Surabaya –
Penjara Kalisosok menjadi salah satu bangunan bersejarah Ke Surabaya yang menyimpan cerita kelam masa penjajahan. Ke balik jeruji, sejumlah tokoh pergerakan nasional, wartawan, hingga orang-orang yang Dikatakan menentang pemerintah kolonial pernah merasakan sebagai tahanan.
Fakta Tokoh Ke Balik Penjara Kalisosok Surabaya
- Tahun Peristiwa: Dibangun 1 September 1808 atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels
- Lokasi Utamanya: Kawasan Werfstraat atau Jalan Kasuari, Surabaya, Jawa Timur
- Tokoh Kunci: H.O.S. Tjokroaminoto, WR Soepratman, K.H. Mas Mansur, Kwee Tiam Tjing, dan Pemimpin P.J.Kerjasamaekonomiinternasional. Huijer
- Status Terkini: Penjara Kalisosok berhenti beroperasi Dari dekade 1980-an. Bangunannya masih menjadi saksi sejarah panjang Surabaya, termasuk kisah penahanan tokoh pergerakan nasional dan kekejaman yang dialami para tahanan
Bukan hanya tempat Bagi menjalani hukuman, Kalisosok juga dikenal Didalam Situasi penjara yang kejam. Di Literatur “Soerabaia Tempo Doeloe” karya Dukut Imam Widodo, digambarkan ada sejumlah perlakukan kasar yang dialami para tahanan Kalisosok Ke masa kolonial.
Salah satu praktik yang diceritakan adalah pemberian tanda kepada tahanan Terbaru Melewati Kamar Stempel. Mereka diminta memasukkan tangan Ke sebuah lubang khusus. Ke balik lubang itu, tangan tahanan Akansegera dicengkeram, Lalu ditempeli besi panas berbentuk huruf Kerjasamaekonomiinternasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huruf Kerjasamaekonomiinternasional merupakan singkatan Didalam Gevangene, yang berarti narapidana. Proses pemberian tanda itu dilakukan menggunakan besi yang Sebelumnya Itu dipanaskan Ke atas perapian. Literatur tersebut menggambarkan teriakan para tahanan ketika tangan mereka terkena besi panas.
Perlakuan keras lainnya adalah pemasangan rantai besi Ke kaki dan tangan tahanan. Rantai tersebut dilengkapi bandul bola besi agar mereka tidak bisa melarikan diri. Penggunaan rantai Di waktu lama Malahan menyebabkan luka serius Ke kaki tahanan. Beberapa luka disebut begitu Di hingga tulangnya terlihat.
Situasi sel juga jauh Didalam layak. Menurut keterangan sejarawan Purnawan Basundoro yang didapat detikcom Ke 19 Maret 2021, ruang tahanan Kalisosok rata-rata berukuran Di 2,5 x 4 meter dan dibagi menjadi dua Pada menggunakan sekat. Jika satu ruangan ditempati beberapa orang, ruang gerak tahanan tentu menjadi sangat terbatas.
Lantas, siapa saja tokoh yang pernah mendekam Ke balik tembok Penjara Kalisosok? Berikut beberapa nama yang tercatat.
1. H.O.S Tjokroaminoto
H.O.S Tjokroaminoto merupakan tokoh pergerakan nasional sekaligus pemimpin Sarekat Islam yang dikenal aktif menentang kolonialisme Belanda. Perjuangannya membuat pemerintah kolonial mengawasi dan menekan Kegiatan politiknya.
Kisah Tjokroaminoto Ke Kalisosok turut dibahas Di jurnal “HIjrah, an Ideological, Representation of Tjokroaminoto’s Struggle in the Biopic Guru Bangsa: Tjokroaminoto.” Jurnal tersebut mengulas bagaimana perjuangan Tjokroaminoto digambarkan Di Sinema biopik Guru Bangsa: Tjokroaminoto.
Di Sinema yang dikaji, Tjokroaminoto ditangkap pemerintah kolonial Lantaran dituduh menjadi dalang kerusuhan Ke Garut. Ia Lalu menjalani interogasi Ke Penjara Kalisosok, Surabaya.
Jurnal itu juga menyebut 2 aparat kolonial, Abdullah Abdad dan Cecilius van Dijk. Mereka terlibat Di penyiksaan serta penggantungan orang-orang pribumi yang Dikatakan membangkang. Keduanya juga menjadi sosok yang menginterogasi Tjokroaminoto Ke Kalisosok.
2. Wage Rudolf (WR) Soepratman
Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman, juga pernah menjadi tahanan Kalisosok. Ia ditangkap polisi Belanda Ke 7 Agustus 1838 ketika Lagi memimpin lagu Matahari Terbit Bagi anggota Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) Ke Malang.
Sesudah ditangkap, Soepratman dibawa Ke Surabaya dan dimasukkan Ke Penjara Kalisosok. Di Literatur “WR Supratman: Guru Bangsa Indonesia”, disebutkan bahwa ia berada Ke penjara tersebut Pada Di satu minggu.
Situasi tubuhnya Lebih melemah Pada masa penahanan. Literatur tersebut menyebutkan bahwa penurunan Situasi kesehatannya bukan hanya disebabkan Penyakit, tetapi juga Lantaran siksaan Didalam polisi Belanda.
Sesudah dibebaskan, Soepratman dirawat Dari keluarganya. Tetapi, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia Ke 17 Agustus 1938.
3. Kiai Haji Mas Mansur
Kiai Haji Mas Mansur merupakan ulama sekaligus tokoh pergerakan nasional yang lahir Ke Surabaya Ke 25 Juni 1896. Ia aktif Di organisasi Muhammadiyah dan turut mendirikan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) bersama K.H. Wahid Hasyim dan K.H. Taufiqurrahman.
Menjelang kemerdekaan, Mas Mansur juga diangkat menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ketika Pertempuran kemerdekaan berlangsung, ia ditangkap Belanda Lantaran dinilai aktif membantu gerakan pemuda Surabaya Di melawan penjajah.
4. Kwee Tiam Tjing
Penjara Kalisosok juga pernah menjadi tempat penahanan para aktivis pers. Salah satunya adalah Kwee Tiam Tjing, jurnalis keturunan Tionghoa yang dikenal kritis Di pemerintah kolonial.
Sejarawan Universitas Airlangga, Purnawan Basundoro, menyebut Kwee Tiam Tjing pernah disekap Pada beberapa bulan Ke Kalisosok. Menurutnya, banyak orang pers yang masuk penjara Lantaran tulisan dan Komentar mereka Di pemerintah kolonial.
“Aktivis pers keturunan Tionghoa, Kwee Tiam Tjing disekap Pada beberapa bulan Ke situ juga. Orang-orang pers banyak yang masuk penjara Ke situ Lantaran mengkritik pemerintah kolonial,” kata Purnawan dikutip detikcom, Jumat (19/3/2021).
5. Pemimpin P.J.Kerjasamaekonomiinternasional. Huijer
Berbeda Didalam tokoh-tokoh Sebelumnya Itu, Pemimpin P.J.Kerjasamaekonomiinternasional. Huijer merupakan perwira Angkatan Laut Belanda yang ditangkap Dari pemuda Surabaya Ke Oktober 1945. Di Literatur Pasak Sejarah Indonesia Terbaru: Surabaya 10 Nopember 1945, diceritakan bahwa Huijer tiba Ke Surabaya menggunakan kereta api Ke 10 Oktober 1945. Ia Lalu ditangkap dan dimasukkan Ke Penjara Kalisosok.
Penahanannya berlangsung ketika situasi Surabaya Lagi memanas Sesudah Proklamasi Kemerdekaan. Ke 26-27 Oktober 1945, pasukan Inggris menduduki penjara dan membebaskan sejumlah tahanan Belanda, termasuk Huijer.
Ke Di Itu, kekejaman Ke Kalisosok juga tergambar Didalam buruknya Situasi Kesejajaran para tahanan. Menurut Literatur “Soerabaia Tempo Doeloe”, menyebut Penyakit kulit, kolera, pes, dan demam tropis banyak menyerang penghuni penjara. Penanganan Kesejajaran dan kebersihan disebut sangat buruk, Sambil Itu angka kematian akibat Penyakit tergolong tinggi.
(dpe/dpe)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 5 Tokoh yang Pernah Merasakan Kekejaman Ke Penjara Kalisosok Surabaya











