Subang –
Ratusan nelayan Di Kampung Nelayan Muara Ciasem, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali Mengadakan Kebiasaan tahunan Ruat Laut atau yang dikenal sebagai Pesta Laut (Nadran).
Kebiasaan yang berlangsung turun-temurun ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan atas limpahan hasil laut yang diperoleh Pada setahun terakhir, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan Di melaut.
Pantauan detikJabar, Dari pagi hari, suasana Di dermaga dan alur sungai Muara Ciasem tampak semarak. Ratusan kapal nelayan dihiasi Didalam pernak-pernik warna-warni. Beragam Konsumsi ringan hingga jajanan pasar tampak digantungkan Di atas kapal, menambah kemeriahan pesta rakyat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak Didalam Kebiasaan ini adalah pelarungan dongdang, yakni tempat sesaji berupa miniatur perahu nelayan yang berisi aneka Konsumsi, hasil bumi, serta kepala kerbau.
Sebelumnya dilarung Di Di laut lepas, kapal utama yang membawa dongdang dan kepala kerbau tersebut terlebih dahulu berlayar menyusuri hulu sungai Sebagai menyapa kapal-kapal nelayan lainnya. Tokoh Kelompok setempat memimpin doa bersama Bagi keselamatan dan kelancaran rezeki para nelayan.
Sesudah prosesi doa selesai, kapal pembawa dongdang bergerak Di laut lepas Didalam dikawal iring-iringan ratusan kapal nelayan, baik ukuran besar maupun kecil.
Setibanya Di perairan laut lepas Pantura Subang, miniatur perahu beserta kepala kerbau dilarung Di laut. Begitu keranda dilarung, ratusan nelayan langsung berebut sesaji.
Salah satu momen krusial Untuk Kebiasaan ini adalah Di para nelayan berebut darah kerbau yang dilarung. Darah tersebut Lalu dimandikan atau dipercikkan Di badan kapal mereka masing-masing. Menurut kepercayaan warga setempat, ritual ini diyakini dapat membawa keberuntungan serta menjadi simbol penolak bala Didalam mara bahaya Di laut.
Salah seorang nelayan setempat, Yayat Hidayat, mengungkapkan bahwa Ruat Laut merupakan momentum bersedekah dan bersyukur kepada Allah SWT.
“Ruat laut ini intinya Sebagai bersedekah nelayan atas rezeki melimpah yang Allah berikan. Tujuannya sebagai simbol rasa syukur, tolak bala, dan harapannya semoga senantiasa dikasih rezeki melimpah, keselamatan, serta dijauhkan Didalam mara bahaya Di melaut,” ujar Yayat Di ditemui Di lokasi, Selasa (13/10/2026).
Hal senada disampaikan Dari panitia penyelenggara Ruat Laut, Aying. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pesta laut tahunan ini sudah memasuki penyelenggaraan yang Di-9 dan terus Menyambut Pemberian penuh Didalam seluruh Kelompok nelayan Muara Ciasem.
“Alhamdulillah berkat Pemberian para nelayan, Kegiatan ini berjalan lancar. Ini merupakan kegiatan kebudayaan tahunan Sebagai menyambut berkah setiap kali kami melaut mencari ikan. Mudah-mudahan hasil tangkapan ikan selalu banyak dan para nelayan selalu selamat,” kata Aying.
Usai prosesi pelarungan Di Di laut, ratusan kapal nelayan kembali beriringan Di dermaga Muara Ciasem Sebagai melanjutkan kemeriahan Pesta Laut. Warga berharap Kebiasaan Kearifan Lokal Dunia ini dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi daya tarik wisata Kearifan Lokal Dunia Di Daerah utara Subang.
(sud/sud)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kebiasaan Ruat Laut, Cara Nelayan Subang Syukuri Hasil Tangkapan











