Gianyar –
ARMA Fest 2026 sudah dimulai. Pagelaran Seni Adat Istiadat Ke-4 itu menampilkan workshop hingga pertunjukan Seni Adat Istiadat tradisional asli Di 890-an orang seniman Bali Ke Museum ARMA, Jalan Raya Pengosekan, Ubud.
“Ini ARMA Fest yang Ke-4. Dimulai tanggal 19 September 2026 dan 20 September 2026. Tapi sudah diawali Di pameran lukisan Ke 17 September 2026,” kata Ketua ARMA Fest 2026 I Made Sutama Pada konferensi pers Ke Museum ARMA, Ubud, Sabtu (19/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutama mengatakan ARMA Fest 2026 diramaikan 895 seniman dan penampil Di Bali. Seniman dan penampil Di beberapa desa Ke Kecamatan Ubud hingga seniman Di Ungasan, Kuta Selatan, turut meramaikan ARMA Fest itu.
Kegiatan yang ditampilkan dalan ARMA Fest hari ini adalah workshop megendang dan Kejuaraan baleganjur. Seni Adat Istiadat Alunan gamelan tradisional Bali itu Akansegera ditampilkan dan dilombakan Di prosesi tradisional asli baleganjur Ke Bali.
“Konsepnya beda. Lomba Baleganjur ngarap se-Bali. Itu ada ngarapnya. Biasanya hanya duduk Ke panggung, baleganjur yang ditampilka Ke sini ada prosesinya,” kata Sutama.
Sutama mengatakan selain baleganjur dan pameran lukisan, ada Seni Adat Istiadat tradisional Bali lainnya. Semua Seni Adat Istiadat Alunan dan Seni Adat Istiadat rupa tradisional itu dikemas Di workshop, pertunjukkan, dan Kejuaraan.
Tema “A Living Tradition” Karena Itu tema Perayaan Seni tahun ini Sebab semua Seni Adat Istiadat yang ditampilkan dilakukan secara tradisional.
“Seniman dan penampilnya, ada anak-anak, pemuda, dan dewasa. Ada seniman lukis, ada workshop yang pesertanya siswa SD dan siswa SMP. Mereka belajar melukis dan megendang (bermain gendang Bali),” katanya
“Karena Itu kami adakan pembelajaran Ke sini,” imbuhnya.
Sutama mengatakan ARMA Fest 2026 itu serius digarap Bagi menyasar pengunjung kalangan pemuda Ke Bali. Menurutnya, Pada 30 tahun museum ARMA didirikan, hanya dipenuhi pengunjung warga Foreign.
Karenanya, sejumlah seniman Ke bidang lainnya, Akansegera diajak tampil Ke ARMA Fest tahun berikutnya.
“Dari 30 tahun ARMA museum didirikan, pengunjung selalu warga Foreign. Warga kita sendiri masih sangat jarang. Karena Itu, supaya mereka mengenal museum ini,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar I Wayan Adi Parbawa, mengatakan Perayaan Seni Adat Istiadat Dunia semacam ARMA Fest itu Berpeluang Mengintroduksi Adat Istiadat Dunia Bali Ke publik. Khususnya, Adat Istiadat Dunia Gianyar Melewati Seni Adat Istiadat.
“Contoh, sejarah lahirnya tari Legong. Tarian itu lahirnya Ke Gianyar. Kami diskusikan konstruksi sejarahnya Di grup diskusi kecil Ke ARMA Fest ini,” kata Parbawa.
Menurut dia, workshop Seni Adat Istiadat Bagi anak muda adalah yang paling penting Ke ARMA Fest 2026. Sejumlah workshop Seni Adat Istiadat Bagi siswa SD dan siswa SMP Ke ARMA Fest 2036 itu Akansegera dilanjutkan Sesudah Perayaan Seni berakhir.
“Pembinaan atau workshop megendang usia dini itu kami batasi 80 orang dan Akansegera kami tindaklanjuti Ke bulan November. Ada juga workshop melukis gaya keliki, yang merupakan Seni Adat Istiadat asli lokal Desa Keliki,” katanya.
(hsa/hsa)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: ARMA Fest 2026 Dimulai, 895 Seniman Bali Unjuk Gigi











