Keramat Petilasan Nyai Bagelen, Bisa Celaka Jika Nekat Lewat Naik Kendaraan

Purworejo

Desa Bagelen Hingga Purworejo punya tempat wisata religi yang tersohor, yaitu Petilasan Nyi Bagelen. Kesakralannya masih terjaga. Justru ada aturan yang mewajibkan kendaraan seperti sepeda dan Kendaraan Bermotor Roda Dua harus dituntun Di melintas Hingga Di petilasan itu. Berikut kisahnya.

Komunitas setempat meyakini kawasan Petilasan Nyai Bagelen sudah ada Sebelum Disekitar abad Hingga-6 atau abad Hingga-7. Kawasan itu dikelola secara turun temurun Didalam keluarga Cokrosudo.

Juru Kunci Petilasan Nyai Bagelen, Sutejo Ganjar Riyanto (57) mengatakan bahwa petilasan ini mulai dirawat secara intensif Di masa pemerintahan Sultan Agung Hingga bawah pengawasan Tumenggung Rekso Samudro, yang juga merupakan pemimpin pertama Bagelen. Hingga Untuk area petilasan itu terdapat situs berupa sejumlah stupa yang dilindungi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada Hingga Untuk itu stupa-stupa ada 9 apa 10 itu. Yang Hingga Untuk itu yang sok (sering) buat sungkeman nek orang kene (kalau orang sini). Beliau (Nyai Bagelen) murco (hilang/moksa) Hingga sini dulu,” kata Sutejo Di ditemui detikJateng Hingga lokasi petilasan, Sabtu (11/7/2026).

Daya tarik petilasan ini tidak hanya memikat warga lokal Purworejo, melainkan juga peziarah Untuk berbagai Daerah seperti Indramayu, para pejabat, politikus yang mencari restu, Justru wisatawan mancanegara Untuk Tibet, India, dan Jepang.

Petilasan Nyai Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu (11/7/2026). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

“Yang datang politikus, pejabat, itu juga ada yang Hingga sini. Magangan lurah ini aja banyak yang minta berkah ini mau minta lurah, mau minta restu. Anggota DPRD, Untuk luar negeri ada, Untuk Tibet, India, Jepang,” ujar dia.

Salah satu Kearifan Lokal unik yang masih dijaga ketat Hingga kawasan ini adalah kewajiban menuntun kendaraan Untuk siapa saja yang melintas Hingga Di petilasan. Sutejo menegaskan, hal tersebut murni dilakukan Sebagai menjunjung tinggi adab dan rasa hormat kepada para leluhur.

“Orang sini kan menghargai leluhur, biar sopan gitu. Ini Hingga Di leluhur yang diluhurkan orang Komunitas sini ya tetap dituntun (kendaraannya)” jelasnya.

Sutejo menceritakan, orang yang kedapatan melanggar aturan itu bisa Merasakan kesialan. Adapun salah satu kesialan yang dialami adalah kecelakaan Di perjalanan pulang.

“Nek diingatkan ngeyel sok bermasalah, ada yang pulangnya kecelakaan banyak, dilalah (tiba-tiba) ditabrak truk atau apa gitu, banyak,” ucap dia.
Sutejo menerangkan, esensi Untuk ziarah Hingga Petilasan Nyai Bagelen adalah murni Sebagai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ya sok (kadang) ada, dikira sini musyrik padahal ya ndak, nek sini kan ziarah. Ikut berdoa, mendoakan beliau, kita ngalap berkah, minta keselamatan. Bisa Jadi beliau bisa membantu mengamini doa kita cepat dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sutejo.

Petilasan Nyai Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu (11/7/2026).Petilasan Nyai Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu (11/7/2026). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Penjelasan Dinas Belajar dan Kebudayaan

Dinas Belajar dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo menilai Petilasan Nyai Bagelen Memperoleh nilai penting sebagai Dibagian Untuk sejarah dan identitas Komunitas setempat. Situs tersebut berstatus Objek Diduga Cagar Kearifan Lokal Global (ODCB) dan terus didorong Sebagai dilestarikan.

Kepala Dinas Belajar dan Kebudayaan Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengatakan keberadaan Petilasan Nyai Bagelen diharapkan menjadi Semangat sekaligus kebanggaan Komunitas Sebab Menunjukkan bahwa Daerah Purworejo telah menjadi salah satu tempat berkembangnya peradaban Sebelum masa lampau.

“Belum masuk CB (Cagar Kearifan Lokal Global), masih bersifat ODCB. Hingga Untuk ada stupa besar 1 buah stupa kecil mengelilingi stupa besar 9 buah juga ada chatra,” kata Yudhi Di dihubungi detikJateng, Sabtu (11/7/2026) sore.

Yudhie menjelaskan, hingga Di ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya pelestarian, Hingga antaranya pembinaan Untuk juru pelihara situs dan juru Kunci, termasuk Petilasan Nyai Bagelen.

Di Itu, legenda Nyai Bagelen juga pernah diangkat Untuk karya tari, sedangkan dokumentasi situs telah dilakukan Didalam BPCB Jawa Di. Dinas Belajar dan Kebudayaan juga Memperoleh video dokumenter Purworejo Untuk Masa Hingga Masa yang turut memuat Petilasan Nyai Bagelen.

“Pernah diadakan kegiatan pembinaan juru pelihara situs/juru Kunci termasuk Nyai Bagelen walaupun sudah cukup lama penyelenggaraannya. Sebagai legendanya pernah dibuat karya tari Nyi Bagelen. Pendokumentasian video belum pernah dilakukan secara resmi Akan Tetapi pernah dilakukan pendokumentasian situs Didalam BPCB Jateng. Untuk dinas ada video Purworejo Untuk masa Hingga masa yang juga memuat petilasan Nyai Bagelen,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah juga Merangsang agar cerita rakyat berkembang selaras Didalam kajian sejarah Lewat penguatan materi sejarah lokal Untuk muatan pembelajaran Hingga sekolah.

Ia menambahkan, pemerintah pernah mencanangkan Pembuatan wisata religi berbasis Petilasan Nyai Bagelen. Akan Tetapi, realisasinya masih membutuhkan perhatian serta kolaborasi berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berharap generasi muda dapat Membahas nilai-nilai positif Untuk warisan Nyi Bagelen agar lebih Self-Esteem, tidak kehilangan jati diri, dan mampu mengamalkannya Untuk kehidupan sehari-hari,” ucap Yudhi.

“Petilasan Nyai Bagelen sangat penting Sebab merupakan Dibagian Untuk sejarah Komunitas Purworejo. Kami berharap situs ini dapat menjadi Semangat dan kebanggaan Komunitas bahwa Purworejo telah menjadi salah satu tempat perkembangan peradaban Sebelum dahulu kala,” sambungnya.

Halaman 2 Untuk 2

(dil/sip)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Keramat Petilasan Nyai Bagelen, Bisa Celaka Jika Nekat Lewat Naik Kendaraan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่