meresmikan museum Tempattinggal Pengasingan Bung Hatta-Sjahrir Hingga Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).
Repatriasi puluhan ribu spesimen fosil yang mencakup temuan penting seperti Homo erectus ini merupakan langkah strategis pemerintah Untuk mengembalikan serpihan sejarah peradaban bangsa yang sempat ‘terusir’ Hingga luar negeri Di masa kolonial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi massal yang mencakup atap tengkorak, tulang paha (femur), hingga gigi geraham tersebut Sebelumnya disimpan dan diteliti Hingga Belanda.
Pengembalian ribuan koleksi bersejarah ini merupakan hasil Bersama Kajian asal-usul mendalam serta perundingan intensif Antara Kementerian Kebudayaan Bersama Colonial Collections Committee (CCC) Belanda. Pemerintah juga menyepakati pembentukan Skuat gabungan guna mengamankan proses pemulangan bertahap serta memperkuat kerja sama Kajian ilmiah Hingga Di.
Kendati beberapa artefak penting Bersama koleksi Eugene Dubois telah lebih dikembalikan seperti Java Man. Akan Tetapi, penetapan cagar Kearifan Lokal Dunia nantinya tidak dilakukan Pada setiap benda secara terpisah.
Ia menuturkan nantinya Berencana menetapkan koleksi tersebut sebagai satu kesatuan. “Tapi yang masterpiece-nya Bisa Jadi sudah ya, Java Man dan juga beberapa femur, artefak-artefak yang penting, tapi satu koleksi itu Bisa Jadi tidak satu per satu tapi satu koleksi,” ujarnya.
Bersama kembalinya ribuan artefak dan fosil penting ini Hingga Tanah Air, pemerintah berharap hal tersebut tidak hanya memperkaya khazanah sejarah nasional, tetapi juga memperkuat kedaulatan Kearifan Lokal Dunia serta membuka ruang Kajian yang lebih luas Untuk ilmu pengetahuan Hingga Indonesia.
Sekedar informasi, Kementerian Kebudayaan menyebut hingga Agustus 2026 terdapat 1.485 warisan Kearifan Lokal Dunia yang telah ditetapkan atau direkomendasikan sebagai Cagar Kearifan Lokal Dunia Pangkat Nasional.
Beberapa yang tercatat Hingga antaranya Istana Merdeka Hingga Jakarta sebagai bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia, Jembatan Ampera Hingga Palembang sebagai Struktur Cagar Kearifan Lokal Dunia, hingga 352 objek pengembalian hasil rampasan Puputan Badung tahun 1906, termasuk mata tombak, anting, Alatpemotong, dan cincin.
(yum/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 28 Ribu Koleksi Eugene Dubois Berencana Segera ‘Pulang Kampung’ Hingga Indonesia











