Denpasar –
Kepulauan Nusantara sebagai lintasan penutur Austronesia menyimpan tinggalan unik dan Menarik Perhatian. Salah satunya berada Ke Pulau Bali dan disimpan Ke Pura Penataran Sasih.
Peradaban manusia tidak berdiri sendiri Kendati terpisah Dari lautan. Mobilitas Penduduk dan difusi kebudayaan terjalin Di waktu Hingga waktu Ke berbagai tempat. Begitu pula Di peradaban manusia Austronesia. Berkembang Di daratan Taiwan hingga Hingga Papua dan Malahan Madagaskar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menemukan berbagai tinggalan yang mengisyaratkan Kearifan Lokal Global yang sama Di berbagai tempat Ke kawasan ini, termasuk artefak nekara. Benda yang berasal Di zaman perunggu ini ditemukan juga Ke Area Pejeng, Kabupaten Gianyar. Diklaim sebagai nekara terbesar Ke Asia.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai Nekara Pejeng Ke Kabupaten Gianyar!
Apa Itu Nekara Pejeng?
Kebudayaan manusia berkembang Di memanfaatkan benda seperti batu dan kayu menjadi membuat logam. Benda-benda logam ini dihasilkan Di bahan-bahan campuran seperti tembaga dan timah yang membentuk logam perunggu. Di pembuatan logam tersebut, diciptakanlah berbagai alat-alat, termasuk nekara.
Nekara (kettledrum) adalah artefak orang-orang Austronesia yang termasuk Di kebudayaan Dongson. Bila ditelusuri, kebudayaan Dongson adalah bentuk kebudayaan yang berasal Di Dongson, Vietnam. Nekara termasuk Hingga Di Kearifan Lokal Global ini Sebab Memiliki corak bahan dan motif yang serupa Di berbagai temuan lain.
Nekara Memiliki bentuk seperti tabung Di permukaan tabuh Ke Pada atas. Seluruh Pada nekara terbuat Di logam Di motif Ke Pada tabuh dan Pada badan. Nekara Pejeng Memiliki bentuk yang luar biasa. Panjangnya Di 186 cm dan garis Ditengah bidang pukulnya Di 160 cm. Beberapa Pada nekara telah koyak Supaya tidak sepenuhnya utuh.
Keunikan Nekara Pejeng
Sebutan Nekara Pejeng tidak hanya berlaku Untuk yang ada Ke Pura Penataran Sasih saja tetapi juga nekara lain Di bentuk serupa. Ciri utamanya adalah permukaan tabuh yang mencuat keluar dan menjadi lebih lebar dibanding diameter badan nekara.
Bentuknya itu berbeda Di nekara lain. Nekara Di Dongson Memiliki permukaan tabuh yang tampak lebih proporsional. Adanya perbedaan bentuk nekara Dikatakan sebagai bukti bahwa artefak ini dibuat secara lokal. Situs pembuatan logam Ke Di Gianyar juga makin menguatkan dugaan tersebut.
Kelompok mengenal Nekara Pejeng sebagai “Bulan Pejeng” sebuah istilah yang Yang Berhubungan Di Di legenda atau mitos Ke masa lalu. Ada beberapa versi yang diungkapkan mengenai asal-usul benda ini. Dikisahkan bahwa kendaraan berupa kereta kencana membawa Bulan melintasi langit setiap malam. Salah satu rodanya Lalu terlepas dan jatuh Ke area Pejeng.
Ada pula yang menganggap bahwa Nekara Pejeng adalah hiasan telinga atau anting-anting Dewi Ratih yang merupakan Dewi Bulan Di mitologi Bali. Pada ini Nekara Pejeng tidak lagi ditabuh atau Malahan disentuh, artefak logam ini telah menjadi benda sakral yang dihormati Kelompok.
Daya Tarik Wisata Nekara Pejeng
Nekara Pejeng berada Ke Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pengunjung dapat mendatangi pura ini Sebab terletak Ke jalan utama dan berdekatan Di beberapa tempat wisata lain seperti Goa Gajah dan Museum Sarkofagus. Situs ini pun Berencana dilewati jika Di Hingga Tirta Empul jika berangkat Di Denpasar.
Pengunjung tidak dimintai tiket masuk Hingga area pura tetapi Berencana dimintai sumbangan kebersihan Dari pengurus. Melihat Nekara Pejeng juga diharuskan memakai Pengganti khusus seperti kain kamen Sebab letak nekara yang persis Ke Di pura. Untuk yang tidak Memiliki sebaiknya meminjam atau menyewa kain, terdapat juga penjual kain Untuk pengunjung yang ingin membelinya.
Demikian informasi mengenai Nekara Pejeng sebagai salah satu artefak logam terbesar Ke Asia.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Nekara Terbesar Ke Asia Tersimpan Ke Pejeng Gianyar, Simak Fakta dan Sejarahnya











