Surabaya –
Kabupaten Jombang Memiliki sejarah panjang yang berkaitan Bersama perkembangan kerajaan, Kebiasaan Kelompok, hingga penyebaran agama. Selain dikenal sebagai Kota Santri, Area ini juga Memiliki sejumlah cerita mengenai asal-usul namanya yang diwariskan secara turun-temurun.
Hari Dari Sebab Itu Kabupaten Jombang diperingati setiap 21 Oktober. Penetapan tanggal tersebut berkaitan Bersama sejarah pembentukan Jombang sebagai Area administratif Sesudah Sebelumnya Itu menjadi Dibagian Bersama Afdeeling Mojokerto Ke masa pemerintahan Hindia Belanda.
Di balik sejarah tersebut, berkembang beragam cerita mengenai asal-usul nama Jombang. Salah satu versi yang dikenal Kelompok mengaitkannya Bersama perpaduan warna ijo atau hijau dan abang atau merah Untuk bahasa Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, menurut jurnal “Berawal Bersama Legenda Di Nama: Sisik Melik Kabupaten Jombang”, terdapat enam versi cerita mengenai penamaan Jombang, yakni Kebokicak, Babat Desa Jombang, Demak, Lemah Ijo, Mojokambang, dan Mongol.
Asal-usul Nama Jombang Bersama Kata Ijo dan Abang
Salah satu cerita yang paling masyhur mengenai asal-usul nama Jombang berasal Bersama legenda Kebokicak. Untuk versi ini, nama Jombang dikaitkan Bersama warna hijau dan merah yang muncul ketika dua tokoh terlibat pertarungan.
Kisah tersebut berlatar masa pemerintahan Bre Kertabumi atau Brawijaya V ketika Kerajaan Majapahit Merasakan kemunduran. Ke Pada bersamaan, Area barat Majapahit diceritakan Merasakan wabah Gangguan atau pageblug.
Untuk legenda tersebut, wabah diyakini berkaitan Bersama dua siluman buaya yang bersemayam Di tubuh banteng milik pendekar Surontanu. Gurunya, Ki Ageng Sumayana atau Ki Ageng Supayana memerintahkan Surontanu menyerahkan banteng tersebut Untuk disembelih.
Tetapi, Surontanu telah berjanji Untuk melindungi bantengnya. Kebokicak Lalu diperintahkan merebut banteng milik Surontanu. Keduanya terlibat pengejaran hingga akhirnya bertarung Di sebuah kolam atau blumbang.
Pertarungan tersebut dikisahkan membuat air kolam berubah warna menjadi hijau dan merah. Warna hijau berasal Bersama tubuh Surontanu, sedangkan warna merah berasal Bersama tubuh Kebokicak.
Enam Versi Asal-usul Nama Kabupaten Jombang
Selain legenda Kebokicak, terdapat sejumlah cerita lain yang menjelaskan penamaan Jombang. Masih mengutip Bersama jurnal yang sama, berikut enam versi yang berkembang Untuk Kebiasaan cerita Kelompok.
1. Versi Babat Desa Jombang
Versi ini berkisah tentang Buyut Sarmi, seorang tokoh yang berasal Bersama Pare, Kediri. Ia diceritakan berpindah Di Area Regent Japan atau Mojokerto bersama istri dan kedua anaknya Untuk mencari penghidupan.
Keluarga tersebut pertama kali datang Di Dapurkejambon. Buyut Sarmi Lalu melihat Area Di Dibagian selatan yang dinilai dapat dibuka permukiman.
Sesudah Menyambut persetujuan pejabat, pembukaan lahan dilakukan Bersama utara Di selatan. Untuk proses tersebut, Buyut Sarmi menemukan sebuah jublangan atau lubang menyerupai kolam yang airnya berwarna merah seperti darah.
Warna merah Untuk bahasa Jawa disebut abang. Berdasarkan cerita tersebut, Area itu Lalu dinamai Jomblang, yang berasal Bersama istilah jublangan abang. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi Jombang agar lebih mudah diucapkan.
2. Versi Demak
Versi Demak menghubungkan asal-usul nama Jombang Bersama dinamika politik menjelang kemunduran Kerajaan Majapahit. Untuk cerita tersebut, Pangeran Jimbun atau Raden Patah mengirimkan pasukan Demak Bintara yang dibantu pasukan Campa Untuk Di ibu kota Majapahit.
Untuk perjalanan, kedua pasukan singgah dan beristirahat Di Area Tunggorono. Bersama kejauhan, Busana mereka tampak Memiliki dua warna berbeda. Pasukan Demak Bintara mengenakan Busana hijau, sedangkan pasukan Campa mengenakan Busana merah.
3. Versi Lemah Ijo
Versi Lemah Ijo berkaitan Bersama legenda Gunung Tunggorono dan bentang alam Di Area Jombang. Untuk cerita tersebut, Gunung Tunggorono digambarkan sebagai gunung berapi aktif yang pernah Merasakan letusan dahsyat.
Letusan itu konon menyebabkan material vulkanik mengendap Di aliran Sungai Brantas hingga memicu Genangan Air bandang. Peristiwa tersebut dikisahkan terjadi Ke masa pemerintahan Prabu Airlangga. Meski Genangan Air Mengamuk Area sekitarnya, Jombang disebut tidak Merasakan kerusakan parah.
Sesudah Genangan Air surut, kawasan Di Gunung Tunggorono diceritakan dipenuhi tumbuhan liar yang tampak hijau Bersama kejauhan. Area itu Lalu dikaitkan Bersama istilah lemah ijo sing kambang, yang Untuk versi cerita ini dimaknai sebagai tanah hijau yang mengapung.
4. Versi Mojokambang
Versi ini berkaitan Bersama kisah pembukaan hutan Ke masa Raden Wijaya bersama pengikutnya dan prajurit Aria Wiraraja. Untuk cerita itu, kawasan hutan yang semula Disorot angker perlahan berkembang menjadi permukiman. Di Area itu tumbuh banyak pohon maja yang menghasilkan buah bercita rasa pahit.
Ketika pembukaan hutan mencapai kawasan Sungai Brantas, buah-buah maja yang jatuh Di sungai terbawa arus. Bersama kejauhan, buah-buah tersebut tampak seperti bola-bola hijau yang mengapung Di permukaan air.
Pemandangan itu Lalu dikaitkan Bersama istilah maja kambang atau mojo kambang. Menurut versi cerita ini, sebutan tersebut Merasakan perubahan hingga menjadi Jombang.
5. Versi Mongol
Versi Mongol menghubungkan asal-usul nama Jombang Bersama kisah kedatangan pasukan Mongol Di Jawa Ke masa pemerintahan Kubilai Khan. Untuk cerita tersebut, Kubilai Khan mengirimkan utusan bernama Meng Ki kepada Raja Kertanegara Bersama Singasari.
Utusan itu dikisahkan Menyambut perlakuan yang Disorot sebagai bentuk penolakan Pada Permintaan Mongol. Kubilai Khan Lalu mengirimkan armada besar Di Jawa. Kapal-kapal itu berlabuh Di sepanjang aliran Sungai Brantas, Bersama Megaluh hingga Kediri.
Sebagian besar kapal Untuk cerita tersebut digambarkan berwarna merah. Pemandangan itu Lalu dikaitkan Bersama istilah Jung Bang, yang Untuk versi ini dimaknai sebagai kapal besar berwarna merah.
6. Versi Kebokicak
Asal-usul nama Jombang juga dikenal Lewat legenda Kebokicak dan Pendekar Surontanu. Kisah ini berawal Bersama Bersaing banteng milik Surontanu. Kebokicak Menyambut perintah Untuk merebut banteng tersebut, sedangkan Surontanu Berusaha mempertahankannya.
Pengejaran keduanya berakhir Bersama pertarungan Di sebuah kolam. Untuk legenda tersebut, air kolam berubah menjadi hijau dan merah, yang masing-masing dikaitkan Bersama Surontanu dan Kebokicak. Perpaduan warna ijo dan abang Lalu dihubungkan Bersama nama Jombang.
Tetapi, Di Di lima versi legenda asal-usul nama Jombang tersebut, legenda Kebokicak terus dikenal Lewat penuturan lisan dan berbagai pertunjukan Kekayaan Budaya Dunia Di Ditengah Kelompok.
(irb/hil)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Asal-usul Nama Kabupaten Jombang yang Rayakan Hari Dari Sebab Itu 21 Oktober









