Warga Salfok ‘Kuda Efisiensi’ Di Kirab Nelayan Palabuhanratu



Sukabumi

Puncak prosesi Kirab Hari Nelayan Palabuhanratu sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata. Penampilan Raja dan Putri Nelayan yang tampil glamor menuai banyak pujian, Akan Tetapi urusan tunggangan justru bikin warga salah fokus (salfok) dan melontarkan sentilan menggelitik.

Di iring-iringan tersebut, Raja Nelayan yang diperankan Handian Kosim dan Putri Nelayan yang diperankan Gladys Aura Zalfa tampil memukau. Keduanya mengenakan busana kebesaran bernuansa hijau dan emas, lengkap Bersama mahkota yang megah.

Sayangnya, pesona bak bangsawan pesisir ini terasa sedikit jomplang Di melihat kereta kencana yang mereka tumpangi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih ditarik kuda berotot nan gagah bak Di Sinema kolosal, kereta kencana Bersama hiasan sayap seadanya itu justru ditarik Bersama seekor kuda berukuran mini. Proporsi yang kontras ini sontak Karena Itu bahan ‘bisik-bisik’ pengunjung Di sepanjang jalan.

“Penampilan Raja sama Putri Nelayannya sudah bagus banget, megah. Cuma sayang, harapannya kereta kencananya dihias lebih meriah lagi. Terus kudanya kurang gagah, masa sekecil itu. Ini mah judulnya pakai kuda efisiensi,” seloroh salah seorang pengunjung Di sela-sela riuhnya lokasi kirab.

Bukan tanpa alasan warga melontarkan Penilaian menggelitik tersebut. Mereka lantas membandingkan event kebanggaan warga Sukabumi ini Bersama perayaan Kearifan Lokal Dunia lain, termasuk gaya tunggangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Belum lama ini, Dedi Mulyadi memang tampil gahar menunggangi kuda putih berpostur tinggi besar Di memimpin Kirab Kearifan Lokal Dunia Milangkala Tatar Sunda. Tunggangan sang gubernur dinilai benar-benar merepresentasikan wibawa seorang pemimpin.

“Coba bandingkan sama Pak Gubernur Dedi Mulyadi waktu kirab, kudanya putih besar, gagah pisan. Atau sama iring-iringan kereta kencana Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, itu kuda penariknya jauh lebih gagah. Padahal ini Kegiatan besar Palabuhanratu,” imbuhnya mengkritisi.

Kuda mungil itu memang tetap berjasa Menarik Perhatian sang Raja dan Putri menyapa rakyatnya Di bawah terik matahari. Akan Tetapi, Untuk perayaan yang menjadi etalase utama Kearifan Lokal Dunia pesisir Sukabumi, wajar jika ekspektasi Komunitas melambung tinggi.

Bisa Jadi Untuk perayaan tahun Di, panitia bisa sedikit ‘merevisi’ alokasi Dana agar Raja dan Putri Nelayan tak lagi menaiki tunggangan versi lite.

(sya/dir)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Warga Salfok ‘Kuda Efisiensi’ Di Kirab Nelayan Palabuhanratu

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่