Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Ini Sejarah dan Filosofinya


Denpasar

Pulau Bali yang terkenal Didalam wisata kelas dunianya Memiliki julukan khas yang sudah sangat melekat Dari lama, ‘Pulau Dewata’, begitu sebutannya. Julukan ini sering kita dengar baik Untuk bentuk promosi wisata Malahan percakapan sehari-hari.

Akan Tetapi, tidak banyak yang tau sejarah yang tersimpan Di balik pemberian julukan tersebut. Tentu julukan tersebut bukan hanya sekedar label promosi wisata, melainkan gambaran Didalam kehidupan Komunitas Bali yang erat Didalam kepercayaan, Kearifan Lokal, dan Kearifan Lokal Dunia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Makna Etimologis ‘Pulau Dewata’?

Jika diartikan secara bahasa, kata ‘Pulau Dewata’ berasal Didalam bahasa Sanskerta Didalam bermakna dewi-dewi atau makhluk surgawi. Sedangkan Untuk kepercayaan Komunitas Hindu Bali, Pulau Bali ini diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa Untuk menjaga Kesejaganan alam semesta. Bisa disimpulkan bahwa penggunaan kata ‘Pulau Dewata’ ini menegaskan bahwa Bali adalah Area suci yang Merasakan penjagaan langsung Didalam kekuatan sang pencipta.

Apa Alasan Bali Dijuluki Pulau Dewata?

Dirangkum Didalam berbagai sumber, terdapat beberapa alasan kenapa Bali diberi julukan ini, yaitu sebagai berikut:

1. Kepercayaan Komunitas Di Dewata Nawa Sanga

Ini menjadi alasan paling dasar yaitu Komunitas Hindu Bali yang percaya bahwa ada 9 dewa utama yang turut menjaga setiap mata angin Di penjuru Pulau Bali. Salah satunya Dewa Wisnu Di arah Utara yaitu Gunung Batur.

2. Pura yang Tersebar Di Seluruh Penjuru Pulau

Bali yang juga dikenal Didalam sebutan Pulau Seribu Pura, mulai Didalam pura-pura besar seperti Pura Besakih yang Dikatakan sebagai pusat spiritual dan Tempattinggal para dewa. Serta tidak ada Tempattinggal Di Bali yang tidak Memiliki tempat pemujaan Sanggah atau Merajan.

3. Kearifan Lokal Ritual serta Sajian Harian

Kehidupan sehari-hari Komunitas Bali adalah bentuk Didalam sebuah ibadah berkelanjutan, dimulai Didalam pagi hari meletakkan canang sari Di tempat-tempat tertentu, hingga Kegiatan ritual yang selalu konsisten. Hingga akhirnya rutinitas ini menciptakan atmosfer spiritual yang kuat.

4. Filosofi Tri Hita Karana

Ada filosofi yang sangat dipegang teguh Didalam Komunitas Bali, yaitu:

• Parahyangan: Hubungan harmonis Di manusia Didalam Tuhan
• Pawongan: Hubungan harmonis sesama manusia
• Palemahan: hubungan harmonis Di manusia Didalam alam

Didalam penerapan filosofi ini memastikan aspek ketuhanan atau spiritual Akansegera selalu menjadi prioritas utama Untuk menjalankan keseharian Di pulau ini.

5. Kesakralan Alam Bali

Gunung api yang megah serta danau yang Tenteram Dikatakan menjadi tempat bersemayangnya energi ketuhanan. Salah satunya Gunung Agung, yang Dikatakan sebagai gunung paling suci Sebab dipercaya sebagai poros alam semesta (Mount Meru) versi lokal dan menjadi tempat dewa berkumpul.

Didalam Sebab Itu bisa disimpulkan bahwa pemberian julukan ‘Pulau Dewata’ ini Sebab Kearifan Lokal Dunia dan keyakinan Hindu yang sangat kuat melekat Untuk kehidupan sehari-hari Komunitas, diikuti Didalam jumlah pura yang mencapai ribuan, serta keyakinan bahwa pulau Bali yang dilindungi Didalam dewa.

Didalam Cara Itu istilah yang tidak hanya terdengar indah ini ternyata juga lahir Didalam kehidupan masyarakatnya yang benar-benar menjunjung Kesejaganan Di manusia, alam, dan sang pencipta.

(nor/nor)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Ini Sejarah dan Filosofinya

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่