Daftar Isi
- Kematian Menurut Kelompok Lamaholot
- Pelaksanaan Ritual Lewak Tapo
Denpasar -
Sejumlah Area Memiliki Kearifan Lokal Untuk menyikapi kematian. Seperti halnya Kearifan Lokal Lewak Tapo yang diwariskan secara turun-temurun Dari Kelompok Suku Lamaholot Ke Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lewak Tapo merupakan prosesi adat atau ritual Bagi mencari penyebab kematian seseorang yang dinilai tidak wajar. Salah satu tahapan Untuk pelaksanaan ritual ini adalah prosesi belah kelapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kearifan Lokal Lewak Tapo berkaitan Bersama cara pandang Kelompok Lamaholot Di Tuhan, leluhur, dan manusia. Ritual ini dimaknai sebagai perantara Bagi mencari kebenaran atas kematian yang Dikatakan misterius sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan orang yang telah meninggal dunia.
Simak ulasan mengenai ritual Lewak Tapo Untuk kehidupan Kelompok Suku Lamaholot seperti dirangkum detikBali berikut ini.
Bagi Kelompok Lamaholot, ritual Lewak Tapo tidak hanya dimaknai sebagai simbol spiritual. Kearifan Lokal ini juga menjadi media penyelesaian persoalan yang berkaitan Bersama hukum adat serta kepercayaan Kelompok setempat.
Kelompok Lamaholot meyakini bahwa kematian tak wajar yang menimpa seseorang Pada usia muda merupakan bentuk hukuman atas Kegagalan yang pernah dilakukan. Kematian tak wajar yang dimaksud seperti Sebab kecelakaan, Membunuh Orang Lain, sakit, maupun sebab lainnya.
Menurut Kearifan Lokal Lamaholot, keluarga yang ditinggalkan diwajibkan melaksanakan ritual Lewak Tapo. Hal ini sekaligus sebagai upaya adat Bagi mencegah agar kejadian serupa tidak terulang Ke generasi berikutnya. Kearifan Lokal ini juga menjadi pengingat agar manusia selalu menjaga perilaku, menghormati adat, dan hidup selaras Bersama nilai-nilai luhur.
Pelaksanaan Ritual Lewak Tapo
Ritual Lewak Tapo dilakukan Lewat prosesi adat yang berlangsung Untuk suasana sakral, baik Lewat ucapan maupun sarana pendukungnya. Media utama Untuk ritual ini adalah tapo atau buah kelapa yang melambangkan kepala manusia sebagai Pada tubuh paling vital.
Ritual ini dipimpin Dari molan atau petinggi adat yang dipercaya Memiliki kepribadian suci. Untuk pelaksanaannya, setiap tahapan prosesi mengandung makna simbolis. Nantinya, molan bertugas membelah buah kelapa Bagi mencari petunjuk mengenai penyebab kematian seseorang.
Prosesi tersebut dilakukan Bersama melafalkan ucapan atau mantra adat secara khidmat. Kelompok setempat percaya bahwa hasil belahan kelapa itu dapat Menyediakan petunjuk maupun jawaban atas penyebab kematian seseorang yang Dikatakan tidak wajar.
Nah, itulah ulasan mengenai Kearifan Lokal Lewak Tapo Bagi Kelompok Suku Lamaholot Ke Pulau Adonara, Flores Timur, NTT. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(iws/iws)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Lewak Tapo, Ritual Menginformasikan Kematian Tak Wajar Bagi Suku Lamaholot











