Majalengka –
Pertunjukan Karyaseni biasanya mengandalkan apa yang dilihat dan didengar penonton. Akan Tetapi, pertunjukan multisensori yang digelar Di Kabupaten Majalengka menawarkan Penghayatan berbeda.
Minuman, teh, dan rempah tak hanya menjadi produk, tetapi turut menjadi Dibagian Di pertunjukan.
Pertunjukan bertajuk Dapur itu digelar Di Cabanas Outdoor Venue Hotel Metland Smara Kertajati, Sabtu (12/9/2026) malam. Pertunjukan tersebut merupakan kolaborasi tinyUH dan Ocky Sandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ocky Sandi yang terlibat sebagai penulis naskah, dramaturg sekaligus Olahragawan mengatakan, pertunjukan tersebut menjadi cara Untuk Memperkenalkan produk usaha Lewat Karyaseni.
“Dari Sebab Itu ini tuh sederhananya upaya kami Untuk Memperkenalkan diri Lewat Karyaseni pertunjukan,” kata Ocky kepada detikJabar.
Menurutnya, para pelaku usaha yang terlibat juga Memperoleh kedekatan Di dunia Karya Seni. Hal itu Sesudah Itu melahirkan gagasan Untuk mempertemukan produk Di pertunjukan.
Konsep tersebut dinilai Memikat Lantaran penonton tidak hanya menikmati pertunjukan Lewat audio dan visual. Ada pula sesuatu yang dapat dimakan dan diminum sebagai Dibagian Di Penghayatan pertunjukan.
“Yang disebut pertunjukan multisensori itu jarang dilakukan. Dari Sebab Itu biasanya kalau pertunjukan kan hanya audio dan visual, sekarang ada sesuatu yang bisa diminum,” ujarnya.
Dapur, Minuman dan Jejak Kolonialisme
Cerita Di pertunjukan tersebut berangkat Di ruang yang sangat Didekat Di kehidupan manusia, yakni dapur.
Ocky mengatakan, dapur Sebelum dahulu bukan sekadar tempat Untuk menyiapkan Makanan. Di dalamnya terdapat kehidupan, nilai, hingga Kegiatan perdagangan yang Sesudah Itu berkembang dan Memperoleh kaitan Di perjalanan sejarah.
Meski Ilmu Pengetahuan membuat Kegiatan Di dapur Lebih praktis, menurut Ocky, makna dasar Di ruang tersebut tetap penting Untuk diingat.
Pertunjukan itu Sesudah Itu membawa penonton menelusuri bagaimana dapur dan Produk Internasional seperti Minuman serta rempah pernah Memperoleh pengaruh besar Pada perjalanan dunia.
“Di Ditengah-Ditengah pertunjukan ini Berencana ada narasi dibawakan Dari seorang penjelajah. Dia menceritakan tentang bagaimana dapur ini pernah mengubah arah dunia,” tuturnya.
|
Pertunjukan Karyaseni Multisensorial Di Majalengka Foto: Erick Disy Darmawan
|
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa Untuk mencari Produk Internasional Di Nusantara Sesudah Itu menjadi Dibagian Di narasi pertunjukan. Cerita itu ditarik hingga persoalan yang masih relevan Di kehidupan Di ini.
Di pertunjukan, unsur bunyi menjadi salah satu kekuatan artistik. Ocky Membahas peran Lewat keaktoran dan narasi, Sambil Itu para kolaborator membangun musikalitas serta prosesi penyuguhan.
Gerakan Di menyeduh minuman juga menjadi Dibagian Di dramaturgi pertunjukan.
Di balik Minuman dan rempah yang disuguhkan, Ocky membawa pesan tentang hubungan Ditengah nilai kemanusiaan dan kepentingan ekonomi.
Menurutnya, keduanya semestinya berjalan beriringan. Sebab ketika kepentingan perdagangan berkembang tanpa Kesejajaran, manusia dan nilai yang dimilikinya Berpotensi Untuk terpinggirkan.
“Pertunjukan ini mencoba Untuk mengingatkan kita semua bahwa nilai dan kapital itu harus berjalan beriringan,” katanya.
Ia juga mengajak penonton Untuk kembali Mengetahui apa yang dimiliki dan merawatnya. Gagasan tersebut sekaligus menjadi refleksi Pada sejarah ketika kekayaan alam menjadi alasan kedatangan bangsa Foreign Hingga Nusantara.
Ocky menggambarkan pesan itu Lewat ajakan agar Komunitas tidak kehilangan kendali atas apa yang dimilikinya sendiri.
“Untuk kita, mari kita rawat yang kita punya. Mari Dari Sebab Itu raja dan ratu yang pandai merawat kerajaannya sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, Komunitas tetap bisa membuka diri kepada pihak luar. Akan Tetapi, hubungan tersebut semestinya berlangsung secara adil dan tidak kembali menempatkan Komunitas sebagai pihak yang hanya menyediakan sumber daya.
Selain membawa Permasalahan ekonomi dan sejarah, pertunjukan tersebut juga mengajak penonton mengingat kembali cara manusia memperlakukan sesuatu yang masuk Hingga Di tubuh.
Prosesi penyuguhan menjadi Dibagian penting Di pertunjukan. Untuk Ocky, Makanan dan minuman seharusnya tidak diperlakukan secara sembarangan Lantaran berkaitan langsung Di tubuh manusia.
Ia menilai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan ritme kehidupan yang Lebih cepat membuat manusia terkadang melupakan perhatian Pada hal-hal sederhana, termasuk proses menyiapkan dan menikmati Makanan atau minuman.
“Prosesi penyuguhan ini juga menjadi bahwa kami masih meyakini sesuatu yang masuk Hingga Di perut itu harus dipersiapkan benar-benar,” ujarnya.
Lewat pertunjukan Dapur, Minuman dan rempah akhirnya tidak berhenti sebagai sesuatu yang sekadar disajikan Untuk diminum. Keduanya menjadi medium Untuk membawa penonton menyusuri hubungan Ditengah dapur, sejarah, perdagangan, Karya Seni, hingga cara manusia merawat apa yang dimilikinya.
(tya/tya)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Di Minuman dan Rempah Dari Sebab Itu Dibagian Pertunjukan Karyaseni Multisensori Di Majalengka











