Saujana Kala, Upaya Seniman Ciamis Bingkai Sejarah Lewat Lukisan



Ciamis

Ruangan Gedung Seni Kearifan Lokal Ciamis yang biasanya Damai mendadak ramai Bersama warna-warni lukisan, obrolan para seniman, hingga suara pelajar yang antusias mengikuti kegiatan menggambar bersama, Kamis (21/5/2026). Ke sudut-sudut ruangan, puluhan karya Seni Kearifan Lokal rupa terpajang, Menampilkan cerita tentang Kebiasaan Global, sejarah, dan perjalanan waktu Ke Tatar Galuh.

Komunitas Seni Kearifan Lokal Lukis Galuh (SLUG) resmi membuka pameran Seni Kearifan Lokal rupa bertajuk Saujana Kala. Pameran yang berlangsung Pada dua hari hingga Jumat (22/5/2026) tersebut mengusung tema “Membingkai Kemarin, Mewarnai Hari Esok”.

Saujana Kala bukan sekadar ruang memamerkan karya Seni Kearifan Lokal. Pameran ini menjadi upaya kolektif Untuk menghidupkan kembali jejak sejarah dan Kebiasaan Global Ciamis Lewat goresan Alat Lukis dan permainan warna Ke atas Lukisan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai karya yang dipamerkan menampilkan interpretasi tentang peninggalan Kebiasaan Global, situs sejarah, hingga kehidupan Kelompok yang perlahan mulai terlupakan. Artefak dan nilai-nilai leluhur dihadirkan kembali Untuk bentuk visual yang lebih Didekat Bersama generasi masa kini.

Pameran Lukisan Ke Gedung Seni Kearifan Lokal Kabupaten Ciamis Foto: Dadang Hermansyah

Ketua panitia pameran Irfan Setia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang penting Untuk para seniman Untuk terus berkarya sekaligus mendekatkan Seni Kearifan Lokal rupa kepada Kelompok luas.

“Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan lukisan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi para seniman dan media Pelatihan Untuk generasi muda agar lebih mengenal Seni Kearifan Lokal dan Kebiasaan Global Daerah,” ujar Irfan.

Ia menuturkan, para perupa ingin Menunjukkan Seni Kearifan Lokal rupa bisa menjadi Pada Untuk upaya pelestarian Kebiasaan Global. Lewat lukisan, sejarah dan identitas Daerah dapat terus dikenalkan kepada Kelompok.

“Kami ingin Seni Kearifan Lokal lukis Ke Ciamis tetap hidup dan berkembang. Seni Kearifan Lokal juga bisa menjadi cara menjaga identitas Kebiasaan Global agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

Pameran tersebut Menampilkan karya sejumlah seniman lokal, Ke antaranya Acep Zamzam Noor, Deni Suluh, Dodi Sutardi, Eded Harto, Farid Yudiatmoko, Gilang (Gigiw), Irfan Setia, Kidung Purnama, Maman Ishak, Nasul (Nana Sulyana), Nujul (Ujul), Priyanka P, Syarif Husen, Tatan Uruzi, Undang (Unday), Wildan Nurul Yassin, Yok Zafarullah, hingga Yully ISBTK.

Tak hanya pameran Seni Kearifan Lokal rupa, kegiatan juga diramaikan Bersama menggambar bersama pelajar tingkat TK hingga SMA dan Kelompok umum. Ke hari pertama, panitia turut Mengadakan diskusi Kebiasaan Global bertema “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Latihan (Disbudpora) Kabupaten Ciamis Dian Budiyana mengapresiasi kolaborasi para seniman dan budayawan Untuk Menampilkan ruang kreatif Untuk Kelompok.

“Pameran ini membuktikan bahwa seniman dan budayawan Ke Ciamis mampu berkolaborasi Menampilkan karya yang mengangkat nilai Kebiasaan Global dan warisan leluhur. Ini menjadi bentuk nyata pelestarian Kebiasaan Global yang masih terasa sampai sekarang,” ujar Dian.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bukti hadirnya pemerintah Daerah Untuk mendukung Imajinasi para seniman Lewat ruang publik yang dapat dinikmati Kelompok.

“Pak Bupati juga sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah Daerah ingin terus memfasilitasi ruang ekspresi Untuk para seniman agar karya mereka bisa dinikmati lebih luas,” katanya.

Dian menilai, antusiasme pelajar yang hadir Menunjukkan regenerasi Seni Kearifan Lokal rupa Ke Ciamis mulai tumbuh. Ia Malahan mengaku kagum Sebab banyak pelukis perempuan muda mulai bermunculan.

“Ini Menunjukkan dunia Seni Kearifan Lokal rupa terbuka Untuk siapa saja. Generasi muda, termasuk perempuan, mulai berani berkarya dan Menunjukkan potensinya,” ucapnya.

Pameran Lukisan di Gedung Kesenian Kabupaten CiamisPameran Lukisan Ke Gedung Seni Kearifan Lokal Kabupaten Ciamis Foto: Dadang Hermansyah

Ia berharap karya-karya Seni Kearifan Lokal rupa yang lahir Ke Ciamis nantinya tidak hanya bernilai Kebiasaan Global, tetapi juga berdampak Di ekonomi kreatif Kelompok. Menurutnya, karya lukisan bertema Kebiasaan Global lokal Berpotensi Untuk dikembangkan menjadi berbagai produk cenderamata khas Ciamis.

“Kalau karya Kebiasaan Global ini dikembangkan menjadi merchandise, seperti kaos, Saku, Gelas, atau cenderamata lainnya, tentu bisa membantu Mengintroduksi Kebiasaan Global Ciamis sekaligus Meningkatkan ekonomi para seniman,” jelas Dian.

Pemkab Ciamis pun berencana terus Mendorong kolaborasi Seni Kearifan Lokal dan Kebiasaan Global Untuk berbagai agenda Daerah. Salah satunya Lewat kegiatan bersama Dinas Wisata Internasional Ke kawasan Karangkamulyan Ke Juni mendatang.

“Nanti Berencana ada kolaborasi lagi Bersama Dinas Wisata Internasional. Mudah-mudahan ruang kreatif seperti ini terus tumbuh dan menjadi tempat para seniman menyampaikan ekspresinya,” pungkasnya.

(tya/tya)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Saujana Kala, Upaya Seniman Ciamis Bingkai Sejarah Lewat Lukisan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่