DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan semua komponen Komunitas harus menjaga Perjalanan Di Luarnegeri Bali. Lantaran ekonomi Bali bertumpu Di sektor Perjalanan Di Luarnegeri. Hal itu disampaikan Di Berpartisipasi Untuk Kegiatan BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 Di kawasan Sidewalk Pulau Peninsula The Nusa Dua, Badung, Bali, terasa berbeda Di Sabtu (8/8/2026) malam.
Kata Koster, besarnya ketergantungan ekonomi Bali Di sektor Perjalanan Di Luarnegeri. Ia menyebut Di 66 persen ekonomi Bali bertumpu Di Perjalanan Di Luarnegeri. Lantaran itu, ekosistem Perjalanan Di Luarnegeri harus dijaga agar tetap aman, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kontribusi besar ini harus kita jaga baik-baik. Lantaran itulah saya bekerja keras mengendalikan situasi Di Bali agar tetap kondusif dan aman,” tegasnya.
Menurut Wayan Koster, Situasi Perjalanan Di Luarnegeri Bali Di 2026 Menunjukkan perkembangan yang Lebihterus berkualitas. Hingga 31 Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh Di 0,4 persen secara year on year, Bersama rata-rata 22.000 hingga 24.000 wisatawan per hari.
Sebagai Alternatif, kunjungan wisatawan domestik Merasakan penurunan Di 8 persen dibandingkan periode yang sama Di 2025. Salah satu faktor yang disebut Koster adalah meningkatnya harga avtur yang berdampak Di Fluktuasi Harga tiket pesawat Di Bali.
Tetapi, Di Di penurunan wisatawan domestik tersebut, terdapat indikator yang menurut Koster cukup menggembirakan. Tingkat hunian hotel berizin justru Menimbulkan Kekhawatiran, terutama hotel bintang lima dan bintang lima plus. Rata-rata tingkat hunian hotel berizin kini mencapai Di 90 persen, Sambil Di kawasan ITDC Justru lebih Untuk 95 persen.
“Jumlah wisatawannya turun, tapi tingkat hunian hotelnya naik,” ujarnya.
Situasi itu, lanjut Gubernur Bali, juga tercermin Untuk meningkatnya penerimaan Pajak Lainnya hotel dan restoran (PHR) kabupaten/kota se-Bali. Hingga 31 Juli 2026, PHR telah mencapai Di Rp 4,1 Triliun, Menimbulkan Kekhawatiran dibandingkan Di Rp 3,8 Triliun Di periode yang sama tahun 2025.
Untuk angka tersebut, Kabupaten Badung menyumbang Di Rp2,9 Triliun atau Di 71 persen.
“Kalau Di Badung yang lagi kerja keras Untuk ngurusin Bali, terutama sekali Di Badung, Lantaran mengurus Badung sama Bersama mengurus Bali,” kata Wayan Koster.
Ia menilai ketika Badung mampu menjaga kawasan pariwisatanya tetap baik, dampaknya Berencana sangat besar Di perekonomian Bali secara keseluruhan. (*)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Semua Komponen Rakyat Wajib Jaga Perjalanan Di Luarnegeri Bali











