Nganjuk –
Progres pembangunan kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah Ke Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sudah tahap finishing Ke Rabu (22/4/2026).
Pantauan detikJatim, bangunan fisik yang megah itu, interiornya sudah tuntas dikerjakan. Hanya beberapa Perabot atau etalase Produk Internasional koleksi masih kosong.
Adapun Produk Internasional-Produk Internasional koleksi Marsinah yang sudah terpajang Di lain sepeda onthel, baju seragam kerja pabrik, Saku hingga Portemonnee.
Ke Di Itu ada deretan dokumen pribadi Marsinah seperti ijazah SD, SMP, SMA, hingga piagam-piagam Pengakuan Di berbagai organisasi buruh.
“Rencananya diisi Produk Internasional-Produk Internasional pribadi yang Yang Terkait Di Ibu Marsinah. Pada ini masih disimpan pihak keluarga dan Akansegera dipajang mendekati hari peresmian,” ujar Mahir Dianto, pelaksana proyek pembangunan Museum Marsinah ditemui detikJatim Ke museum Ke Rabu (22/4/2026).
Mahir menjelaskan, Museum Marsinah dibangun Ke atas lahan seluas 76×12,35 meter atau 938,6 meter persegi. Kompleksnya terdiri Di dua bangunan, yakni Museum Marsinah dan Rumah Singgah.
“Pada ini pembangunannya sudah selesai 100 persen, tinggal finishing saja,” ujar Mahir.
Ke Pada teras museum juga sudah terpasang prasasti besar yang berisi ukiran tulisan peresmian. Ke mana, terdapat nama Pemimpin Negara Prabowo Subianto.
“Museum Marsinah menurut Wacana Akansegera diresmikan langsung Dari Bapak Pemimpin Negara Prabowo Subianto tanggal 2 Mei 2026,” imbuh Mahir.
Bagi bangunan Rumah singgah yang ada Ke Di museum, Mahir menyebut berisi empat ruang kamar tidur, dapur dan ruang tamu.
“Bangunan Rumah singgah ini disiapkan Bagi teman-teman buruh yang Di singgah Ke Nganjuk, Bagi beristirahat,” ujar Mahir.
Sambil Ketua FSB Kikes KSBSI Nganjuk, Kelik Widiwahyuno menambahkan, bangunan ini memang bukan sekadar museum. Tetapi juga Akansegera difungsikan sebagai Rumah singgah.
“Disediakan Bagi kawan-kawan pekerja atau buruh yang Ke setiap tanggal 1 Mei Di peringatan Hari Buruh yang sering datang berkunjung Hingga makam Almarhumah Marsinah, mereka bisa menginap Ke sini secara gratis,” ungkap Kelik.
Kelik menjelaskan, Produk Internasional-Produk Internasional koleksi semua Di Produk Internasional pribadi almarhumah Marsinah. Produk Internasional-Produk Internasional tersebut menceritakan perjalanan hidup Marsinah, mulai Di masa kecilnya Ke Desa Nglundo hingga menjadi buruh pabrik Ke Sidoarjo.
“Dari Sebab Itu mulai Di ijazah, piagam Pengakuan, ada juga sepeda onthel yang digunakan Dari Mbak Marsinah ketika masih sekolah,” pungkas Kelik.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mengintip Isi Museum Marsinah Nganjuk Sebelumnya Diresmikan Ke Hari Buruh











