Tasikmalaya –
Setiap Area punya keunikan masing-masing, termasuk nama wilayahnya. Hal serupa juga ada Hingga Kabupaten Tasikmalaya. Hingga sini, ada beberapa Area yang namanya tergolong unik.
Nama daerahnya mengandung unsur satwa. Yang Menarik Perhatian, ada tambahan nama lain yang disematkan Hingga Untuk nama tersebut. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini:
Kabupaten Tasikmalaya sendiri merupakan salah satu Area Hingga kawasan Priangan Timur, Jawa Barat. Wilayahnya membentang Di 2.708 kilometer persegi dan terdiri Didalam 39 kecamatan serta 351 desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya berada Hingga Kecamatan Singaparna. Nama Singaparna sendiri bukan nama Mutakhir, Sebab Sebelum dulu kawasan ini telah dikenal sebagai salah satu Area penting Hingga Tasikmalaya.
Di masa lalu, Singaparna merupakan sebuah kewedanaan yang wilayahnya mencakup Singaparna, Leuwisari, Cigalontang, dan Sukaraja. Kawasan tersebut juga berkembang layaknya kota satelit yang berada tidak jauh Didalam pusat keramaian Tasikmalaya.
Ketika Kota Tasikmalaya terbentuk Di awal 2000-an, Singaparna Sesudah Itu ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya. Nama Singaparna pun Lebihterus dikenal, termasuk Sebab bunyinya yang kerap dipelesetkan menjadi Singapura.
Tetapi, ada hal lain yang membuat nama Singaparna Menarik Perhatian Sebagai dibahas. Jika dilihat Didalam bahasa Sunda, nama tersebut terdiri Didalam kata singa dan parna.
Kata singa tentu merujuk Di hewan buas yang dikenal sebagai raja hutan. Sambil parna Untuk bahasa Sunda Memiliki arti sakit keras atau Merasakan Kerusakan berat.
Karenanya, secara etimologis Singaparna dapat dimaknai sebagai singa yang Merasakan Kerusakan berat. Makna tersebut terdengar cukup unik Sebagai sebuah nama Area.
Keunikan itu ternyata tidak berdiri sendiri. Hingga Di Singaparna terdapat sejumlah nama kampung yang juga menggunakan nama satwa, salah satunya Kampung Badakpaeh Hingga Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna.
Kampung Badakpaeh berada hanya beberapa kilometer Didalam Alun-alun Singaparna Hingga arah Kota Tasikmalaya. Namanya berasal Didalam dua kata Sunda, yakni badak dan paeh.
Badak berarti hewan bercula, sedangkan paeh berarti mati. Jika digabungkan, Badakpaeh secara sederhana berarti badak mati.
Cerita tentang nama satwa juga ditemukan Hingga Kampung Gajahbarang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Letaknya pun tidak terlalu jauh Didalam Kampung Badakpaeh.
Menurut warga setempat yang pernah diwawancarai detikJabar, Teguh Arifianto, istilah gajah Barang Dagangan berkaitan Didalam pemanfaatan gajah sebagai alat transportasi atau pengangkut Barang Dagangan. Gajah tersebut konon digunakan Sebagai membawa berbagai Barang Dagangan, termasuk hasil Pertanian.
“Konon katanya gajah Barang Dagangan itu gajah yang Hingga Pada pundaknya diberi keranjang besar Sebagai mengangkut Barang Dagangan atau hasil tani,” kata Teguh.
Teguh mengakui bahwa keberadaan nama-nama tersebut memang Menarik Perhatian. Tetapi, ia mengaku belum mengetahui secara pasti sejarah maupun asal-usul munculnya nama-nama unik tersebut.
“Unik ya singa sakit, badak mati dan gajah Barang Dagangan,” kata Teguh.
Nama tempat berbasis satwa ternyata tidak hanya ditemukan Hingga Di Singaparna dan Leuwisari. Hingga Kabupaten Tasikmalaya juga terdapat Desa Kudadepa yang berada Hingga Kecamatan Sukahening.
Kudadepa berasal Didalam istilah bahasa Sunda kuda depa. Istilah tersebut menggambarkan kuda yang berada Untuk posisi mendekam atau tiarap.
Ada pula Kampung Naga Hingga Kecamatan Salawu yang jauh lebih dikenal Sebab statusnya sebagai kampung adat sekaligus destinasi wisata. Meski menggunakan nama satwa mitos, nama Naga Hingga tempat ini ternyata tidak berkaitan Didalam ular naga.
Nama Naga dipercaya merupakan penggalan Didalam istilah na gawir atau dina gawir. Istilah tersebut menggambarkan lokasi kampung yang berada Hingga kawasan tebing atau jurang.
Didalam Singaparna, Badakpaeh, Gajahbarang, Kudadepa hingga Kampung Naga, nama-nama tempat Hingga Kabupaten Tasikmalaya menyimpan cerita yang Menarik Perhatian. Sebagian berkaitan Didalam satwa, sebagian lagi menggambarkan Kepuasan atau Karya yang pernah dikenal Kelompok Di masa lalu.
Nama-nama tersebut menjadi bukti bahwa bahasa dan lingkungan dapat meninggalkan jejak Untuk sebuah Area. Hingga balik nama yang terdengar sederhana atau Malahan unik, tersimpan potongan cerita yang membuat sejarah Tasikmalaya Lebihterus Menarik Perhatian Sebagai ditelusuri.
(orb/orb)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Nama Area Unik Hingga Tasikmalaya, Singa Sakit hingga Badak Mati











