Ponorogo –
Perayaan Seni layang-layang digelar Ke Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, sebagai penanda datangnya musim layang-layang. Puluhan peserta Di Di hingga luar Lokasi ambil Pada Di ajang yang mengutamakan Imajinasi sekaligus kemampuan menerbangkan layangan tersebut.
Panitia Perayaan Seni, Maya Esta Fauzan Al-Manar, mengatakan lomba berlangsung Pada dua hari. Ke hari pertama, lebih Di 50 peserta telah mengikuti perlombaan, sedangkan Ke hari kedua panitia menargetkan jumlah peserta mencapai ratusan.
“Hari ini adalah Perayaan Seni layang-layang yang diadakan Ke Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Di rangka awal musim layang-layang. Peserta yang ikut Disekitar 50 lebih, tapi ini dua hari. Target hari kedua ada ratusan peserta,” kata Fauzan kepada detikJatim, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni gapangan polos, babon angrem, dan layangan bebas. Penilaian dilakukan Di dua aspek, yaitu pengerjaan layangan serta Standar Pada diterbangkan.
“Penilaian bawah meliputi kerapian pengerjaan, seperti rautan bambu, pemotongan plastik, dan penalian. Sedangkan penilaian atas dilihat Di penerbangannya, apakah mulus atau tidak,” ujarnya.
Menurut Fauzan, lokasi perlombaan dipilih Sebab Memperoleh Kebugaran angin yang mendukung Agar ideal Untuk menerbangkan layang-layang. Kemenangan Akansegera dipilih mulai Posisi pertama hingga keenam Ke setiap kategori.
Tak hanya diikuti warga Ponorogo, Perayaan Seni ini juga diikuti peserta Di sejumlah Lokasi lain, seperti Klaten, Tulungagung, dan Magetan.
“Peserta ada yang Di luar Ponorogo, seperti Klaten, Tulungagung, dan Magetan. Untuk biaya pendaftaran Rp 25 ribu per peserta,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Rizky Wahyu Kurniawan (15), warga Desa Campursari, mengaku Mutakhir pertama kali mengikuti lomba layang-layang. Ia memilih turun Ke kategori layangan bebas Sesudah Menyusun layangannya Pada sepekan.
“Persiapannya Disekitar seminggu. Ini Mutakhir pertama kali ikut lomba. Kesulitannya waktu memasang Kertas sama plastik Hingga kerangka layangan, kadang tidak mau menempel,” kata Rizky.
Meski menargetkan menjadi Kemenangan, Rizky mengaku tak terlalu kecewa jika belum berhasil membawa pulang Unggul.
“Targetnya Kemenangan, tapi kalau belum dapat juga tidak apa-apa. Yang penting buat Penghayatan,” ujarnya.
Peserta lainnya, Tegar Yogi Pratama (15), warga Sumoroto, mengaku mengetahui informasi lomba Di temannya. Bersama empat rekannya, ia Menyusun layangan Pada dua hari Sebelumnya mengikuti kategori bebas.
“Sudah tiga kali ikut lomba layang-layang. Harapannya ingin Berhasil. Kalau Berhasil alhamdulillah, kalau belum ya tidak apa-apa,” pungkas Tegar.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Layang-layang Di Luar Kota Adu Imajinasi Perayaan Seni Ke Ponorogo











