Sambut Penyu Bertelur, Pokwasmas-PP Ajak Warga Wujudkan Destinasi Wisata Edukatif

BULELENG – Sejumlah pantai Di Area pesisir Kabupaten Buleleng, Di lain Pantai Penimbangan, Pantai Camplung, Pantai Kerobokan Di Kecamatan Buleleng serta Pantai Rajapala Di Kecamatan Seririt, Sebelum Bulan Maret hingga September mendatang banyak Di datangi penyu.

Selain berkah Sebab pesisir pantai Di Buleleng menjadi pilihan satwa langka dilindungi ini Sebagai bertelur, kehadiran Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea), Penyu Hijau (Chelonia Mydas dan Penyu Blimbing (Dermochelys Coriacea) juga menjadi tugas bersama semua pihak Sebagai menyambut, menjaga dan melestarikan.

“Terutama, kami Di Pokwasmas Penimbangan Lestari selaku organisasi kelompok nelayan yang Menyambut tugas konservasi lingkungan dan biota laut, meliputi perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan ekosistem perairan berkelanjutan,” tandas Gede Wiadnyana selaku Ketua Pokwasmas Penimbangan Lestari Desa Bhaktiseraga Kecamatan Bileleng usai persembahyangan Rahina Suci Purnama Di Pura Segara Penimbangan, Senin (30/6/2026).

Selaku petugas konservasi, Wiadnyana mengaku kerap kewalahan Di melakukan pengawasan, terutama Sebagai menjaga penyu yang Akansegera bertelur Di pesisir pantai.

“Selain perubahan aktifitas dan Situasi pantai yang Lebih ramai, pengunjung pantai juga tidak paham bagaimana harus bersikap ketika melihat penyu naik Di darat/pantai Sebagai bertelur,” ungkapnya.

Situasi ini merupakan tantangan Untuk Regu konservasi Sebagai lebih menggencarkan sosialisasi dan Pembelajaran kepada Kelompok, Supaya tidak terjadi penangkapan penyu Sebagai dimiliki atau penyeludupan penyu sebagaimana terungkap Di Perairan Laut Pegametan Di Polairud Polda Bali.

“Penangkapan penyu Sebagai dimiliki dan penyeludupan penyu itu sudah katagori tindak pidana berdasarkan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 dan PP No. 7 tahun 1999, dimana setiap orang dilarang keras Sebagai Menahan, melukai, membunuh, menyimpan, Memiliki, mengangkut dan memperniagakan penyu, baik Di keadaan hidup atau mati,” tegasnya.

Yang Terkait Di upaya antisipasi yang dilakukan, Wiadnyana yang akrab disapa Jro Jedur ini menyebutkan sudah melakukan diskusi dan kajian Yang Terkait Di langkah strategis penyelamatan penyu Ditengah perkembangan pemanfaatan pantai Sebagai usaha dan Perjalanan Di Luarnegeri.

“Selain menggencarkan sosialisasi dan Pembelajaran kepada Kelompok, kami juga melaporkan secara periodik perkembangan serta kendala konservasi lingkungan dan biota laut kepada instansi Yang Terkait Di ditingkat Kabupaten dan Provinsi termasuk kementerian Yang Terkait Di Di pusat,” terangnya.

Sosialisasi dan Pembelajaran yang telah dilakukan Di lain, menyampaikan langkah sederhana yang harus dilakukan ketika melihat penyu yang naik Di darat/panyai Sebagai bertelur.

“Jika melihat penyu naik Di darat atau pantai, silahkan amati Sebab ini tentunya hal sangat Menarik Perhatian dan bisa dinikmati sebagai destinasi wisata edukatif. Di catatan, jaga jarak, matikan semua sumber cahaya (senter/flash Perekamgambar) dan jangan bersuara. Sebab, penyu sangat sensitif; jika merasa terganggu, mereka bisa batal bertelur dan kembali Di laut,” jelasnya.

Silahkan nikmati wisata alam tersebut hingga proses bertelur selesai, Tetapi jangan ambil telurnya Sebab bisa dipidana.

“Lebih baik, laporkan kepada petugas konservasi, Supaya telurnya bisa dirawat Di tempat penangkaran hingga menetas menjadi tukik, dan kita lepas liarkan kembali Di laut,” pungkasnya. (*)

Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Sambut Penyu Bertelur, Pokwasmas-PP Ajak Warga Wujudkan Destinasi Wisata Edukatif

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่