Jombang –
Tak sekadar musyawarah, Muktamar Hingga-35 NU Ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang menjadi ajang nostalgia para alumni lembaga Belajar tersebut.
Setidaknya terdapat 4 tempat memorabilia Ke pesantren ini, salah satunya tanah kelahiran KH Hasyim Asy’ari, pendiri Ponpes Tebuireng.
1. Ndalem Kasupuhan/Kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah
Kediaman Kiai Wahab terletak Ke Gang Pondok, Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Lambang Nahdlatul Ulama menjadi ciri khas Rumah pahlawan nasional ini. Ke bawah asuhan Kiai Wahab, Ponpes Tambakberas beras berganti nama menjadi Bahrul Ulum atau lautan ilmu.
H Muhammad Syuaib (56) salah satu santri yang pernah mengabdi Ke Rumah ini. Setelahnya tamat Madrasah Ibtidaiyah (MI), warga Desa/Kecamatan Ploso, Jombang ini menimba ilmu Ke Pesantren Bahrul Ulum tahun 1985. Kala itu, Kiai Wahab telah wafat.
“Zaman dulu saya berangkat niatnya mondok sambil ngabdi Ke ndalem kiai-kiai, utamanya Ke Mbah Kiai Wahab Hasbullah. Karena Itu, saya pernah ketemu langsung Di garwanya (istri) Mbah Wahab, Nyai Rahmah itu, meladeni beliau Ke Untuk itu. Termasuk meladeni santri,” kata Syuaib ketika berbincang Di detikJatim Ke MA Bahrul Ulum, Jumat (7/8/2026).
Pada setahun mengabdi Ke kediaman Kiai Wahab, Syuaib mengaku Menyaksikan 2 pelajaran berharga. Satu, ia wajib mengamalkan ilmu yang didapatkan. Dua, kewajiban santri Setelahnya Menyaksikan ilmu adalah mengabdi dan melayani. Baik kepada orang tua Ke Rumah, kiai Ke pesantren, maupun guru Ke sekolah.
“Di melayani itu, ternyata Berencana diangkat derajatnya. Nah, itu terjadi Ke diri saya, alhamdulillah saya sempat Karena Itu kepala MTS Negeri dua periode, tahun 2014 sampai 2022, Kepala MAN 9 Jombang, lalu saya resign Lantaran mengasuh Ponpes Al Hamid Ploso, Jombang,” ungkap alumni Mualimin PP Bahrul Ulum tahun 1991.
2. Masjid Al Ustmany dan Jejak Pondok Selawe
Masjid Al Ustmany terletak Ke lingkungan Ribath Al Ustmany, PP Bahrul Ulum, Dusun Tambakberas Timur, Desa Tambakrejo. Jaraknya Di 20 meter Di makam KH Usman, Canggah Ri Keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Al Ustmany merupakan masjid tertua Ke PP Bahrul Ulum.
Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum (IKABU), Faizun Amir menuturkan, Masjid Al Ustmany dibangun Ke masa KH Usman. Di Kiai Usman, lahirlah pendiri Ponpes Tebuireng. Kiai Usman merupakan santri yang dinikahkan Di Nyai Layyinah, putri KH Abdus Salam.
Buah pernikahan Kiai Usman dan Nyai Layyinah melahirkan Halimah. Lanjutnya, Halimah menikah Di Kiai Asy’ari, santri Kiai Usman. Barulah Kiai Asy’ari dan Nyai Halimah melahirkan Hasyim yang kelak bergelar Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, pendiri PP Tebuireng Ke Desa Cukir, Diwek, Jombang.
Sedangkan Kiai Salam mendirikan PP Bahrul Ulum tahun 1825 masehi. Kiai Salam dikenal sebagai panglima Pertempuran Area Jatim Sebagai Pangeran Diponegoro. Ke masa itu, pesantren yang ia rintis disebut Pondok Telu Lantaran bangunannya hanya 3, atau Pondok Selawe Lantaran jumlah santrinya 25 orang.
“Mbah Kiai Abdus Salam itu tahun 1825 sudah mendirikan pesantren ini. Setelahnya Itu Mbah Usman itu kan menantu persis ya. Artinya ya enggak jauh-jauh Di 200 tahun (umur Masjid Al Ustmany), (pembangunan masjid) enggak jauh-jauh Di tahun 1825,” terangnya.
Bangunan Masjid Al Ustmany, lanjut Faizun, telah banyak direnovasi. Zaman dirinya menjadi santri tahun 1985, masjid kuno ini masuk Dusun Gedang. Agar Ke masa itu, jamak disebut Masjid Gedang. Tetapi, kini menjadi Area administrasi Dusun Tambakberas Timur.
Semasa menjadi santri PP Bahrul Ulum, Faizun kerap beraktivitas Ke Masjid Al Ustmany. Tidak hanya salat, ia juga tak jarang mencuci baju Ke kamar mandi masjid. Yaitu ketika para santri lainnya mengantre Ke tempat mencuci baju pondok induk.
“Dulu jembatannya masih Di bambu, jalan Di masjid itu hanya setapak, pohon kelapa tinggi-tinggi, terus Ke bawahnya itu semacam ilalang, ada jalan setapak Di masjid,” kenangnya.
3. Tanah Kelahiran KH Hasyim Asy’ari
Faizun meyakini tanah kelahiran kakek Gus Dur Ke lahan yang kini ditempati Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Bahrul Ulum. Jauh Sebelumnya Kiai Hasyim lahir, Ke tanah itu pula berdiri Pondok Selawe yang dirintis Kiai Salam Sebelum 1825.
|
Masjid Al Ustmany terletak Ke lingkungan Ribath Al Ustmany, PP Bahrul Ulum Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
|
Sebelumnya MA Unggulan Bahrul Ulum berdiri, terdapat sebuah Rumah tua Ke lahan tersebut. Faizun mengaku pernah tinggal Ke Rumah yang terkenal angker tersebut. Nah, sebelah barat Rumah ini terdapat tanah kosong bekas kediaman Kiai As’ari dan Nyai Halimah, orang tua Kiai Hasyim.
“Lahirnya Mbah Hasyim, menurut para sesepuh ketika saya Hingga sini, itu Ke sebelah baratnya Rumah yang saya tempati dulu. Ke situ itu, konon dulu sesepuh sini namanya Pak Muhammad Toha itu Menyaksikan cerita Di orang tuanya bahwa sering mendengar Mbah Hasyim Asy’ari itu menangis tuh masih dengar,” ungkapnya.
Keluarga Kiai Hasyim Asy’ari, kata Faizun, lantas pindah Hingga Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. “Di Keras, Mutakhir Mbah Hasyim membangun Pesantren Tebuireng. Setelahnya Itu yang berkembang yang Tebuireng. Makanya makamnya Mbah As’ari kan masih Ke Keras, tidak Ke komplek (Pesantren) Tebuireng,” jelasnya.
4. Menara Masjid Jami PP Bahrul Ulum
Masjid ini terletak Ke Dusun Tambakberas, persis Ke sebelah selatan kediaman mendiang KH Abdul Wahab Hasbullah. Masjid kuno ini dibangun Ke masa KH Hasbullah Said, ayah Kiai Wahab tahun 1904. Menariknya lagi, terdapat tulisan huruf arab Ha, Ra, Ta dan Mim Ke menara masjid ini.
Masjid Jami PP Bahrul Ulum yang dibangun Ke masa KH Hasbullah Said, ayah Kiai Wahab tahun 1904 Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim |
“Salah satu yang pernah saya dengar, dulu itu semangat juangnya para muasis Bahrul Ulum, Mungkin Saja Mbah Wahab juga ya, ha, ra, ta, mim itu Harrun Tammun. Harrun kan merdeka, Tammun, sempurna. Karena Itu, merdeka secara sempurna. Karena Itu, itu Mungkin Saja melambangkan semangat juangnya Bahrul Ulum ketika itu, merdeka seutuhnya,” tandas Faizun.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 4 Tempat Memorabilia Ke Arena Muktamar NU Ponpes Tambakberas Jombang












