Sumbawa –
Di balik keindahan lanskap alamnya, siapa sangka bahwa Tanjung Menangis yang terletak Di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyimpan sebuah legenda tragis yang mengharukan.
Konon, semenanjung ini tidak terbentuk begitu saja. Sebelumnya menjadi destinasi wisata seperti sekarang, kawasan Tanjung Menangis dipercaya dulunya merupakan hamparan laut yang secara ajaib berubah menjadi daratan, Setelahnya menjadi lokasi tenggelamnya seorang putri yang meratapi nasibnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada ini, Tanjung Menangis dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler Di NTB. Di sini, pengunjung dapat menikmati keindahan semenanjung yang dikelilingi pantai, panorama laut, serta tebing yang memukau.
Lantas, seperti apa kisahnya? Berikut asal-usul Tanjung Menangis yang perlu Anda ketahui. Yuk, simak informasi selengkapnya!
Sejarah Tanjung Menangis
Diceritakan Di ratusan tahun lalu, Pulau Sumbawa berada Di bawah kekuasaan sebuah kerajaan yang dipimpin Bersama seorang datu atau raja bergelar Datu Samawa. Sang raja Memiliki seorang putri bernama Putri Lala Intan Bulaeng yang dikenal Memiliki paras sangat cantik.
Suatu hari, Tuan Putri mengidap Gangguan aneh yang tidak dapat disembuhkan. Mengetahui Situasi tersebut, Datu Samawa melakukan berbagai cara Sebagai menyelamatkan nyawa anaknya, mulai Di mencari tabib sakti hingga Melakukan sayembara yang disebarkan Di seluruh penjuru negeri.
Di sayembara tersebut dijanjikan, siapa pun yang mampu menyembuhkan Tuan Putri Akansegera memperoleh hadiah. Jika perempuan, Akansegera diangkat sebagai anak, dan apabila laki-laki, Akansegera dinikahkan Bersama Tuan Putri.
Mulai Di rakyat biasa maupun para tabib mencoba mengikuti sayembara tersebut, Akansegera tetapi tak seorang pun berhasil menyembuhkan Tuan Putri. Hingga Di suatu ketika, datang seorang kakek tua bernama Daeng Ujung Pandang yang berhasil mengobati Tuan Putri berkat kecerdikan dan kesaktiannya.
Mendengar kabar tersebut, Datu Samawa merasa sangat gembira dan berniat menepati janjinya Bersama menikahkan Tuan Putri kepada Daeng Ujung Pandang. Akan Tetapi, melihat Situasi fisik sang kakek yang sudah tua renta dan bungkuk, Datu Samawa berubah pikiran dan tidak rela menikahkan putrinya.
Alih-alih melangsungkan pernikahan, Datu Samawa menawarkan imbalan berupa harta Di jumlah besar Bersama syarat Daeng Ujung Pandang bersedia membatalkan niatnya Sebagai menikahi Tuan Putri.
Merasa dikhianati dan diperlakukan tidak adil, Daeng Ujung Pandang menolak tawaran tersebut dan memilih pulang tanpa membawa apa pun Di istana. Bersama perasaan berat, ia kembali Di desanya menggunakan sampan kecil yang disandarkan Di sebuah tanjung.
Melihat perlakuan ayahnya, Tuan Putri merasa iba dan segera menyusul Daeng Ujung Pandang Di tanjung tersebut. Sesampainya disana, ia melihat Daeng telah menaiki sampannya. Akan Tetapi secara ajaib, kakek tua itu berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.
Sayangnya, Tuan Putri tidak mampu mengejar sampan yang kian menjauh. Sambil menangis, ia terus berlari hingga Di Di laut. Tanpa disadari, tubuhnya perlahan tenggelam hingga akhirnya meninggal dunia Lantaran kehabisan napas.
Sebelum Pada itu, lokasi tempat Tuan Putri berpisah Bersama pujaan hatinya dikenal sebagai Tanjung Menangis. Kisah tragis ini Setelahnya Itu diwariskan sebagai cerita rakyat Sebagai mengenang peristiwa menyedihkan tersebut.
Makna dan Nilai Moral Legenda Tanjung Menangis
Di legenda Tanjung Menangis, terdapat sejumlah nilai moral yang dapat dipetik. Salah satunya adalah pentingnya menepati janji, sebagaimana sikap Datu Samawa yang mudah mengingkari janji hingga berujung Di peristiwa tragis.
Samping Itu, legenda ini mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya dinilai hanya Di penampilan fisik, melainkan juga Di kepribadian dan ketulusan hatinya. Bersama Sebab Itu, legenda Tanjung Menangis tidak hanya menjadi cerita rakyat yang melatarbelakangi terbentuknya suatu tempat, tetapi juga menjadi pengingat Akansegera nilai-nilai kehidupan yang patut dijadikan pelajaran.
Pesona Tanjung Menangis Sebagai Tempat Wisata
Walaupun berawal Di kisah yang menyedihkan, Tanjung Menangis justru menyuguhkan panorama alam yang memikat. Kawasan semenanjung ini menawarkan sudut pandang yang unik, Supaya pengunjung dapat menikmati pemandangan laut Di berbagai arah.
Suasana Di sekitarnya juga relatif Tenteram dan masih alami, menjadikannya pilihan tepat Untuk wisatawan yang ingin merasakan ketenangan jauh Di hiruk pikuk perkotaan. Samping Itu, deburan ombak yang berpadu Bersama hembusan angin laut yang sejuk Akansegera menambah Pengalaman Hidup berwisata bersama keluarga maupun orang terdekat menjadi lebih menyenangkan.
Demikian ulasan mengenai asal-usul legenda Tanjung Menangis Di Sumbawa. Tertarik Sebagai mengunjunginya? Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Asal-usul Tanjung Menangis Di Sumbawa, Legenda Tragis Putri Kerajaan











