‘Salimoleh!’ Teriakan Khas Anak-anak Pada Tarawih Hingga Sunda



Bandung

Hingga Di yang berkesan ketika menjalankan Ramadan Hingga desa-desa Hingga Jawa Barat adalah teriakan anak-anak yang khas ketika salat sunnah tarawih. Barangkali, bukan hanya anak-anak, orang dewasapun melafalkan teriakan yang sama, ‘Salimoleh!’.

Ya, ‘Salimoleh’ merupakan jawaban atas apa yang diucapkan ‘Bilal Tarawih’. Tarawih sendiri secara bahasa adalah istirahat, bentuk jamak Didalam kata ‘tarwihatun’. Maksudnya, jeda Hingga Di melangsungkan 23 rakaat salat.

Kocap tercerita, seiring waktu, jeda tersebut diisi Didalam bacaan selawat dan seruan yang biasanya dipimpin Dari ‘Bilal’ Sebagai memperindah suasana ibadah.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak-anak Hingga desa-desa, yang mengetahui teriakan itu hanya Didalam mendengar orang lain meneriakan hal yang sama, Didalam riang meneriakan ‘Salimoleh’. Kebiasaan ini telah berlangsung lama Hingga Sunda dan berlangsung hingga Pada ini.

‘Salimoleh’ merupakan ucapan kurang pas Didalam ‘Sholli wa sallim ‘alaihi’ yang artinya, semoga rahmat dan keselamatan tetap melimpah Sebagai junjungan alam Nabi Muhammad SAW.

Akan Tetapi, alih-alih menjadi benar pengucapannya, anak-anak Sunda malah makin riang mengucapkan ‘Salimoleh’ dan situasi ini menambah meriah dan berkesan suasana Ramadan Hingga masjid-masjid desa, terlebih sering terdengar teriakan itu melolong-lolong panjang sampai hampir habis nafas.

Situasi ini terekam Sebelum lama, Hingga antaranya seperti yang ditulis Dari R Akip Prawira Soeganda Di Literatur ‘Upacara Adat Hingga Pasundan’ (Penerbit Sumur Bandung, 1982). Simak yuk!

Tarawih Ramai Teriakan Anak-anak

Ke Komunitas Hingga dusun-dusun Hingga Sunda dahulu, pelaksanaan tarawih tidak ada banyak pilihan rakaat seperti sekarang ini. Semuanya nyaris sama 23 rakaat, Didalam pelaksanaan dua rakaat-dua rakaat Di 10 kali plus tiga rakaat (kadang kala witir dibagi 2 sesi).

Pada selesai dua rakaat, Sebelumnya Di Hingga dua rakaat Lanjutnya, ada salah seorang Hingga Di petugas masjid yang menggunakan doa dan menuntut jawaban Didalam para jemaah. Jawaban itu berupa ucapan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Bunyinya, ‘Sholli wa sallim ‘alaihi’. Tetapi, anak-anak yang ikut tarawih seringkali berteriak dan menyebutkan selawat itu Didalam cepat. Terdengarlah suara ‘Salimoleh’.

Menurut R Akip, anak-anak Malahan sering keterlaluan membuat selawat itu Karena Itu bahan bercandaan. Dikatakannya ‘Salimoleh’ menjadi ‘Si Salim Paeh!’, artinya Si Salim meninggal dunia.

Ketika itu, orang-orang dewasa masih Memiliki toleransi Sebagai ucapan ‘Salimoleh’. Maka ketika anak-anak mengucapkan itu, tidak mengapa. Kecuali, jika sudah keterlaluan, ucapannya menjadi ‘Si Salim paeh’. Maka diusirnya anak-anak Didalam musala.

Pada Merasakan pengusiran, itu malah menjadi kesempatan Untuk mereka Sebagai berlarian menghambur menjauhi orang yang menyergahnya, Malahan menjadi alasan Sebagai tidak tuntas tarawih.

Sepintas Sejarah ‘Bilal Tarawih’

Dikutip Didalam berbagai sumber, Ke masa Nabi, tidak dikenal adanya ‘bilal’ khusus yang memandu rangkaian tarawih Didalam awal hingga selesai.

Akan Tetapi, Kearifan Lokal memberi jeda antar-salat Memiliki dasar kuat Di literatur fikih. Anjuran itu Hingga antaranya berpindah tempat atau memisahkan dua salat Didalam percakapan ringan agar tempat sujud Lebih banyak dan kelak menjadi saksi Hingga hari kiamat.

Hadis riwayat Imam Muslim Di Shahih Muslim memperkuat anjuran itu. Diriwayatkan Didalam Muawiyah, bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar tidak menyambung satu salat Didalam salat lain Sebelumnya berbicara atau berpindah tempat. Sebagian ulama juga menyebut jeda Di shalat yang satu dan lainnya bisa dipisahkan Didalam zikir.

Didalam sinilah para ulama Lalu memandang perlu adanya pengatur atau pemandu jeda Di tarawih, yang Hingga Nusantara dikenal sebagai bilal tarawih.

Hingga Indonesia, bacaan bilal tarawih berkembang Didalam ragam variasi. Ada yang cukup membaca selawat kepada Nabi, ada pula yang menambahkan doa dan pujian Sebagai empat Khulafa’ Rasyidun: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali RA.

(yum/yum)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: ‘Salimoleh!’ Teriakan Khas Anak-anak Pada Tarawih Hingga Sunda

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่