DENPASAR – Komposisi Bangsa asal wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung Hingga Bali Merasakan perubahan. Wisatawan asal Prancis menyalip wisatawan India dan menempati posisi ketiga Bangsa penyumbang kunjungan wisman terbanyak Hingga Bali Ke Agustus 2026.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Kamis (1/10/2026), jumlah kunjungan wisman Hingga Bali Ke Agustus 2026 mencapai 685.994 kunjungan. Angka tersebut turun 1,69 persen dibandingkan Didalam Juli 2026.
Akan Tetapi, jika dibandingkan secara tahunan atau year on year (yoy) Didalam Agustus 2025, jumlah kunjungan wisman Ke Agustus 2026 masih tumbuh 0,46 persen.
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan, kunjungan wisman Hingga Bali tercatat Lewat dua pintu masuk, yakni Lewat udara dan laut. Di total kunjungan tersebut, sebanyak 685.956 wisatawan masuk Lewat pintu udara, sedangkan 38 wisatawan Lewat pintu laut.
Menariknya, terjadi perubahan Ke posisi Bangsa asal wisatawan terbanyak. Australia masih menduduki Posisi pertama Didalam 161.258 wisatawan, disusul Tiongkok sebanyak 57.613 wisatawan.
Sambil Itu, Prancis kini berada Hingga posisi ketiga Didalam 41.937 wisatawan, menggeser India yang berada Hingga posisi keempat Didalam 34.830 wisatawan. Inggris berada Hingga posisi kelima Didalam 32.928 wisatawan.
Hendrayana mengatakan, perubahan tersebut Menunjukkan adanya dinamika Ke peta pasar wisatawan Bali. Prancis yang Sebelumnya Itu tidak berada Hingga atas India kini mencatatkan jumlah kunjungan lebih tinggi.
Menurut Hendrayana, perubahan tersebut juga dapat menjadi Kemungkinan Bagi Bali Sebagai melihat lebih jauh potensi pasar wisatawan Eropa.
Ia menyebut, salah satu faktor yang kemungkinan berpengaruh Pada meningkatnya kunjungan wisatawan Prancis adalah periode liburan musim panas Hingga Bangsa tersebut. Akan Tetapi, ia menegaskan faktor tersebut masih perlu dilihat berdasarkan data dan indikator lainnya.
“Hingga Perancis itu kan katanya lagi nggak kondusif iklimnya. Lagi panas banget. Supaya ada liburan musim panas dan banyak warga Perancis yang Berpergian,” ujarnya.
Didalam Situasi tersebut, Hendrayana melihat pasar Prancis dan Bangsa-Bangsa Eropa lainnya dapat menjadi salah satu pasar yang Memiliki Kemungkinan Sebagai dikembangkan.
“Artinya Bangsa ini bisa Karena Itu Kemungkinan Terbaru,” katanya.
Ia menambahkan, wisatawan asal Eropa Di ini dikenal Memiliki potensi pengeluaran atau spending yang relatif besar Di berwisata. Sebab itu, perubahan komposisi pasar tersebut dapat menjadi perhatian Di Pembaruan strategi Wisata Internasional Bali.
“Oh iya, betul. Kalau Bangsa Eropa, biasanya kan spending-nya besar. Bisa Karena Itu salah satu pasar yang dibidik,” pungkasnya. (*)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Wisatawan Prancis Salip India, Pasar Eropa Karena Itu Kemungkinan Terbaru Wisata Internasional Bali











