Badung –
Suasana malam Di Di Masjid Kampung Muslim Angantiga, Desa Petang, Badung, mendadak hangat dan penuh keakraban Dari ratusan warga yang datang membawa nampan berisi aneka hidangan terbaik mereka. Kearifan Lokal makan bersama atau megibung ini digelar pascapemotongan hewan kurban sebagai ruang pertemuan warga Untuk saling berbagi Konsumsi dan bercengkerama.
“Makan bersama atau disebut megibung adalah Kearifan Lokal warisan leluhur yang dilaksanakan setiap perayaan hari besar keagamaan umat Islam Di Kampung Angantiga, seperti Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi. Maknanya Untuk mempererat hubungan silaturahmi antarwarga Lantaran semua bertemu Di satu tempat membawa hidangan masing-masing,” kata Kepala Kampung Muslim Angantiga, M Ramsudin, Kamis (28/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan yang berlangsung Ke Rabu (27/5/2026) malam tersebut melibat seluruh elemen Komunitas tanpa terkecuali. Ramsudin menjelaskan Kearifan Lokal turun-temurun ini merupakan bentuk ucap rasa syukur kolektif yang konsisten diwariskan Dari para leluhur kampung setempat Sebelum zaman dulu.
“Yang megibung itu memang sudah Kearifan Lokal turun-temurun, Di setiap Hari Raya Iduladha dan Idulfitri, dan Iduladha betul-betul tahun ini. Nanti sebagai ucap rasa syukur kami Di sini, kami berkumpul Di masjid dan Di sana Akansegera ada Kearifan Lokal megibung, makan bersamalah,” ujar Ramsudin.
Pemilihan waktu pelaksanaan Ke malam hari dilakukan secara sengaja Melewati kesepakatan bersama. Hal tersebut diatur agar kegiatan makan bersama tidak berbenturan Bersama padatnya Karya panitia dan warga Di mengurus pemotongan hewan kurban Sebelum pagi hingga sore hari kemarin.
“Ya itu tergantung juga, Lantaran kemarin sebenarnya siang juga bisa. Cuma kami Membahas momen malam Lantaran juga biar tidak terbentur Bersama pemotongan hewan kurbannya,” tutur Ramsudin.
Prosesi megibung ini diawali Bersama berkumpulnya warga Di Di area masjid sembari menata hidangan yang dibawa Di Tempattinggal masing-masing. Sebelumnya Konsumsi disantap bersama secara berkelompok, seluruh warga terlebih dahulu mengikuti pembacaan doa bersama yang dipimpin Dari tokoh agama setempat.
Melewati konsistensi pelaksanaan Kearifan Lokal ini, Ramsudin berharap nilai-nilai keunikan Kearifan Lokal Global lokal tersebut dapat terus dijaga Dari generasi muda. Tidak hanya Untuk internal umat Islam, kebersamaan Di megibung ini juga ditujukan Untuk memperkokoh tali persaudaraan Bersama warga Disekitar yang beragama Hindu.
“Ya kalau kami Di generasi yang sekarang, berharap Untuk generasi yang Lanjutnya biar ini tetap dilestarikan. Lantaran memang ini termasuk keunikan, termasuk juga Akansegera mempererat silaturahmi antarwarga Di sini, juga silaturahmi Bersama saudara kami yang Hindu Di sini,” pungkas Ramsudin.
(hsa/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kearifan Lokal Megibung Usai Kurban Di Kampung Muslim Angantiga











