Lombok Utara –
Penginapan hingga Tempattinggal warga dijadikan homestay Di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tempattinggal-Tempattinggal warga ini sudah habis dipesan menjelang puncak Kebiasaan Mulud Adat Bayan 2026.
Kepala Dinas Perjalanan Di Luarnegeri (Dispar) Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, mengatakan tingkat hunian penginapan Di kawasan Bayan dan Karang Bajo Menimbulkan Kekhawatiran drastis Di pelaksanaan Mulud Adat. Malahan tingginya minat wisatawan Sebagai Merasakan Kebiasaan tersebut disebut telah melampaui target kunjungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelahnya kami survei, penginapan, homestay, Tempattinggal-Tempattinggal penduduk yang ada Di Bayan dan Karang Bajo itu penuh. Alhamdulillah, mereka sudah booking beberapa bulan Sebelumnya Itu Sebagai bisa menginap Di Tempattinggal-Tempattinggal penduduk khusus Sebagai momen Mulud ini.” ucap Dewi, Jumat (28/8/2026).
Menurut Dewi, tingginya kunjungan wisatawan turut Menyediakan dampak positif Bagi pelaku usaha Perjalanan Di Luarnegeri dan Komunitas lokal. Tempattinggal-Tempattinggal warga yang disiapkan sebagai homestay pun ikut menjadi pilihan wisatawan yang ingin menginap Di Di lokasi kegiatan.
Dispar Lombok Utara bersama panitia Sebelumnya Itu menargetkan sebanyak 5.000 kunjungan wisatawan Di pelaksanaan Mulud Adat Bayan 2026. Bersama jumlah tersebut, sebanyak 500 orang ditargetkan berasal Bersama wisatawan mancanegara, sedangkan sisanya merupakan wisatawan domestik.
“Yang Berhubungan Bersama Bersama kunjungan Perjalanan Di Luarnegeri, kalau kami melihat target kami Di tahun ini memang kami sepakat menargetkan Bersama panitia 5.000 orang. 500 turis mancanegara, sisanya Sebagai wisatawan domestik, kita lihat kemarin cukup ramai Malahan melebihi target,” terang Dewi.
Dewi menyebut para wisatawan antusias ingin melihat langsung Kebiasaan Mulud Adat Bayan. Selain wisatawan, mahasiswa Bersama berbagai perguruan tinggi Untuk negeri juga datang Sebagai melakukan Studi dan mempelajari Kebiasaan tersebut.
“Wisatawan Bersama mancanegara ternyata memang mereka Mutakhir datang, just arrived today, just come for Mulud Adat. Di mata internasional ini kan sesuatu yang unik, Agar mereka tertarik Sebagai datang,” terang Dewi.
Dewi menerangkan, Kebiasaan Mulud Adat Bayan tahun ini telah masuk Di Karisma Event Nusantara (KEN). Ia menyebut, tahun ini pertama kalinya Kebiasaan tersebut masuk Untuk KEN.
“Alhamdulillah masuk KEN dan ini tahun pertama. Ini KEN pertama kali Kebiasaan Mulud Adat Bayan,” ungkap Dewi.
Ada dua yang diusulkan Di KEN 2026 yakni Perayaan Seni Gili dan Mulud Adat Bayan. Kebiasaan Mulud Bayan diusulkan sebagai salah satu bentuk pemerataan Sebagai wisata berbasis Kekayaan Budaya Dunia.
“Kami coba Sebagai usulkan Di Kementerian Perjalanan Di Luarnegeri. Alhamdulillah Setelahnya tahapannya, seleksinya yang begitu luar biasa, kami kawal, Setelahnya Itu kurasi. Ternyata Bersama Kementerian Perjalanan Di Luarnegeri Regu kuratornya sangat tertarik Sebagai mengangkat Mulud Adat Bayan ini masuk Untuk KEN 2026,” terang Dewi.
Kebiasaan Mulud Adat Bayan ini merupakan Kebiasaan tahunan Komunitas yang ada Di dua kecamatan yakni Bayan dan Kecamatan Kayangan. Desa Bayang menjadi titik lokasi Lantaran penyelenggaraan puncak Bersama Kebiasaan ini Di Masjid Kuno Bayan.
“Sebenarnya ini kan Kebiasaan tahunan Bersama keluarga besar kita yang ada Di Bayan dan Kayangan. Bayan sebagai titik lokasi Lantaran memang ketika kita berbicara Kegiatan puncak Mulud Adat itu, Bersama Kayangan itu mereka datang Di Bayan. Bersama Sebab Itu satu lah Di Masjid Kuno itu,” ucap Dewi.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mulud Adat Bayan Bikin Penginapan Ludes, Tempattinggal Warga Ikut Dipesan Wisatawan











