Asal-usul Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong yang Masuk KEN 2026


Madura

Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong kembali hadir Di 25 April 2026. Tong-tong merupakan alat Bunyi tradisional berbahan bambu atau kayu yang menghasilkan bunyi ritmis Pada dipukul. Para penabuh Bersama berbagai Area bakal unjuk gigi Menunjukkan kekompakan dan Inovasi lewat irama tong-tong yang unik.

Perayaan Seni asal Madura ini menjadi ajang Sebagai menjaga Kearifan Lokal serta mengenalkan Bunyi tong-tong Di Kelompok luas. Keramaian tabuhan yang kental Bersama nuansa Kekayaan Budaya Dunia siap menjamu pengunjung Di akhir April nanti.

Asal-usul Bunyi Tong-Tong

Melansir laman Kemendikdasmen, tong-tong sudah ada Dari masa kuno, Justru diperkirakan berasal Bersama zaman pra-Hindu. Awalnya, tong-tong berfungsi sebagai alat komunikasi tradisional berupa kentongan yang digunakan Kelompok Sebagai memberi tanda bahaya atau situasi tertentu Di desa. Caranya cukup sederhana, ditentukan beberapa kode pukulan yang berbeda tergantung situasi yang terjadi.


Di Madura, khususnya Sumenep seperti Area Batuputih dan Ambunten, tong-tong Sesudah Itu dikenal sebagai Bunyi arak-arakan atau Bunyi patrol yang dimainkan secara berkelompok.

Seringkali digunakan Pada bulan Ramadan, khususnya Sebagai membangunkan sahur warga. Nama “tong-tong” sendiri berasal Bersama bunyi alat tersebut Pada dipukul serta mencerminkan karakter Kelompok Madura yang kompak dan penuh kebersamaan.

Bunyi Tong-Tong Sekarang

Untuk perkembangannya, Bunyi tong-tong mulai masuk Di berbagai komposisi Bunyi lain seperti klenengan hingga teater ludruk. Alatnya pun makin beragam, tidak hanya Bersama bambu, tetapi juga Bersama pangkal pohon siwalan yang dikenal sebagai dhungdhung, yang digunakan Untuk Kegiatan tertentu seperti lomba merpati hingga ritual okol/ojhung (pertarungan memakai rotan).

Inovasi para pelaku Seni Kekayaan Budaya membuat Bunyi ini terus berkembang lewat kolaborasi Bersama berbagai instrumen tanpa meninggalkan ciri khas bunyi ritmisnya. Seiring waktu, format pertunjukan juga berubah.

Jika awalnya didominasi alat Bunyi tong-tong saja, kini Untuk Perayaan Seni justru lebih banyak dipadukan Bersama instrumen lain seperti saronen, rebana, hingga drum. Tampilan visual pun Lebih atraktif lewat kereta hias berornamen lengkap Bersama lampu warna-warni, ditambah kostum khas Madura yang memperkuat identitas Kekayaan Budaya Dunia.

Bersama Kearifan Lokal ronda sahur Ramadan, Bunyi tong-tong kini menjelma menjadi pertunjukan kreatif yang masuk Untuk agenda Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong. Setiap tahun, Perayaan Seni ini Menampilkan Perkembangan mulai Bersama lomba cipta lagu, kostum tematik, hingga Kejuaraan penampilan terbaik, sekaligus menjadi daya tarik wisata Kekayaan Budaya Dunia yang Memperkenalkan semangat dan Inovasi Kelompok Madura.

Kapan Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong 2026?

Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong menjadi salah satu event Kekayaan Budaya Dunia unggulan Jatim yang masuk Untuk Karisma Event Nusantara (KEN), Langkah kurasi nasional Bersama Kementerian Perjalanan Di Luarnegeri dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kehadiran Perayaan Seni ini Untuk KEN Dari 2025 hingga 2026 Menunjukkan konsistensinya sebagai daya tarik wisata Kekayaan Budaya Dunia sekaligus panggung Inovasi Kelompok Madura Di tingkat nasional. Berikut jadwal pelaksanaannya Di tahun ini, dilansir Bersama Instagram @eastjavatrip_id.

  • Hari/Tanggal: Sabtu-Minggu 25-26 April 2026
  • Lokasi: Lapangan Seni Kekayaan Budaya Gotong Royong, Sumenep

Nah, itu tadi informasi seputar sejarah Bunyi Tong-Tong asal Madura hingga menjadi Perayaan Seni tahunan yang selalu memukau wisatawan. Tertarik Sebagai menikmati festivalnya?

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Asal-usul Perayaan Seni Bunyi Tong-Tong yang Masuk KEN 2026

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่