Mahkota Binokasih 8 Kg Emas Tinggalkan Ciamis Di Tasik



Ciamis

Setelahnya sempat pulang Hingga tanah Galuh Mahkota Binokasih kembali meninggalkan Ciamis, Senin (4/5/2026). Mahkota bersejarah itu Sebelumnya diarak Untuk Kirab Kearifan Lokal Global Milangkala Tatar Sunda yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Minggu (3/5/2026) malam.

Usai prosesi kirab Untuk Taman Surawisesa Di Astana Gede Kawali, mahkota sempat disimpan Hingga Pendopo Ciamis, tepatnya Hingga ruang kerja Bupati. Di berada Hingga Ciamis, benda pusaka itu dijaga ketat Dari pihak Keraton Sumedang Larang bersama personel Brimob bersenjata lengkap.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahkota yang terbuat Untuk emas Didalam berat Disekitar 8 kilogram itu Lalu kembali dibawa keluar Lokasi. Tujuannya, Untuk melanjutkan rangkaian kirab Kearifan Lokal Global Hingga Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Prosesi pelepasan berlangsung sederhana Tetapi khidmat, Senin (4/5/2026). Kepala Disbudpora Ciamis Dian Budiyana bersama Asda II Setda Ciamis Wawan Ruhiawan menyerahkan langsung mahkota kepada perwakilan Keraton Sumedang Larang. Lanjutnya, mahkota dibawa menggunakan kendaraan Didalam pengawalan ketat aparat Brimob.

Dian Budiyana menyebut kehadiran Mahkota Binokasih Hingga Ciamis Memperoleh makna penting, terutama Untuk Komunitas Tatar Galuh.

“Ini menjadi kebanggaan warga Ciamis. Secara sejarah, mahkota ini dibuat Dari leluhur kita dan pernah digunakan Dari raja-raja besar Hingga Tatar Sunda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Mahkota Binokasih dibuat Dari Bunisora Suradipati Pada memimpin Kerajaan Galuh sebagai wali Untuk Niskala Wastu Kancana. Usianya yang sudah ratusan tahun menjadikan mahkota ini tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga sebagai sarana Pelatihan Untuk generasi muda.

“Ini juga bentuk Pelatihan. Generasi sekarang bisa melihat langsung peninggalan leluhur, bukan hanya Untuk Bacaan atau cerita,” katanya.

Menurut Dian, kirab Mahkota Binokasih juga Berpotensi Untuk menjadi agenda Kearifan Lokal Global yang berdampak Ke sektor ekonomi Lokasi. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat Mendorong kunjungan wisata hingga menggerakkan pelaku Usaha Kecil Menengah.

“Kalau Hingga Di bisa Karena Itu agenda rutin, tentu dampaknya besar. Wisata Internasional bergerak, Usaha Kecil Menengah tumbuh, hotel dan penginapan juga ikut berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai sejarah yang melekat Ke mahkota tersebut menjadi pengingat bahwa peradaban Komunitas Galuh sudah maju Dari masa lalu.

“Untuk sini kita belajar, Pendesainan itu sudah matang Dari dulu. Mahkota ini disiapkan Malahan Pada rajanya masih kecil. Itu Menunjukkan peradaban kita sudah luar biasa,” ungkapnya.

Sambil Yang Terkait Didalam pengamanan, Dian menegaskan pengawalan ketat Dari Brimob merupakan prosedur standar. Mengingat mahkota tersebut Memperoleh nilai sejarah tinggi sekaligus bernilai material.

“Pengamanan itu sudah sesuai SOP. Selain nilai sejarah, mahkota ini juga terbuat Untuk emas Didalam berat Disekitar 8 kilogram,” katanya.

Kepergian Mahkota Binokasih Untuk Ciamis menutup rangkaian singkat kehadirannya Hingga tanah Galuh. Menurut Dian, meski hanya sebentar, momen tersebut meninggalkan kesan mendalam sekaligus menghidupkan kembali ingatan Berencana kejayaan masa lalu.

(sud/sud)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mahkota Binokasih 8 Kg Emas Tinggalkan Ciamis Di Tasik

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่