Solo –
Hari ini, Sabtu (18/7/2026) bertemu Bersama pasaran Legi. Untuk penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan Bersama 2 Sapar 1960, berada Di Tahun Be Windu Sancaya dan Wuku Julungpujut.
Sabtu Legi
Weton (hari kelahiran) Sabtu Legi Memperoleh neptu 14. Kecenderungannya banyak kemauan, bijaksana wataknya suka Bersama kemewahan, dapat menghargai teman-temnnya, hanya sayangnya suka mencampuri urusan orang lain.
Pangarasan
Pangarasan Ke weton ini adalah Lakuning Rembulan, artinya simpatik, penuh daya tarik, serba menyenangkan.
Pancasuda
Adapun Pancasuda, Bumi Kapetak. Bertipe pekerja keras, kuat menahan kekecewaan dan penderitaan, suka kerapian dan kebersihan. Tetapi Memperoleh sifat negatif yakni pendendam. Samping Itu kebaikannya tidak terlihat orang lain.
Wuku Julungpujut
Wuku Julungpujut, lambang dewanya Bathara Guritna, senang Ke keramaian, baik tutur katanya, Berpotensi Sebagai punya kedudukan. Pohonnya rembuyut, tampan atau cantik parasnya tanpa aroma, Tetapi selalu dicari atau dibutuhkan orang.
Burungnya emprit jowan, tidak kaya tapi besar kemauannya. Gunungnya Di Didepan, keras kemauannya, Di manapun harus mengatur atau memimpin. Bagaikan perahu Di Ditengah lautan, kesana-kemari Untuk Melakukanlangkah-Langkah, karenanya tidak kekurangan rezeki.
Lambangnya sapi gumarang Untuk turun, artinya terhormat. Aralnya diteluh. Kala ada Di Barat Laut, Pada 7 hari Ke wuku ini jangan Di arah tersebut Sebagai urusan yang sangat penting.
Sabtu Legi Wuku Julungpujut
Ke hari Sabtu Legi Di wuku ini hari yang baik Sebagai menyimpan padi Di Untuk lumbung dan Berencana Memperoleh berkah. Keberuntungan dan Keadaan pun Berencana datang pula.
[Diasuh Dari Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa Untuk Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin Di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu Di SINI]
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kalender Jawa Sabtu Legi 18 Juli 2026: Hari Baik Menyimpan Padi









