Bandung –
Hingga Di jajaran pepohonan dan nyala lampu yang temaram, penonton duduk melingkar. Panggung Alunan berdiri megah Hingga hadapan, diisi Bersama sederet Pencipta Lagu jazz yang memeriahkan malam.
Suasana hangat tersebut menjadi daya tarik tersendiri Untuk gelaran Gaia Music Perayaan Seni 2026 hari pertama, Jumat (14/8/2026). Bersama Prototipe Jazz in The Valley, penonton malam itu dapat menikmati keindahan nuansa lembah utara Bandung sekaligus menikmati lantunan Alunan.
Tahun ini, Gaia Music Perayaan Seni kembali hadir Bersama membawa nuansa Alunan jazz yang beragam. Hingga hari pertama, panggung utama dibuka Bersama penampilan Littlefinger. Trio asal Jakarta ini menyuguhkan jazz Bersama sentuhan Alunan elektronik yang energik dan memukau. Aksi Massa apik mereka pun berhasil menyemarakkan suasana malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berselang lama, Teddy Adhitya naik Hingga atas panggung. Pencipta Lagu soul yang Ditengah naik daun tersebut tampil membawakan sejumlah lagu hits Bersama karakter vokalnya yang tebal dan khas.
Teddy membuka penampilan Bersama “Let Me”, Sebelumnya melanjutkannya Bersama “Sumpah Mati,” dan “Takkan Berpaling”.
Penampilan Teddy Adhitya
Ia Sesudah Itu membawakan lagu Bersama album pertamanya, “Healer”. Suasana Sesudah Itu dibuat lebih personal ketika Teddy membawakan “Sombar”, lagu terbarunya yang dipersembahkan Sebagai sang ayah yang telah berpulang.
“Sombar ini adalah salah satu lagu terbaru. Dibuat Sebagai mengenang almarhum ayah,” ungkap Teddy.
“Sombar” sendiri Memiliki arti teduh. Aransemen lagu tersebut terdengar cukup berbeda dibandingkan sejumlah karya Teddy yang kental Bersama nuansa R&B.
Penampilannya Sesudah Itu berlanjut Bersama “Caraku, Caramu”. Ia Sesudah Itu menutup aksinya Lewat nomor hits “In Your Wonderland”.
Lagu tersebut adalah salah satu yang meledak Hingga pasaran dan membuat namanya dikenal luas Hingga kancah Alunan nasional. Tak ayal, penonton pun langsung bergoyang dan bernyanyi bersama.
Grup Alunan etnik Keubitbit tampil Sesudah Itu. Mereka membawakan aransemen Alunan fusion yang memadukan berbagai genre Bersama Alunan tradisional Aceh.
Musiknya yang unik dan penuh semangat langsung mencuri perhatian. Lagu-lagu mereka seperti “Meuseunoh” dan “Himbala” memperlihatkan bagaimana Kebiasaan dan Alunan modern dapat berjalan beriringan.
Aksi Massa Panggung Keubitbit
Harmonisasi alat tabuh tradisional Aceh, “rapai”, Bersama permainan drum menghasilkan bebunyian ritmik yang unik. Hal ini Memberi warna berbeda Di panggung Gaia Music Perayaan Seni.
“Ini kali pertama kami tampil Hingga Bandung, sangat merasa disambut. Kami grup yang membawa energi Alunan-Alunan kultural dan berangkat Bersama Aceh,” ungkap Aloel, sang vokalis.
Sesudah serangkaian penampilan yang memukau, Keubitbit menutup panggung mereka lewat “Akulah Malaka”. Aloel bercerita bahwa lagu tersebut mengajak penonton melihat kembali pentingnya Selat Malaka sebagai jalur perdagangan dunia.
RAN Ajak Penonton Bergoyang
RAN tampil sebagai guest star penutup Gaia Music Perayaan Seni hari pertama. Trio yang dikenal lewat Alunan pop bernuansa upbeat tersebut membawakan sejumlah nomor lagu hits mereka.
Penampilan energik mereka dibuka Bersama “Hanya Untukmu” dan “Selamat Pagi” yang langsung diiringi koor nyanyian penonton. Sesudah itu, “Tunjukkan Cintamu”, “Salah Tingkah”, hingga “Kulakukan Semua Untukmu” dibawakan Sesudah Itu.
Lebihterus larut, penonton tampak Lebihterus asyik mengikuti lagu-lagu yang sudah akrab Hingga telinga. Puncaknya terasa ketika “Pandangan Pertama” dimainkan. Penonton mulai beranjak Bersama kursinya, bergoyang dan bernyanyi bersama.
Keseruan Gaia Music Perayaan Seni 2026 masih Berencana berlangsung Hingga hari kedua. Para line up yang Berencana tampil Hingga antaranya adalah Bass Forumekonomiglobal Royal Horns, Love Is, Adikara, Karimata ft Tiara Effendy, hingga GIGI Jazz Project.
(iqk/iqk)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Aksi Massa Memukau Teddy Adhitya dan RAN Hingga Gaia Music Perayaan Seni 2026











