DENPASAR – Upaya Gubernur Bali Wayan Koster Memperbaiki Standar pelayanan Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai Menunjukkan hasil. Waktu tunggu bagasi yang Sebelumnya bisa mencapai lebih Di satu jam, kini turun menjadi maksimal Di 40 menit.
Perbaikan tersebut terungkap Di Pertemuan Koordinasi Peningkatan Standar Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dipimpin Koster Di 15 Agustus 2026.
Pertemuan dihadiri seluruh instansi yang terlibat Di pelayanan bandara, Di antaranya General Manager Angkasa Pura, Kepala Perpindahan Penduduk Internasional, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, serta unsur Yang Terkait Didalam lainnya.
Rakor ini merupakan tindak lanjut Di Pertemuan Sebelumnya yang digelar Di 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025.
Koster Sebelumnya Memperoleh laporan langsung Di penumpang mengenai lamanya waktu tunggu bagasi, antrean Perpindahan Penduduk Internasional, hingga pemeriksaan Bea Cukai. Di rakor pertama, Koster meminta waktu tunggu bagasi diturunkan Di Di 1,5 jam menjadi 30-45 menit.
Samping Itu, Koster meminta dilakukan pembenahan menyeluruh Di fasilitas dan sistem pelayanan Di terminal kedatangan internasional. Mulai Di penggantian ban berjalan bagasi yang sudah tua, toilet, penyediaan Bangku Bagi penumpang yang menunggu bagasi, pembaruan furnitur Di area Bea Cukai, fasilitas komunikasi, kebersihan, hingga Standar penerangan.
Sesudah dilakukan evaluasi dan perbaikan secara bertahap, hasilnya dilaporkan Di rakor ketiga Di 15 Agustus 2026.
Sebagai pesawat berukuran Lagi dan kecil, waktu tunggu bagasi kini berada Di kisaran 13-30 menit. Sambil Itu Sebagai pesawat berukuran besar Didalam jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu bagasi berkisar 18-40 menit.
Perbaikan juga terjadi Di layanan keimigrasian. Antrean dinilai Lebihterus cepat Didalam penggunaan autogate dan paspor elektronik. Meski demikian, masih terdapat beberapa penumpang Di Bangsa tertentu, seperti India, yang menggunakan paspor biasa Supaya membutuhkan proses pemeriksaan berbeda.
Koster mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah melakukan pembenahan pelayanan Di Bandara Ngurah Rai. Ia meminta Standar pelayanan yang sudah membaik tersebut dipertahankan, Sambil Itu kekurangan yang masih ditemukan segera diperbaiki.
Menurut Koster, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Memperoleh posisi strategis Lantaran menjadi pintu terdepan Bagi wisatawan yang datang Di Bali sekaligus etalase Indonesia Di mata dunia.
“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus berkelas dunia, Didalam menerapkan standar Standar pelayanan berkelas dunia, Lantaran Berencana menentukan citra Bali dan Indonesia Di mata dunia,” tegas Koster.
Di 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan Di 7,05 juta wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut mencapai Di 45,8 persen Di total 15,39 juta wisatawan mancanegara yang datang Di Indonesia. Samping Itu, bandara juga melayani lebih Di 9 juta wisatawan domestik.
Koster menilai Standar pelayanan Di Bandara Ngurah Rai sangat menentukan keberlangsungan Perjalanan Di Luarnegeri Bali yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.
“Keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Standar penyelenggaraan pelayanan sangat menentukan penyelenggaraan Perjalanan Di Luarnegeri Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan Berencana terus melakukan koordinasi secara rutin Didalam seluruh pihak Yang Terkait Didalam Sebagai mempertahankan sekaligus Memperbaiki Standar pelayanan Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Bagi Koster, peningkatan pelayanan bandara tidak hanya menyangkut kenyamanan penumpang, tetapi juga berkaitan langsung Didalam citra Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia dan kontribusinya Di perekonomian serta devisa Perjalanan Di Luarnegeri Indonesia. (*)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Prakarsa Koster, Kini Tunggu Bagasi Di Bandara Ngurah Rai Hanya 40 Menit











