BADUNG – Keberadaan payung pedagang Di sepanjang Pantai Kuta, Ide Berencana diseragamkan. Langkah ini dilakukan pihak Desa Adat Kuta selaku pengelola, Sebagai mewujudkan wajah destinasi yang lebih tertata.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menuturkan, Di ini ada berbagai bentuk dan warna payung yang dipergunakan Dari para pedagang. Ketidakseragaman tersebut, secara visual dinilai justru menimbulkan kesan semrawut. “Nanti kami Berencana buatkan payung. Semua payung warnanya sama,” ungkapnya, Senin (26/1/2026).
Dituturkannya pula, Di sepanjang Pantai Kuta (mulai Di Pantai Sekeh hingga perbatasan Di Legian), total tercatat ada Di 780 pedagang. Jumlah tersebut terbagi Untuk berbagai jenis usaha, mulai Di Minuman, minuman, jasa pijat, manicure pedicure, hingga souvenir.
Di jumlah tersebut, Di tahap awal ini, penyeragaman Berencana difokuskan menyentuh pedagang minuman saja. Sambil Sebagai pedagang Minuman yang jumlahnya Di 50-an pedagang, nantinya Berencana ditempatkan Di pergola yang Lagi disiapkan Di lima zona.
Sedangkan Sebagai pedagang lainnya, diatur sedemikian rupa Di zona-zona tertentu. Untuk melakukan aktivitasnya, mereka juga Berencana dibekali atribut resmi. “Kami nanti Berencana bagikan uniform. Mereka Berencana memakai rompi dan nametag. Karena Itu jelas siapa yang secara resmi berjualan Di Pantai Kuta,” ucapnya.
Ditegaskan dia, seluruh Aturan yang dilakukan tersebut bukanlah Sebagai membatasi ruang gerak pedagang. Melainkan justru memberi kepastian, kenyamanan, dan perlindungan Untuk pedagang lokal agar bisa Melakukanlangkah-Langkah Di tertib. “Intinya kami ingin Pantai Kuta tetap hidup. Pedagang tetap bisa berjualan, tapi kawasan juga tertata, indah, dan beretika. Itu komitmen desa adat,” tegasnya. (adi,dha)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Kuta Bakal Seragamkan Payung Pedagang Pantai











