DENPASAR – Pernyataan Pemimpin Negara RI Prabowo Subianto yang menyebut Bali menjadi incaran investor kelas kakap dunia menuai sorotan. Di satu sisi membuka Kemungkinan ekonomi, Tetapi Di sisi lain dinilai Berpeluang menjadi ancaman serius Bagi Ketahanan Kearifan Lokal Dunia dan ruang hidup Komunitas lokal.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI asal Bali, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, menegaskan bahwa euforia Penanaman Modal Untuk Negeri Dunia tidak boleh membuat Bali kehilangan jati diri. Ia mengingatkan, jika tidak dikendalikan Di bijak, Kejadian Luar Biasa ini bisa berujung Di Komunitas Bali tersisih Di tanahnya sendiri.
“Ini bukan soal Merasakan atau menolak Penanaman Modal Untuk Negeri, tapi harus dikaji ulang dampaknya secara menyeluruh. Jangan sampai Bali justru ‘habis’ Sebab terlalu ambisius mengejar Perkembangan ekonomi,” ujar mantan walikota Denpasar, Jumat (10/4/2026).
Menurut Rai Mantra, Pada ini Bali sudah Berjuang Di berbagai persoalan kompleks, mulai Untuk peningkatan kriminalitas, tekanan lingkungan, hingga persoalan sampah yang belum tertangani optimal. Kebugaran ini dinilai sebagai paradoks Di Di citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia.
Ia menyoroti masuknya Prototipe family office dan pengelolaan dana orang-orang super kaya yang diarahkan Hingga Bali. Jika tidak diatur secara ketat, hal ini Berpeluang memicu lonjakan harga tanah, alih fungsi lahan, hingga marginalisasi Komunitas lokal.
“Belajar Untuk Peristiwa Pidana Di Hawaii dan Barcelona, Komunitas lokal akhirnya tidak mampu membeli tanah Di daerahnya sendiri Sebab dikuasai investor. Ini yang harus diantisipasi Di Bali,” tegasnya.
Samping Itu, ia juga mengingatkan risiko lain seperti munculnya jaringan kejahatan, mafia ekonomi, hingga degradasi nilai Kearifan Lokal Dunia akibat Perkembangan yang tidak terkendali.
Rai Mantra menilai, pemerintah perlu Memutuskan langkah strategis Di melakukan kajian komprehensif Sebelumnya membuka keran Penanaman Modal Untuk Negeri besar-besaran. Ia juga Mendorong adanya Keputusan khusus Bagi Bali yang berbasis Di cultural capital atau kekuatan Kearifan Lokal Dunia lokal.
“Jangan hanya mengejar Perkembangan ekonomi. Harus ada Kesejaganan Di ekonomi, ekologi, dan Kearifan Lokal Dunia. Kalau tidak, Bali bisa kehilangan identitasnya,” katanya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kesiapan sosial Komunitas Untuk Berjuang Di perubahan besar tersebut. Tanpa kesiapan itu, berbagai Inisiatif pembangunan berisiko menimbulkan konflik Mutakhir Di Di Komunitas.
Di meningkatnya minat investor Dunia, Bali kini berada Di persimpangan: menjadi pusat ekonomi elit dunia atau tetap mempertahankan karakter sebagai pulau Kearifan Lokal Dunia. Rai Mantra mengingatkan, keputusan yang diambil hari ini Akansegera menentukan wajah Bali Di masa Di. (sur)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Bali Diincar Orang Kaya Dunia, Rai Mantra Ingatkan Ancaman Tersingkirnya Warga Lokal











