Antusiasnya Yowana Serangan Ikuti Rangkaian Puncak Perayaan Seni Penjor 2026


Denpasar

Para yowana perwakilan banjar adat Hingga Desa Serangan, Denpasar, Bali, antusias mengikuti rangkaian puncak Perayaan Seni Penjor Desa Serangan 2026. Lomba penjor ketiga kalinya itu digelar Sebagai memeriahkan Puja Wali Pura Dalem Sakenan serta Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Perayaan Seni penjor tersebut digelar atas kolaborasi Antara PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali Di yowana Di banjar adat Hingga Desa Serangan. Malahan, tahun ini para anggota sekaa teruna Hingga masing-masing banjar dilibatkan sebagai panitia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Serunya tahun ini, yang Dari Sebab Itu panitia Di kami sendiri Di sekaa teruna teruni (STT). Kami STT bersama-sama mengerjakannya,” ujar Ni Putu Sherinita selaku salah satu panitia Perayaan Seni Penjor Di Banjar Kawan Serangan, Di keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

“Di adanya kepanitiaan ini, kami Dari Sebab Itu saling mengenal satu Di banjar lainnya, Lantaran panitianya tidak berasal Di satu banjar saja,” imbuhnya.

Pelaksanaan Perayaan Seni Penjor itu Memikat perhatian para wisatawan yang Berkunjung Hingga kawasan Serangan. Malahan, mereka antusias Merasakan dan mengabadikan deretan penjor megah karya anak-anak muda Desa Serangan tersebut.

Kreasi Penjor Di Banjar Dukuh, Peken, Ponjok, Kawan, dan Kaja Serangan tidak hanya memukau secara estetika. Melainkan juga memegang teguh pakem filosofis penjor yang melambangkan ungkapan rasa syukur dan kemakmuran kepada alam semesta.

Jro Bendesa Desa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, mengapresiasi semangat yowana Serangan Di mengikuti lomba penjor tersebut. Menurutnya, perwakilan sekaa teruna Di kelima banjar sangat totalitas menggarap penjor masing-masing.

“Mereka betul-betul ingin menampilkan kebolehannya Di Perayaan Seni ini, betul-betul bagaimana mereka ingin Menunjukkan yang terbaik. Persiapannya juga cukup lama. Ada yang sebulan, ada yang dua bulan, sudah ada bambunya Hingga banjar masing-masing, sudah ada persiapannya,” ujar Pariatha.

Pariatha mengatakan pelaksanaan Perayaan Seni Penjor Serangan awalnya diinisiasi Dari BTID. “Kami Hingga desa adat ya Mendorong dan mendukung termasuk pendanaan Di desa adat kemarin. Dari Sebab Itu, kita Hingga desa adat Di awal, dana operasional kita dukung Hingga situ,” imbuhnya.

Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan pelibatan yowana Di Desa Serangan sebagai panitia Perayaan Seni Penjor ini merupakan salah satu upaya BTID Di memberdayakan dan membantu mengasah Imajinasi para muda-mudi Sebagai Membuat kemampuan Di berorganisasi.

“Melihat dedikasi dan hasil kerja keras teman-teman Yowana hari ini, rasanya sungguh terharu dan membanggakan. Perayaan Seni ini menjadi panggung pembuktian Imajinasi mereka, sekaligus merupakan salah satu wujud aplikatif Di Langkah Creative Event Management Lab yang dirancang KEK Kura Kura Bali bersama Di UID Bali Campus,” ujar Zefri.

“Kami berharap kehadiran KEK Kura Kura Bali bisa terus tumbuh berdampingan Di Komunitas. Harapan terbesarnya, bekal Pengalaman Hidup langsung ini bisa menjadi fondasi agar generasi muda siap berdiri secara mandiri dan menjadi tuan Rumah yang berdaya Hingga desanya,” imbuhnya.

Sebagai diketahui, lomba penjor ini melibatkan tiga juri yang terdiri Di perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali hingga praktisi Karyaseni asal Ubud dan Kesiman. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, penjor karya ST Panca Yasa Di Banjar Ponjok keluar sebagai Kampiun pertama. Lanjutnya, Kampiun kedua diraih Dari ST Hredaya (Banjar Dukuh) dan Kampiun ketiga ditempati Dari ST Satya Witra (Banjar Kawan).

(iws/iws)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Antusiasnya Yowana Serangan Ikuti Rangkaian Puncak Perayaan Seni Penjor 2026

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่