Rumentang Siang Direhab, Kembalikan Marwah Karya Seni Era 70-an



Bandung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai revitalisasi Gedung Rumentang Siang, Kosambi, Kota Bandung. Bangunan cagar Kebiasaan Global yang telah lama menjadi ruang berkesenian itu bakal ditata ulang agar lebih nyaman digunakan tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Kepala Dinas Perjalanan Di Luarnegeri dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan mengatakan, revitalisasi Rumentang Siang sudah dimulai Setelahnya proses lelangnya selesai Ke Juli 2026. Gedung Karya Seni ini Akansegera direhab menyusul pemugaran Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Naripan.

“Alhamdulillah tahun ini kita diberi kesempatan Dana Sebagai melakukan rehabilitasi Gedung Rumentang Siang seperti halnya Gedung Pusat Kebudayaan. Di Sebab Itu Setelahnya berbagai proses, minggu-minggu ini kita Untuk tahap persiapan Sebagai pelaksanaan pembangunan konstruksinya,” katanya, Senin (3/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumentang Siang sedari dulu sudah dikenal sebagai gedung pusat pertunjukan teater Di Bandung. Salah satu kelompok yang waktu itu populer adalah Studiklub Teater Bandung (STB), yang namanya tidak bisa dipisahkan Di Rumentang Siang.

Awalnya, Sebelumnya menjadi gedung Karya Seni, Rumentang Siang merupakan gedung bioskop. Gedung bergaya art deco ini sudah berdiri Dari 1935 Di nama awal bioskop Rivoli. Setelahnya Indonesia merdeka, nama bioskop ini lalu dirubah menjadi Bioskop Fajar.

Lalu, Melewati tangan dingin mantan Gubernur Jawa Barat Solihin GP, bioskop Fajar disulap menjadi gedung Karya Seni. Seorang penyair kenamaan Di Kota Kembang Pada itu, Wahyu Wibisana, lalu Memberi nama Rumentang Siang, yang Memiliki arti samar (rentang) dan nyata (siang). Filosofinya pun begitu Untuk Sebab ada harapan kebudayaan Di Jabar bisa makin dikenal Setelahnya adanya gedung pertunjukan Rumentang Siang.

Menurut Iendra, berdasarkan kajian detail detailed engineering design (DED), ada sejumlah Dibagian Di Rumentang Siang yang bakal direvitalisasi. Mulai Untuk halaman Didepan, area resepsionis dan aula pertunjukan.

“Kami punya Konsep seperti halnya Gedung Pusat Kebudayaan, Di Sebab Itu kembali Di zaman Belanda begitu. Kalau ceritanya dulu itu kan bioskop, tetapi Di 70-an dirubah menjadi gedung pertunjukan. Nah, kita Akansegera kembalikannya Di tahun 70 yaitu adalah gedung pertunjukan,” ungkapnya.

Siteplane revitalisasi Gedung Rumentang Siang Foto: Istimewa

Sebab merupakan gedung cagar Kebiasaan Global, revitalisasi Rumentang Siang tidak bisa dilakukan sembarangan. Disparbud Justru menggandeng sejumlah instansi mulai Untuk Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Skuat Ahli Cagar Kebiasaan Global Kota Bandung, hingga Badan Kajian dan Perkembangan Nasional (BRIN).

“Target proyeknya itu Pada 6 bulan. Di Sebab Itu harapan kami, Desember itu sudah selesai dan bisa diresmikan,” ucapnya.

Pada proses revitalisasi, Iendra memohon maaf jika Kegiatan para seniman dan budayawan Di Rumentang Siang harus terganggu. Tetapi ia memastikan, proses revitalisasi itu dilaksanakan Sebagai Memberi kenyamanan dan rasa kebanggaan Sebagai para pelaku Karya Seni.

“Rumentang Siang ini sudah terkenal Untuk dulu dan sudah banyak digunakan. Tentunya, revitalisasi ini Sebagai Memberi kenyamanan dan Keselamatan Bagi pelestarian kebudayaan. Kita mencoba Sebagai Memberi yang terbaik, Di antaranya merehab gedung pertunjukan ini,” katanya.

“Sebab ini nanti bangunannya direhab dulu, Di Sebab Itu Mungkin Saja Mutakhir bisa berfungsi lagi tahun Didepan. Dan tentunya tahun Didepan Insyaallah pertunjukannya Akansegera lebih banyak lagi, lebih nyaman lagi dan tentunya Akansegera lebih lagi Meningkatkan pelestarian kebudayaan kita,” pungkasnya.

(ral/dir)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Rumentang Siang Direhab, Kembalikan Marwah Karya Seni Era 70-an

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่