Klungkung –
Suasana khidmat dan penuh nilai spiritual mewarnai Museum Semarajaya, Kabupaten Klungkung, Bali, Pada perayaan Hari Raya Saraswati, Sabtu (31/10/2026). Pengelola museum Melakukan upacara Pasupati atau penyucian Di koleksi naskah kuno (lontar) sebagai bentuk penghormatan Di Sang Hyang Aji Saraswati, dewi pengetahuan Di ajaran Hindu.
Kepala UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Cokorda Gde Nala Rukmaja, menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen penuh Di merawat dan menjaga kelestarian pustaka-pustaka leluhur tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setiap Saraswati, kami selalu menghaturkan sesajen Sebagai koleksi, salah satunya lontar Ke Museum Semarajaya Klungkung,” kata Cokorda Gde Nala Rukmaja Di detikBali.
“Kami tetap berkomitmen Sebagai menyucikan lontar-lontar yang ada Ke Museum Semarajaya. Semoga Ke Didepan lontar-lontar yang Di umumnya yang ada Ke Bali dan khususnya Ke Klungkung, terus Memperoleh perhatian Bersama pemerintah,” imbuhnya.
Cok Rukmaja juga memaparkan bahwa Museum Semarajaya menyimpan kurang lebih 200-an lontar. Sebagian besar merupakan lontar sumbangan Bersama Kelompok Desa Sangkan Buana, Nusa Penida, Ke mana Disekitar 100 lontar Ke antaranya telah teridentifikasi. Adapun isi Bersama naskah kuno tersebut sangat beragam, mulai Bersama pengayoman, kelahiran bayi, hingga Usada (Terapi-obatan tradisional).
Yang Berhubungan Bersama proses pembersihan fisik yang menjadi Pada Bersama bakti saraswati, ia menjelaskan bahwa pembersihan tidak dilakukan secara sembarangan atau terus-menerus setiap hari raya guna menghindari rusaknya aksara Bali Di lontar.
“Berdasarkan arahan penyuluh bahasa Bali, pembersihan atau bakti Saraswati Sebagai Penanganan fisik secara mendalam biasanya diagendakan secara berkala (misalnya Di rentang waktu tertentu seperti beberapa tahun sekali), Sambil Di hari Saraswati Pada ini kami fokuskan Di penghormatan spiritual,” terangnya.
Melewati momentum perayaan ini, pihak UPTD Museum Semarajaya Ke bawah naungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung berharap keberadaan museum Lebih dikenal luas sebagai pusat Belajar dan penyelamatan warisan literasi Nusantara, Bersama mengusung semangat “Salam Museum Ke Hatiku”.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Peringati Saraswati, Museum Semarajaya Klungkung Sucikan 200 Lontar Kuno











